Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Efek Samping dan Interaksi Obat Rivastigmine annisa-meidina 2026-10-16T15:02:07+07:00 2026-10-16T15:02:07+07:00
Rivastigmine
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Efek Samping dan Interaksi Obat Rivastigmine

Oleh :
dr.Novita Mawar Hadini, Sp.FK
Share To Social Media:

Rivastigmine memiliki efek samping umum berupa gangguan gastrointestinal seperti mual, muntah, diare, penurunan nafsu makan, dan asthenia. Penggunaan rivastigmine menyebabkan interaksi obat berupa risiko pemanjangan interval QT jika digunakan bersama dengan haloperidol, pimozide, cisapride, citalopram, halofantrine, mizolastine, dan moxifloxacin.[1,5,6]

Efek Samping

Rivastigmine memiliki efek samping, antara lain:

  • Efek samping umum: mual, muntah, diare, dispepsia, asthenia, dan penurunan nafsu makan
  • Gangguan gastrointestinal: mual, dispepsia, hipersekresi saliva, muntah, nyeri perut, penurunan berat badan
  • Gangguan sistem saraf: pusing, nyeri kepala, somnolen, kejang, gejala ekstrapiramidal, dan depresi saraf pusat
  • Gangguan kejiwaan: agitasi, agresi, ansietas, kebingungan, mimpi buruk, insomnia, halusinasi, depresi

  • Gangguan saluran kemih: infeksi saluran kemih, inkontinensia urin

  • Gangguan kulit dan jaringan subkutan: hiperhidrosis, reaksi pada area aplikasi (ruam, eritema, pruritus), sindrom Stevens-Johnson

  • Gangguan jantung: pemanjangan interval QT pada EKG, hipertensi, bradikardia, torsades de pointes, blok AV, sinkop
  • Gangguan hepatobilier: tes fungsi hati abnormal, hepatitis.[1,5,6]

Efek Samping Patch TransdermalPenggunaan patch transdermal rivastigmine umumnya memiliki tolerabilitas gastrointestinal yang lebih baik dibandingkan sediaan oral karena pelepasan obat berlangsung secara bertahap selama 24 jam sehingga menurunkan kadar puncak dan fluktuasi konsentrasi obat dalam darah.

Meski demikian, efek samping tetap dapat terjadi dan yang paling sering adalah reaksi pada kulit, terutama dermatitis kontak iritan berupa kemerahan (eritema) dan rasa gatal pada area pemasangan patch. Pada umumnya reaksi ini ringan, bersifat sementara, dan membaik dalam beberapa hari setelah patch dilepas.

Reaksi alergi seperti dermatitis kontak alergi lebih jarang. Reaksi dapat ditandai dengan kemerahan yang lebih luas, edema, dan vesikel yang muncul lebih dari 24 jam setelah pelepasan patch.Lebih lanjut, kesalahan penggunaan berupa memasang patch baru tanpa melepaskan patch sebelumnya dapat menyebabkan overdosis dan menimbulkan toksisitas kolinergik, yang dapat berupa hipersalivasi, miosis, bronkorea, fasikulasi, muntah dan diare berat, hingga kondisi yang mengancam jiwa.[9]

Interaksi Obat

Penggunaan rivastigmine menyebabkan interaksi obat jika digunakan bersama dengan obat lain, yang dapat menyebabkan peningkatan risiko efek samping.

Pemanjangan Interval QT

Peningkatan risiko pemanjangan interval QT dapat terjadi jika rivastigmine digunakan bersama dengan haloperidol, pimozide, cisapride, citalopram, erythromycin, halofantrine, mizolastine, dan moxifloxacin.[5,6]

Meningkatkan Efek Obat Lain

Efek relaksasi otot suksinilkolin akan meningkat jika digunakan bersama rivastigmine selama anastesi.

Jika digunakan bersama dengan obat kolinomimetik lain, seperti bethanechol dan pyridostigmine, efeknya dapat bertambah (additive effect) sehingga risiko efek samping akan meningkat.

Jika digunakan bersama dengan beta bloker, seperti atenolol, akan meningkatkan risiko terjadinya bradikardia yang menyebabkan sinkop.[5,6]

Menurunkan Efek Antikolinergik

Rivastigmine dapat mengganggu atau mengurangi efek kerja dari obat antikolinergik, seperti oxybutynin dan tolterodine.[1,5,6]

Peningkatan Risiko Efek Ekstrapiramidal

Risiko efek samping ekstrapiramidal akan meningkat jika rivastigmine diberikan bersama dengan metoclopramide.[5,6]

Referensi

1. ASHP. Rivastigmine (Monograph). 2025. https://www.drugs.com/monograph/rivastigmine.html
5. Medscape. Rivastigmine. 2026. https://reference.medscape.com/drug/exelon-oral-solution-rivastigmine-343069#5
6. MIMS. Rivastigmine. 2026. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/rivastigmine?mtype=generic
9. Khoury R, Rajamanickam J, Grossberg GT. An update on the safety of current therapies for Alzheimer's disease: focus on rivastigmine. Ther Adv Drug Saf. 2018;9(3):171-178. doi:10.1177/2042098617750555

Indikasi dan Dosis Rivastigmine
Penggunaan pada Kehamilan dan Ib...

Artikel Terkait

  • Hubungan Agen Antikolinergik dengan Peningkatan Risiko Demensia
    Hubungan Agen Antikolinergik dengan Peningkatan Risiko Demensia
  • Hubungan Antara Olahraga dan Fungsi Kognitif Lansia
    Hubungan Antara Olahraga dan Fungsi Kognitif Lansia
  • Peranan Pencitraan Kedokteran Nuklir pada Demensia Alzheimer
    Peranan Pencitraan Kedokteran Nuklir pada Demensia Alzheimer
  • Lecanemab Memperlambat Penurunan Fungsi Kognitif pada Alzheimer Dini – Telaah Jurnal Alomedika
    Lecanemab Memperlambat Penurunan Fungsi Kognitif pada Alzheimer Dini – Telaah Jurnal Alomedika
  • 5 Obat Baru yang Paling Ditunggu di Tahun 2023
    5 Obat Baru yang Paling Ditunggu di Tahun 2023

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr.Peter Fernando
Dibuat 01 September 2023, 18:15
Mnemonic #29 : Gejala Alzheimer
Oleh: dr.Peter Fernando
0 Balasan
M - Memori (daya ingat) MenurunE - Emosi Tidak StabilM - Mengulang-UlangO - Orientasi (waktu /tempat /orang) TergangguR - Reaksi yang Lambat I - Intelektual...
Anonymous
Dibalas 30 Mei 2022, 10:43
Diagnosis Alzheimer dengan nuklir - Kedokteran Nuklir Ask the Expert
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Selamat pagi, ALO dr. Ivana SpKN.. Apakah benar, Alzheimer dapat didiagnosis dini dengan pemeriksaan nuklir? Bagaimana dengan pengobatan Alzheimer?...
dr. Clarissa Elysia
Dibalas 21 September 2019, 21:18
Perbandingan keefektifan kerja obat antara donepezil dengan gingko biloba untuk mengatasi penyakit demensia
Oleh: dr. Clarissa Elysia
8 Balasan
Selamat siang dok, sbenarnya lebih efektif yg mana pnggunaan antara donepezil 1x 5 mg dan gingko biloba 120 mg terhadap progesivitas utk pnyakit...

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.