Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Farmakologi Sulpiride annisa-meidina 2026-06-11T10:46:46+07:00 2026-06-11T10:46:46+07:00
Sulpiride
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Farmakologi Sulpiride

Oleh :
dr. Lina Yohanes, Sp.FK
Share To Social Media:

Secara farmakologi, sulpiride bekerja dengan memblokir reseptor dopamin D2 di otak, terutama pada jalur mesolimbik, sehingga membantu mengurangi gejala psikotik seperti halusinasi dan waham. Pada dosis rendah, obat ini juga dapat meningkatkan pelepasan dopamin di beberapa area otak sehingga kadang digunakan untuk mengatasi gejala depresi atau vertigo tertentu.[1,3,4]

Farmakodinamik

Sulpiride merupakan turunan benzamida yang bekerja terutama sebagai antagonis selektif reseptor dopamin D2 dan D3. Secara farmakodinamik, obat ini digunakan sebagai antipsikotik, antidepresan, dan antiemetik karena kemampuannya menghambat aktivitas dopamin di sistem saraf pusat, khususnya pada jalur mesolimbik yang berperan dalam gejala psikotik.

Pada dosis rendah, sulpiride lebih efektif memperbaiki gejala negatif skizofrenia seperti apati dan penarikan sosial, sedangkan pada dosis lebih tinggi efeknya terhadap gejala positif seperti halusinasi dan waham menjadi lebih kuat. Obat ini memiliki durasi kerja relatif singkat sehingga biasanya diberikan dua kali sehari, namun tetap memiliki rentang terapeutik yang cukup luas.

Mekanisme aksi sulpiride terjadi melalui penghambatan selektif reseptor dopamin D2 dan D3 di otak. Studi in silico menunjukkan bahwa sulpiride dapat berikatan dengan residu asam amino Asp-119 dan Phe-417 pada reseptor tersebut, sehingga menghambat transmisi dopaminergik.

Efek terapeutik optimal diperkirakan terjadi ketika sekitar 65–80% reseptor D2 terokupasi, karena tingkat okupansi ini mampu menurunkan gejala psikotik dengan risiko efek samping yang masih minimal. Namun, blokade dopamin yang berlebihan dapat menimbulkan efek samping ekstrapiramidal, agitasi motorik, hingga neuroleptic malignant syndrome akibat gangguan fungsi dopamin pada jalur nigrostriatal dan hipotalamus.[1]

Farmakokinetik

Absorpsi sulpiride per oral dilaporkan rendah. Di plasma, obat ini terikat dengan protein sekitar 40%. Eliminasi terutama terjadi melalui ginjal dalam bentuk tidak berubah.[1]

Absorpsi

Absorpsi sulpiride setelah pemberian oral tergolong rendah dan bervariasi, dengan bioavailabilitas sekitar 27 ± 9%. Setelah pemberian dosis oral 100–108 mg, kadar puncak plasma (Cmax) berkisar antara 232–403 ng/mL dan dicapai dalam waktu sekitar 8,3 jam (Tmax).

Nilai area under the curve (AUC) pada pemberian oral 100 mg adalah sekitar 1156 ± 522 h/ng/mL, jauh lebih rendah dibandingkan pemberian intravena yang mencapai 3981 ± 813 h/ng/mL, menunjukkan bahwa absorpsi gastrointestinal sulpiride tidak sepenuhnya efisien.[1]

Distribusi

Distribusi sulpiride di dalam tubuh cukup luas dengan volume distribusi rata-rata sekitar 2,72 ± 0,66 L/kg. Di dalam plasma, sekitar 40% sulpiride terikat pada protein plasma, terutama albumin, sedangkan sisanya berada dalam bentuk bebas yang aktif secara farmakologis.[1]

Metabolisme

Metabolisme sulpiride sangat minimal dibandingkan banyak antipsikotik lain. Sekitar 95% dosis obat tetap berada dalam bentuk utuh tanpa mengalami biotransformasi yang bermakna di hati.

Karena metabolisme hepatiknya rendah, sulpiride memiliki risiko interaksi obat berbasis enzim hati yang lebih kecil dibandingkan antipsikotik yang dimetabolisme secara ekstensif oleh sitokrom P450. Waktu paruh biologis sulpiride dilaporkan berkisar antara 7,15 hingga 8,3 jam, meskipun data ini berasal dari penelitian dengan jumlah subjek terbatas.[1]

Eliminasi

Eliminasi sulpiride terutama berlangsung melalui ginjal dalam bentuk obat tidak berubah. Setelah pemberian intravena, sekitar 70 ± 9% dosis dieliminasi melalui urin dalam waktu 36 jam, sedangkan pada pemberian oral sekitar 27 ± 9% ditemukan dalam urin. Total systemic clearance sulpiride adalah sekitar 415 ± 84 mL/menit, dengan renal clearance rata-rata 310 ± 91 mL/menit, menunjukkan bahwa ekskresi ginjal merupakan jalur eliminasi utama obat ini.[1]

Referensi

1. National Library of Medicine. Compound Summary Sulpiride. 2026. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Sulpiride
3. Drugbank. Sulpiride. 2026. https://go.drugbank.com/drugs/DB00391.
4. BPOM. Dogmatil ® Sulpiride. 2025. https://registrasiobat.pom.go.id/files/assesment-reports/01776734856.pdf

Pendahuluan Sulpiride
Formulasi Sulpiride

Artikel Terkait

  • Pencegahan Relaps pada Schizophrenia
    Pencegahan Relaps pada Schizophrenia
  • Risiko Sindrom Metabolik pada Penggunaan Antipsikotik
    Risiko Sindrom Metabolik pada Penggunaan Antipsikotik
  • Meningkatnya Risiko Penyakit Jantung pada Penderita Skizofrenia
    Meningkatnya Risiko Penyakit Jantung pada Penderita Skizofrenia
  • Pengaturan Dosis Antipsikotik untuk Optimalisasi Pencegahan Kekambuhan Schizophrenia
    Pengaturan Dosis Antipsikotik untuk Optimalisasi Pencegahan Kekambuhan Schizophrenia
  • Penggunaan Ganja dan Kaitannya dengan Gangguan Depresi Mayor, Gangguan Bipolar, dan Skizofrenia
    Penggunaan Ganja dan Kaitannya dengan Gangguan Depresi Mayor, Gangguan Bipolar, dan Skizofrenia

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr.Ni Putu Intan Sri Maharani
Dibuat 30 April 2025, 21:17
Buku psikiatri anak dan remaja beserta obat dan dosisnya
Oleh: dr.Ni Putu Intan Sri Maharani
0 Balasan
Alo dokter. Ada yang tau gak buku psikiatri anak dan remajaBerserta dosis2 obatnya?Terimakasih
Anonymous
Dibalas 16 September 2024, 09:43
Kapan obat skizofrenia dapat diturunkan dosisnya
Oleh: Anonymous
4 Balasan
Alodok, izin konsu dokter,l saya dapat pasien skizofrenia, sekitar 4 bulan yang lalu pasien tersebut dibawa berobat ke RSJ yang kemudian di beri obat...
dr.Ni Putu Intan Sri Maharani
Dibalas 29 Juli 2024, 22:27
Skizofrenia hebefrenik yang menyerang apakah bisa diberikan injeksi diazepam
Oleh: dr.Ni Putu Intan Sri Maharani
2 Balasan
Pasien mengamuk, putus obat trifluoperasoneHendak mau memberikan obat lagiTapi pasiennya mengamuk hingga memukulSaya ingin memberikan obat injeksi tapi...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.