Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Efek Samping dan Interaksi Obat Sulpiride annisa-meidina 2026-06-11T10:50:33+07:00 2026-06-11T10:50:33+07:00
Sulpiride
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Efek Samping dan Interaksi Obat Sulpiride

Oleh :
dr. Lina Yohanes, Sp.FK
Share To Social Media:

Sulpiride memiliki beberapa efek samping yang perlu diwaspadai, termasuk hiperprolaktinemia, peningkatan risiko stroke, sindrom ekstrapiramidal, dan neuroleptic malignant syndrome. Interaksi obat bisa terjadi dengan citalopram, domperidone, dan cabergoline.[4,6]

Efek Samping

Sulpiride dapat menimbulkan berbagai efek samping akibat blokade reseptor dopamin, terutama pada sistem saraf pusat dan sistem endokrin. Efek samping yang paling sering muncul adalah sedasi ringan, mengantuk, pusing, sakit kepala, serta gangguan gastrointestinal seperti mual dan konstipasi.

Pada beberapa pasien juga dapat terjadi peningkatan berat badan dan rasa gelisah atau agitasi motorik. Karena sulpiride meningkatkan kadar prolaktin melalui hambatan dopamin di jalur tuberoinfundibular, efek hormonal seperti galaktorea dan ginekomastia, bisa ditemukan, terutama pada penggunaan jangka panjang.

Gejala ekstrapiramidal bisa terjadi akibat hambatan dopamin pada jalur nigrostriatal. Keluhan yang dapat muncul meliputi tremor, kekakuan otot, bradikinesia, distonia akut, dan akatisia. Efek samping yang lebih jarang tetapi serius meliputi neuroleptic malignant syndrome (NMS), yang ditandai demam tinggi, rigiditas otot, gangguan kesadaran, dan ketidakstabilan otonom.

Selain itu, sulpiride dapat menyebabkan pemanjangan interval QT yang meningkatkan risiko aritmia jantung. Reaksi alergi, gangguan fungsi hati, dan diskinesia tardif juga termasuk efek samping langka namun perlu diwaspadai, terutama pada terapi jangka panjang. Karena eliminasi sulpiride terutama melalui ginjal, pasien dengan gangguan fungsi ginjal memiliki risiko lebih tinggi mengalami toksisitas dan efek samping berat.[4,6]

Overdosis

Overdosis sulpiride menyebabkan dua efek utama. Yang pertama adalah blokade dopamin signifikan (reseptor D2 dan D3), yang menyebabkan gejala neurologis bermakna, terutama sindrom ekstrapiramidal yang ditandai dengan krisis diskinesia akut dan rigiditas otot.

Efek yang kedua adalah kardiotoksisitas akibat blokade kanal kalsium. Ini bermanifestasi sebagai pemanjangan interval QT pada EKG, yang dapat berkembang menjadi torsades de pointes, yang merupakan aritmia takikardia ventrikular letal.

Penanganan overdosis sulpiride bersifat suportif karena tidak tersedia antidot spesifik. Lakukan pemantauan fungsi pernapasan dan jantung untuk mendeteksi gangguan irama jantung maupun depresi napas.

Untuk pasien dengan EKG yang menunjukkan pemanjangan interval QT >500 ms, magnesium sulfat (MgSO4) profilaksis, 2 g infus selama 30-60 menit, direkomendasikan untuk stabilisasi membran jantung dan pencegahan torsades de pointes. Jika pasien datang dengan torsades de pointes, maka berikan bolus MgSO4 intravena dan lakukan resusitasi jantung.

Hemodialisis dapat membantu mengeliminasi obat dari tubuh karena obat ini diekskresikan melalui ginjal dalam bentuk tidak berubah. Jika muncul sindrom ekstrapiramidal berat, terapi antikolinergik dapat diberikan untuk membantu mengurangi gejala motorik.[4]

Interaksi Obat

Sulpiride memiliki berbagai interaksi obat yang penting diperhatikan, terutama karena efeknya pada sistem saraf pusat dan jantung.

Peningkatan Risiko Aritmia

Interaksi yang serius adalah dengan obat-obatan yang dapat memperpanjang interval QT dan memicu torsades de pointes. Risiko ini meningkat bila sulpiride dikombinasikan dengan:

  • Antiaritmia seperti amiodarone dan quinidine

  • Antibiotik seperti azithromycin, clarithromycin, levofloxacin

  • Antipsikotik lain seperti haloperidol dan chlorpromazine.

