Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Rivastigmine
Penggunaan rivastigmine pada kehamilan dan ibu menyusui tidak dianjurkan. Obat ini masuk dalam Kategori Z oleh FDA. Sementara itu, pada ibu menyusui belum diketahui apakah rivastigmine dikeluarkan ke ASI.[1,6,7]
Penggunaan pada Kehamilan
FDA memasukkan rivastigmine dalam Kategori Z. Penggunaan pada ibu hamil sebaiknya tidak dilakukan, kecuali tidak ada pilihan lain secara klinis dan manfaat dianggap melebihi risiko.[6]
TGA memasukkan rivastigmine dalam kategori B2. Kategori ini berarti suatu obat baru dikonsumsi oleh sejumlah kecil (terbatas) wanita hamil dan wanita usia subur, tanpa disertai bukti peningkatan frekuensi malformasi atau efek merusak lainnya pada janin manusia. Selain itu, studi pada hewan mengenai obat ini masih belum memadai atau belum lengkap, tetapi data yang tersedia saat ini menunjukkan tidak ada bukti terjadinya kerusakan pada janin.[7]
Data mengenai keamanan rivastigmine pada ibu hamil masih terbatas, sehingga belum dapat dipastikan apakah penggunaannya aman selama kehamilan. Penggunaan rivastigmine pada ibu hamil sebaiknya hanya dipertimbangkan apabila manfaat yang diharapkan bagi ibu lebih besar daripada potensi risiko terhadap janin.[1,5,6]
Penggunaan pada Ibu Menyusui
Secara klinis, rivastigmine digunakan untuk penyakit Alzheimer. Keamanan penggunaan rivastigmine pada ibu menyusui belum dapat dipastikan karena belum diketahui apakah rivastigmine atau metabolitnya dapat masuk ke dalam ASI, maupun apakah obat tersebut dapat memengaruhi bayi yang disusui atau produksi ASI.
Atas dasar itu, penggunaan rivastigmine selama menyusui perlu mempertimbangkan manfaat menyusui yang diketahui, kebutuhan ibu terhadap terapi rivastigmine, serta kemungkinan terjadinya efek samping pada bayi akibat paparan obat atau kondisi penyakit ibu.[1,5,6]