Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
general_alomedika 2026-08-25T17:27:31+07:00 2026-08-25T17:27:31+07:00
Moxifloxacin
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan Pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Pendahuluan Moxifloxacin

Oleh :
dr. Reren Ramanda
Share To Social Media:

Moxifloxacin adalah antibiotik yang digunakan untuk pengobatan infeksi bakteri, seperti pada pneumonia, selulitis, abses kulit, dan infeksi intraabdomen. Mekanisme aksi moxifloxacin adalah dengan menghambat DNA girase dan topoisomerase bakteri. Moxifloxacin memiliki aktivitas bakterisidal spektrum luas melawan bakteri gram positif, bakteri gram negatif, dan patogen atipikal.[1-3]

Sebagai antibiotik generasi yang lebih baru, moxifloxacin diharapkan dapat menjadi pilihan akibat banyaknya kejadian resistensi antibiotik. Namun, efek samping serius dari moxifloxacin seperti tendinitis, pemanjangan interval QT, neuropati perifer, gangguan sistem saraf pusat, dan reaksi hepatotoksik berat perlu diperhatikan.[4]

Secara klinis, moxifloxacin dapat digunakan dalam tata laksana pneumonia, eksaserbasi bakteri akut pada bronkitis kronis, rhinosinusitis bakterial, konjungtivitis bakterial, infeksi kulit, dan infeksi intraabdomen.  Selain itu, moxifloxacin juga merupakan salah satu fluoroquinolone yang dapat digunakan dalam terapi tuberkulosis resisten obat.[1-3,5,6]

Moxifloxacin tidak diberikan pada anak <18 tahun. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya penelitian mengenai efektivitas dan keamanan pada populasi tersebut. Pada studi hewan, didapatkan moxifloxacin menyebabkan artropati pada bayi muda hewan.[3]

Saat ini, moxifloxacin tersedia dalam bentuk tablet, cairan injeksi, dan tetes mata di Indonesia. Beberapa merek dagang yang beredar adalah Floxaris®, Respira®, dan Infimox®.[7]

Tabel 1. Deskripsi Singkat Moxifloxacin

Perihal

Deskripsi

Kelas

 Antiinfeksi.[8]

Sub-kelas

 Antibakteri.[8]

Akses

 Resep

Wanita hamil

 Kategori FDA: C.[9]

 Kategori TGA B3.[10]

Wanita menyusui

 Tidak diketahui apakah dikeluarkan ke ASI.[11]

Anak-anak

 Efikasi dan keamanan pada usia di bawah 18 tahun masih belum diketahui.[11]

Infant

FDA

 Approved, dengan black box warning.[11]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. Drugbank. Moxifloxacin. 2026. https://www.drugbank.ca/drugs/DB00218
2. PubChem. Bethesda (MD): National Library of Medicine (US), National Center for Biotechnology Information; 2026. PubChem Compound Summary for CID 152946, Moxifloxacin. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Moxifloxacin
3. FDA. Highlights of prescribing information: Avelox (Moxifloxacin). 2025. https://www.accessdata.fda.gov/drugsatfda_docs/label/2025/021085s069,021277s065lbl.pdf
4. Tulkens PM, Arvis P, Kruesmann F. Moxifloxacin safety: an analysis of 14 years of clinical data. Drugs R D. 2012 Jun 1;12(2):71-100
5. Medscape. Moxifloxacin. 2026. https://reference.medscape.com/drug/avelox-moxifloxacin-systemic-moxifloxacin-342537
6. Gillespie SH, Crook AM, McHugh TD, et al. Four-Month Moxifloxacin-Based Regimens for Drug-Sensitive Tuberculosis. New England Journal of Medicine, 2014. 371(17): 1577–1587. doi:10.1056/nejmoa1407426
7. BPOM. Cek BPOM. Moxifloxacin. 2026. https://cekbpom.pom.go.id//home/produk/6uu07has6ga8sh0o8r4pvu20o2/all/row/10/page/1/order/4/DESC/search/1/moxifloxacin
8. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Formularium Nasional. 2016. https://fkik.unja.ac.id/wp-content/uploads/2018/12/Formularium-Nasional.pdf
9. MIMS. Moxifloxacin. 2026. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/moxifloxacin/
10. TGA. Prescribing medicines in pregnancy database. 2026. https://www.tga.gov.au/resources/health-professional-information-and-resources/australian-categorisation-system-prescribing-medicines-pregnancy/prescribing-medicines-pregnancy-database
11. ASHP. Moxifloxacin. 2026. https://www.drugs.com/monograph/moxifloxacin.html

Farmakologi Moxifloxacin

Artikel Terkait

  • Tata Laksana Febrile Neutropenia Pasca Kemoterapi
    Tata Laksana Febrile Neutropenia Pasca Kemoterapi
  • Obat Baru Untuk Penatalaksanaan Tuberkulosis Resistan Obat
    Obat Baru Untuk Penatalaksanaan Tuberkulosis Resistan Obat
  • Manfaat dan Pilihan Antibiotik Profilaksis untuk Penyakit Paru Obstruksi Kronik
    Manfaat dan Pilihan Antibiotik Profilaksis untuk Penyakit Paru Obstruksi Kronik
  • Menelaah Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Tata Laksana Tuberkulosis 2019
    Menelaah Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Tata Laksana Tuberkulosis 2019
  • Risiko Fluoroquinolone pada Pasien Diabetes Mellitus
    Risiko Fluoroquinolone pada Pasien Diabetes Mellitus

Lebih Lanjut

Diskusi Terbaru
dr. Jansen Fernando.MKM
Dibalas kemarin, 09:00
Izin share poster edukasi "FATIGUE & WORK–LIFE BALANCE"
Oleh: dr. Jansen Fernando.MKM
1 Balasan
Izin share poster edukasi: K3👉 Jangan tunggu sampai tubuh benar-benar kelelahan. Kenali sinyal tubuh dan berikan waktu untuk pulih.Kerja aman, istirahat...
dr.Dwi Putri Nurulliza
Dibalas kemarin, 09:26
Info Lowongan Kerja Dokter Spesialis Gizi
Oleh: dr.Dwi Putri Nurulliza
2 Balasan
ALO Dokter, Dapatkan kesempatan berinteraksi dengan jutaan pengguna aktif ALODOKTER di seluruh Indonesia. Kerja dari mana saja, kapan saja, dengan gaji...
Anonymous
Dibalas 12 Oktober 2026, 11:35
Luka area genital pada wanita usia 47 tahun yang semakin nyeri setelah diobati mupirocin
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter. Saya mendapatkan pasien wanita 47 tahun mengeluhkan lecet pada vulva vagina (dilingkari merah pada gambar) setelah berhubungan dg suami. Terasa...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.