Kombinasi dengan citalopram, escitalopram, domperidone, atau hydroxyzine dianggap kontraindikasi karena risiko gangguan irama jantung yang sangat tinggi.[4]

Peningkatan Risiko Depresi Saraf Pusat

Kombinasi dengan obat sedatif seperti diazepam, barbiturat, opioid, antihistamin sedatif, atau antidepresan sedatif dapat meningkatkan depresi sistem saraf pusat sehingga menyebabkan kantuk berat, penurunan kewaspadaan, hingga gangguan koordinasi. Konsumsi alkohol juga dapat memperkuat efek sedasi sulpiride dan meningkatkan risiko kecelakaan saat mengemudi atau mengoperasikan mesin.[4]

Peningkatan Risiko Hipotensi

Selain itu, penggunaan bersama obat antihipertensi dapat meningkatkan risiko hipotensi ortostatik akibat efek vasodilatasi tambahan.[4]

Penurunan Aktivitas Obat

Penggunaan bersama levodopa atau agonis dopamin seperti pramipexole dan ropinirole dapat menurunkan efektivitas masing-masing obat serta memperburuk gejala psikotik atau Parkinson.[4]

Peningkatan Risiko Neurotoksisitas

Kombinasi dengan lithium perlu kehati-hatian karena dapat meningkatkan risiko neurotoksisitas dan neuroleptic malignant syndrome.[4]

Peningkatan Risiko Hipokalemia

Interaksi lain yang perlu diperhatikan adalah penggunaan bersama obat yang menyebabkan hipokalemia, seperti diuretik tertentu, laksatif stimulan, glukokortikoid, dan amfoterisin B intravena, karena kondisi hipokalemia dapat meningkatkan risiko aritmia akibat pemanjangan QT.[4]

Penurunan Absorpsi Sulpiride

Selain itu, obat seperti sucralfate, antasida, dan arang aktif dapat menurunkan absorpsi sulpiride di saluran cerna sehingga sebaiknya diberikan dengan jarak minimal dua jam dari sulpiride.[4]

Interaksi Obat Lainnya

Selain itu, penggunaan bersama orlistat dapat menurunkan efikasi sulpiride. Sementara itu, kombinasi dengan dapoxetine dapat meningkatkan risiko pusing dan sinkop.[4]

Referensi

4. BPOM. Dogmatil ® Sulpiride. 2025. https://registrasiobat.pom.go.id/files/assesment-reports/01776734856.pdf
6. MIMS. Sulpiride. 2026. https://www.mims.com/indonesia/drug/search?q=sulpiride&mtype=brand

Indikasi dan Dosis Sulpiride
Penggunaan pada Kehamilan dan Ib...

Artikel Terkait

  • Pencegahan Relaps pada Schizophrenia
    Pencegahan Relaps pada Schizophrenia
  • Risiko Sindrom Metabolik pada Penggunaan Antipsikotik
    Risiko Sindrom Metabolik pada Penggunaan Antipsikotik
  • Meningkatnya Risiko Penyakit Jantung pada Penderita Skizofrenia
    Meningkatnya Risiko Penyakit Jantung pada Penderita Skizofrenia
  • Pengaturan Dosis Antipsikotik untuk Optimalisasi Pencegahan Kekambuhan Schizophrenia
    Pengaturan Dosis Antipsikotik untuk Optimalisasi Pencegahan Kekambuhan Schizophrenia
  • Penggunaan Ganja dan Kaitannya dengan Gangguan Depresi Mayor, Gangguan Bipolar, dan Skizofrenia
    Penggunaan Ganja dan Kaitannya dengan Gangguan Depresi Mayor, Gangguan Bipolar, dan Skizofrenia

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr.Ni Putu Intan Sri Maharani
Dibuat 30 April 2025, 21:17
Buku psikiatri anak dan remaja beserta obat dan dosisnya
Oleh: dr.Ni Putu Intan Sri Maharani
0 Balasan
Alo dokter. Ada yang tau gak buku psikiatri anak dan remajaBerserta dosis2 obatnya?Terimakasih
Anonymous
Dibalas 16 September 2024, 09:43
Kapan obat skizofrenia dapat diturunkan dosisnya
Oleh: Anonymous
4 Balasan
Alodok, izin konsu dokter,l saya dapat pasien skizofrenia, sekitar 4 bulan yang lalu pasien tersebut dibawa berobat ke RSJ yang kemudian di beri obat...
dr.Ni Putu Intan Sri Maharani
Dibalas 29 Juli 2024, 22:27
Skizofrenia hebefrenik yang menyerang apakah bisa diberikan injeksi diazepam
Oleh: dr.Ni Putu Intan Sri Maharani
2 Balasan
Pasien mengamuk, putus obat trifluoperasoneHendak mau memberikan obat lagiTapi pasiennya mengamuk hingga memukulSaya ingin memberikan obat injeksi tapi...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.