Efek Samping dan Interaksi Obat Rivastigmine
Rivastigmine memiliki efek samping umum berupa gangguan gastrointestinal seperti mual, muntah, diare, penurunan nafsu makan, dan asthenia. Penggunaan rivastigmine menyebabkan interaksi obat berupa risiko pemanjangan interval QT jika digunakan bersama dengan haloperidol, pimozide, cisapride, citalopram, halofantrine, mizolastine, dan moxifloxacin.[1,5,6]
Efek Samping
Rivastigmine memiliki efek samping, antara lain:
- Efek samping umum: mual, muntah, diare, dispepsia, asthenia, dan penurunan nafsu makan
- Gangguan gastrointestinal: mual, dispepsia, hipersekresi saliva, muntah, nyeri perut, penurunan berat badan
- Gangguan sistem saraf: pusing, nyeri kepala, somnolen, kejang, gejala ekstrapiramidal, dan depresi saraf pusat
- Gangguan kejiwaan: agitasi, agresi, ansietas, kebingungan, mimpi buruk, insomnia, halusinasi, depresi
- Gangguan saluran kemih: infeksi saluran kemih, inkontinensia urin
- Gangguan kulit dan jaringan subkutan: hiperhidrosis, reaksi pada area aplikasi (ruam, eritema, pruritus), sindrom Stevens-Johnson
- Gangguan jantung: pemanjangan interval QT pada EKG, hipertensi, bradikardia, torsades de pointes, blok AV, sinkop
- Gangguan hepatobilier: tes fungsi hati abnormal, hepatitis.[1,5,6]
Efek Samping Patch TransdermalPenggunaan patch transdermal rivastigmine umumnya memiliki tolerabilitas gastrointestinal yang lebih baik dibandingkan sediaan oral karena pelepasan obat berlangsung secara bertahap selama 24 jam sehingga menurunkan kadar puncak dan fluktuasi konsentrasi obat dalam darah.
Meski demikian, efek samping tetap dapat terjadi dan yang paling sering adalah reaksi pada kulit, terutama dermatitis kontak iritan berupa kemerahan (eritema) dan rasa gatal pada area pemasangan patch. Pada umumnya reaksi ini ringan, bersifat sementara, dan membaik dalam beberapa hari setelah patch dilepas.
Reaksi alergi seperti dermatitis kontak alergi lebih jarang. Reaksi dapat ditandai dengan kemerahan yang lebih luas, edema, dan vesikel yang muncul lebih dari 24 jam setelah pelepasan patch.Lebih lanjut, kesalahan penggunaan berupa memasang patch baru tanpa melepaskan patch sebelumnya dapat menyebabkan overdosis dan menimbulkan toksisitas kolinergik, yang dapat berupa hipersalivasi, miosis, bronkorea, fasikulasi, muntah dan diare berat, hingga kondisi yang mengancam jiwa.[9]
Interaksi Obat
Penggunaan rivastigmine menyebabkan interaksi obat jika digunakan bersama dengan obat lain, yang dapat menyebabkan peningkatan risiko efek samping.
Pemanjangan Interval QT
Peningkatan risiko pemanjangan interval QT dapat terjadi jika rivastigmine digunakan bersama dengan haloperidol, pimozide, cisapride, citalopram, erythromycin, halofantrine, mizolastine, dan moxifloxacin.[5,6]
Meningkatkan Efek Obat Lain
Efek relaksasi otot suksinilkolin akan meningkat jika digunakan bersama rivastigmine selama anastesi.
Jika digunakan bersama dengan obat kolinomimetik lain, seperti bethanechol dan pyridostigmine, efeknya dapat bertambah (additive effect) sehingga risiko efek samping akan meningkat.
Jika digunakan bersama dengan beta bloker, seperti atenolol, akan meningkatkan risiko terjadinya bradikardia yang menyebabkan sinkop.[5,6]
Menurunkan Efek Antikolinergik
Rivastigmine dapat mengganggu atau mengurangi efek kerja dari obat antikolinergik, seperti oxybutynin dan tolterodine.[1,5,6]
Peningkatan Risiko Efek Ekstrapiramidal
Risiko efek samping ekstrapiramidal akan meningkat jika rivastigmine diberikan bersama dengan metoclopramide.[5,6]