Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Panduan e-Prescription Gonorrhea general_alomedika 2026-06-04T09:04:55+07:00 2026-06-04T09:04:55+07:00
Gonorrhea
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan
  • Panduan e-Prescription

Panduan e-Prescription Gonorrhea

Oleh :
dr. Gabriele Jessica Kembuan
Share To Social Media:

Panduan e-Prescription untuk gonorrhea atau gonore ini dapat digunakan oleh dokter saat hendak memberikan terapi medikamentosa secara online.

Gonorrhea atau gonore adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Kasus disebut sebagai gonorrhea nonkomplikata jika tidak ada bakteremia maupun penyebaran ke organ ekstragenital. Kasus nonkomplikata ini tetap perlu ditata laksana secara adekuat untuk menghindari sekuele serius.

Tanda dan Gejala

Infeksi Neisseria gonorrhoeae sering disertai dengan kopatogen lain, seperti Chlamydia trachomatis dan Mycoplasma genitalium. Kopatogen ini dapat menyebabkan servisitis pada wanita dan uretritis pada pria. Secara umum, manifestasi klinis yang dapat dialami oleh wanita adalah:

  • Servisitis dan vaginitis: ada rasa gatal pada vagina, duh vagina, menorrhagia, dan metrorrhagia

  • Uretritis: ada disuria, peningkatan urgency, dan peningkatan frekuensi berkemih

  • Bartolinitis: ada nyeri pada labia dan duh

Sementara itu, pada laki-laki, manifestasi klinis yang dapat dialami adalah:

  • Uretritis: ada disuria, duh uretra mukopurulen, dan nyeri saat ereksi
  • Prostatitis: ada demam, rasa tidak nyaman pada perineum atau area suprapubis, disuria, hematuria, tenesmus, retensi urine, konstipasi, dan obstipasi

  • Epididimitis: ada nyeri testis unilateral, edema testis, dan infertilitas[1-5]

Peringatan

Segera rujuk pasien ke fasilitas kesehatan jika terdapat:

  • Gonorrhea dengan komplikasi, seperti infertilitas, epididimitis, orkitis, bartolinitis, penyakit radang panggul, striktur uretra, prostatitis kronis, endokarditis infektif, atau meningitis

  • Infeksi gonokokus diseminata yang ditandai oleh trias tenosynovitis, dermatitis, dan poliartralgia[1,3]

Medikamentosa Gonorrhea Nonkomplikata

Antibiotik merupakan terapi utama untuk infeksi gonore genital, anorektal, maupun orofaringeal. Berdasarkan WHO tahun 2024, rekomendasi antibiotik adalah ceftriaxone 1 g intramuskular sebagai dosis tunggal.[16]

Namun, untuk peresepan online, pilihan antibiotik peroral adalah:

  • Cefixime 800 mg peroral sebagai dosis tunggal,  lalu lakukan tes penyembuhan

  • Jika belum membaik atau tes penyembuhan tidak memungkinkan: cefixime 800 mg peroral ditambahkan azithromycin 2 g peroral, kedua obat sebagai dosis tunggal [16]

Jika resistensi, alergi, atau tidak tersedia sefalosporin, WHO menyarankan salah satu pilihan berikut:

  • Spectinomycin 2 g intramuskular ditambah azithromycin 2 g peroral, kedua obat sebagai dosis tunggal 
  • Gentamicin 240 mg intramuskular ditambah azithromycin 2 g peroral, kedua obat sebagai dosis tunggal [16]

Terapi pada Kehamilan

Terapi infeksi gonorrhea pada ibu hamil pada dasarnya sama dengan kelompok pasien lain. WHO merekomendasikan pemberian ceftriaxone 1 g intramuskular dosis tunggal, dengan alternatifnya cefixime 800 mg peroral dosis tunggal, lalu dilakukan tes penyembuhan.[16]

Akan tetapi, ibu hamil dengan gonorrhea sangat dianjurkan untuk mencari konsultasi dan pemeriksaan secara langsung dengan dokter.

 

Ditulis oleh: dr. Gabriele Kembuan

Direvisi oleh: dr. Hudiyati Agustini

 

Referensi

1. Springer C, Salen P. Gonorrhea. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK558903/
2. Qureshi S. Gonorrhea: Practice Essentials, Background, Pathophysiology. Medscape, 2021. https://emedicine.medscape.com/article/218059-overview#a1
3. Unemo M et al. Gonorrhoea. Nat Rev Dis Primer. 2019 Nov 21;5(1):1–23.
4. St. Cyr S et al. Update to CDC’s Treatment Guidelines for Gonococcal Infection. Morb Mortal Wkly Rep. 2020 Dec 18;69(50):1911–6.
5. Quillin SJ, Seifert HS. Neisseria gonorrhoeae host adaptation and pathogenesis. Nat Rev Microbiol. 2018 Apr;16(4):226–40.
6. Newman CR et al. Disseminated Gonococcal Infection in an Immunosuppressed Patient. Am J Med. 2021 Feb 1;134(2):e123–4.
7. Crew PE et al. Disseminated Gonococcal Infections in Patients Receiving Eculizumab: A Case Series. Clin Infect Dis. 2019 Aug 1;69(4):596–600.
8. Merrick R et al. National surveillance of disseminated gonococcal infection: preliminary findings from cross-sectional survey data in England, 2016–21. The Lancet. 2021 Nov 1;398:S65.
16. WHO. Updated recommendations for the treatment of Neisseria gonorrhoeae, Chlamydia trachomatis, and Treponema pallidum (‎syphilis)‎ and new recommendations on syphilis testing and partner services. 2024. https://www.who.int/publications/i/item/9789240090767

Edukasi dan Promosi Kesehatan Go...

Artikel Terkait

  • Dispepsia – Panduan E-Prescription Alomedika
    Dispepsia – Panduan E-Prescription Alomedika
  • Batuk Kering pada Anak – Panduan e-Prescription Alomedika
    Batuk Kering pada Anak – Panduan e-Prescription Alomedika
  • Batuk Kering pada Dewasa – Panduan e-Prescription Alomedika
    Batuk Kering pada Dewasa – Panduan e-Prescription Alomedika
  • Batuk Berdahak pada Anak – Panduan e-Prescription Alomedika
    Batuk Berdahak pada Anak – Panduan e-Prescription Alomedika
  • Pilek pada Anak – Panduan e-Prescription Alomedika
    Pilek pada Anak – Panduan e-Prescription Alomedika

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 23 April 2026, 07:55
Apakah cefixime menjadi lini pertama terapi gonorrhea?
Oleh: Anonymous
2 Balasan
ALO Dokter. Apakah saat ini pengobatan cefixime 400 mg + azitromisin 1 gram single dose masih menjadi lini pertama untuk terapi oral GO, adakah terapi lainnya?
Anonymous
Dibalas 15 Desember 2025, 18:35
Apakah perlu memberikan jarak antara cefixime dan azitromisin pada pasien gonore?
Oleh: Anonymous
4 Balasan
Alo dokter. Saya memiliki pasien gonore, beberapa pasien kembali jika diberikan hanya cefixime 400mg DT , sedangkan disini blm ada inj ceftri, jika saya...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 16 Oktober 2025, 08:43
Semua Dokter Ber-SIP bisa Buat Resep Tanpa Ribet dengan Fitur myPatient
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
2 Balasan
ALO Dokter.Dokter masih menulis resep dengan tangan? Sudah ketinggalan zaman, dok! Tulisan tangan berisiko menyebabkan medication error yang bisa...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.