Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Formulasi Rivastigmine annisa-meidina 2026-10-16T14:59:21+07:00 2026-10-16T14:59:21+07:00
Rivastigmine
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Formulasi Rivastigmine

Oleh :
dr.Novita Mawar Hadini, Sp.FK
Share To Social Media:

Di Indonesia, rivastigmine tersedia dalam bentuk patch transdermal saja, tetapi di negara lain juga ada sediaan oral. Penggunaan dilakukan dengan menempelkan patch pada area kulit yang intak. Penyimpanan dilakukan pada sachet untuk masing-masing patch dan disimpan dalam rentang suhu 15–30°C.[1-3]

Bentuk Sediaan

Di Indonesia, rivastigmine hanya tersedia dalam bentuk plester tempel atau transdermal patch. Patch dikemas dalam dus berisi sachet satuan, yang mana umumnya berisi sekitar 30 patch per kotak. Sediaan yang ada di Indonesia memiliki kekuatan 4,6 mg/24 jam dan 9,5 mg/24 jam. Indikasi penggunaan adalah untuk demensia, seperti pada penyakit Alzheimer.[2,6]

Cara Penggunaan

Cara penggunaan patch transdermal adalah dengan membuka lapisan pelindung perekat terlebih dahulu, kemudian menempelkan patch pada kulit yang kering, intak, tidak berbulu, dan tidak mengalami kemerahan, iritasi, atau luka.

Patch dianjurkan ditempelkan pada punggung untuk mengurangi kemungkinan dilepas oleh pasien, tetapi dapat pula digunakan pada lengan bagian atas atau dada. Hindari area yang mudah tergesek atau menyebabkan patch terlepas.

Patch digunakan secara terus-menerus selama 24 jam. Patch lama dilepas sebelum memasang patch baru. Untuk meminimalkan iritasi kulit, lokasi pemasangan diganti setiap kali, dengan jeda sedikitnya 14 hari sebelum lokasi yang sama digunakan kembali. Patch dapat tetap digunakan saat mandi maupun dalam cuaca panas, tetapi paparan lama terhadap sumber panas eksternal, seperti sinar matahari berlebihan atau sauna, perlu dihindari.[1]

Cara Penyimpanan

Sediaan patch transdermal perlu disimpan dalam wadah aslinya, yaitu sachet yang disediakan manufaktur. Penyimpanan dianjurkan dalam suhu 15–30°C.[1]

Referensi

1. ASHP. Rivastigmine (Monograph). 2025. https://www.drugs.com/monograph/rivastigmine.html
2. BPOM. Cek BPOM. 2026 https://cekbpom.pom.go.id/all-produk?query=rivastigmine
3. PubChem. Bethesda (MD): National Library of Medicine (US), National Center for Biotechnology Information. PubChem Compound Summary for CID 77991, Rivastigmine. 2026. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Rivastigmine
6. MIMS. Rivastigmine. 2026. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/rivastigmine?mtype=generic

Farmakologi Rivastigmine
Indikasi dan Dosis Rivastigmine

Artikel Terkait

  • Hubungan Agen Antikolinergik dengan Peningkatan Risiko Demensia
    Hubungan Agen Antikolinergik dengan Peningkatan Risiko Demensia
  • Hubungan Antara Olahraga dan Fungsi Kognitif Lansia
    Hubungan Antara Olahraga dan Fungsi Kognitif Lansia
  • Peranan Pencitraan Kedokteran Nuklir pada Demensia Alzheimer
    Peranan Pencitraan Kedokteran Nuklir pada Demensia Alzheimer
  • Lecanemab Memperlambat Penurunan Fungsi Kognitif pada Alzheimer Dini – Telaah Jurnal Alomedika
    Lecanemab Memperlambat Penurunan Fungsi Kognitif pada Alzheimer Dini – Telaah Jurnal Alomedika
  • 5 Obat Baru yang Paling Ditunggu di Tahun 2023
    5 Obat Baru yang Paling Ditunggu di Tahun 2023

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr.Peter Fernando
Dibuat 01 September 2023, 18:15
Mnemonic #29 : Gejala Alzheimer
Oleh: dr.Peter Fernando
0 Balasan
M - Memori (daya ingat) MenurunE - Emosi Tidak StabilM - Mengulang-UlangO - Orientasi (waktu /tempat /orang) TergangguR - Reaksi yang Lambat I - Intelektual...
Anonymous
Dibalas 30 Mei 2022, 10:43
Diagnosis Alzheimer dengan nuklir - Kedokteran Nuklir Ask the Expert
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Selamat pagi, ALO dr. Ivana SpKN.. Apakah benar, Alzheimer dapat didiagnosis dini dengan pemeriksaan nuklir? Bagaimana dengan pengobatan Alzheimer?...
dr. Clarissa Elysia
Dibalas 21 September 2019, 21:18
Perbandingan keefektifan kerja obat antara donepezil dengan gingko biloba untuk mengatasi penyakit demensia
Oleh: dr. Clarissa Elysia
8 Balasan
Selamat siang dok, sbenarnya lebih efektif yg mana pnggunaan antara donepezil 1x 5 mg dan gingko biloba 120 mg terhadap progesivitas utk pnyakit...

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.