Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Indikasi dan Dosis Rivastigmine annisa-meidina 2026-10-16T14:59:59+07:00 2026-10-16T14:59:59+07:00
Rivastigmine
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Indikasi dan Dosis Rivastigmine

Oleh :
dr.Novita Mawar Hadini, Sp.FK
Share To Social Media:

Indikasi rivastigmine adalah untuk mengatasi gejala demensia, seperti mudah lupa, sulit konsentrasi, dan sulit berfikir, yang dialami oleh pasien dengan penyakit Alzheimer. Dosis awal pada penggunaan patch transdermal adalah 4,6 mg/24 jam, yang kemudian dapat dinaikkan menjadi 9,5 mg/24 jam sesuai kebutuhan.[1,6]

Penyakit Alzheimer

Rivastigmine digunakan untuk pasien Alzheimer derajat ringan, sedang, maupun berat. Rivastigmine termasuk inhibitor kolinesterase yang memberikan manfaat terutama dalam memperbaiki atau mempertahankan gejala kognitif, tetapi manfaatnya bersifat simptomatik dan relatif moderat. Obat ini juga tidak mengubah proses dasar neurodegeneratif penyakit.[1,8]

Dosis

Rivastigmine ada dalam bentuk oral dan patch transdermal. Meski begitu, sediaan yang ada di Indonesia hanya patch transdermal.[2]

Dosis Oral:

Dosis oral awal adalah 1,5 mg dua kali sehari untuk penyakit ringan hingga sedang. Jika ditoleransi dengan baik, dosis dapat ditingkatkan setelah sedikitnya 2 minggu menjadi 3 mg dua kali sehari, kemudian dapat ditingkatkan secara bertahap menjadi 4,5 mg dua kali sehari dan akhirnya 6 mg dua kali sehari, dengan mempertahankan setiap tingkat dosis setidaknya 2 minggu sebelum peningkatan berikutnya. Dosis maksimum oral adalah 6 mg dua kali sehari.[1]

Dosis Patch Transdermal:

Dosis awal patch transdermal adalah 4,6 mg/24 jam sekali sehari. Kemudian, bila ditoleransi dengan baik dapat ditingkatkan setelah sedikitnya 4 minggu menjadi 9,5 mg/24 jam sekali sehari.

Jika manfaat terapeutik perlu ditingkatkan, dosis dapat dinaikkan hingga 13,3 mg/24 jam sekali sehari, yang merupakan dosis maksimum. Dosis di atas 13,3 mg/24 jam tidak memberikan manfaat tambahan yang bermakna dan meningkatkan kejadian efek samping.[1]

Dementia Terkait Penyakit Parkinson

Pada demensia yang terkait penyakit Parkinson, rivastigmine digunakan untuk derajat ringan hingga sedang.[1,4]

Dosis

Rivastigmine ada dalam bentuk oral dan patch transdermal. Meski begitu, sediaan yang ada di Indonesia hanya patch transdermal.[2]

Dosis Oral:

Dosis oral awal adalah 1,5 mg dua kali sehari. Bila ditoleransi, dosis dapat dinaikkan setelah sedikitnya 4 minggu menjadi 3 mg dua kali sehari, kemudian menjadi 4,5 mg dua kali sehari dan 6 mg dua kali sehari dengan interval minimal 4 minggu pada masing-masing tingkat dosis. Dosis maksimum adalah 6 mg dua kali sehari.[1]

Dosis Patch Transdermal:

Untuk sediaan transdermal, terapi dimulai dengan 4,6 mg/24 jam sekali sehari. Kemudian setelah ≥4 minggu, jika ditoleransi dosis dapat ditingkatkan menjadi 9,5 mg/24 jam sekali sehari. Bila diperlukan dapat ditingkatkan mencapai 13,3 mg/24 jam sekali sehari.

Perhatian Khusus dalam Penggunaan Rivastigmine

Jika terapi oral maupun transdermal terputus lebih dari 3 hari, terapi harus dimulai kembali dari dosis terendah dan dititrasi ulang. Saat beralih dari sediaan oral ke patch, pasien yang sebelumnya menerima <6 mg/hari dapat dimulai dengan patch 4,6 mg/24 jam, sedangkan pasien yang menerima 6–12 mg/hari dapat dimulai dengan patch 9,5 mg/24 jam. Patch pertama digunakan pada hari setelah dosis oral terakhir.[1]

Penyesuaian Dosis pada Pasien Gangguan Hati dan Ginjal

Pada pasien dengan gangguan fungsi hati ringan-sedang (skor Child-Pugh 5-9) patch 4,6 mg/24 jam digunakan pada dosis awal dan maintenance. Belum ada studi pada pasien dengan gangguan fungsi hati berat.Pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal ringan-sedang biasanya hanya bisa toleransi dosis rendah. Belum ada studi penggunaan rivastigmine pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal berat.[1,6]

Referensi

1. ASHP. Rivastigmine (Monograph). 2025. https://www.drugs.com/monograph/rivastigmine.html
2. BPOM. Cek BPOM. 2026 https://cekbpom.pom.go.id/all-produk?query=rivastigmine
4. Reilly S, Dhaliwal S, Arshad U, Macerollo A, Husain N, Costa AD. The effects of rivastigmine on neuropsychiatric symptoms in the early stages of Parkinson's disease: A systematic review. Eur J Neurol. 2024;31(2):e16142. doi:10.1111/ene.16142
6. MIMS. Rivastigmine. 2026. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/rivastigmine?mtype=generic

Formulasi Rivastigmine
Efek Samping dan Interaksi Obat ...

Artikel Terkait

  • Hubungan Agen Antikolinergik dengan Peningkatan Risiko Demensia
    Hubungan Agen Antikolinergik dengan Peningkatan Risiko Demensia
  • Hubungan Antara Olahraga dan Fungsi Kognitif Lansia
    Hubungan Antara Olahraga dan Fungsi Kognitif Lansia
  • Peranan Pencitraan Kedokteran Nuklir pada Demensia Alzheimer
    Peranan Pencitraan Kedokteran Nuklir pada Demensia Alzheimer
  • Lecanemab Memperlambat Penurunan Fungsi Kognitif pada Alzheimer Dini – Telaah Jurnal Alomedika
    Lecanemab Memperlambat Penurunan Fungsi Kognitif pada Alzheimer Dini – Telaah Jurnal Alomedika
  • 5 Obat Baru yang Paling Ditunggu di Tahun 2023
    5 Obat Baru yang Paling Ditunggu di Tahun 2023

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr.Peter Fernando
Dibuat 01 September 2023, 18:15
Mnemonic #29 : Gejala Alzheimer
Oleh: dr.Peter Fernando
0 Balasan
M - Memori (daya ingat) MenurunE - Emosi Tidak StabilM - Mengulang-UlangO - Orientasi (waktu /tempat /orang) TergangguR - Reaksi yang Lambat I - Intelektual...
Anonymous
Dibalas 30 Mei 2022, 10:43
Diagnosis Alzheimer dengan nuklir - Kedokteran Nuklir Ask the Expert
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Selamat pagi, ALO dr. Ivana SpKN.. Apakah benar, Alzheimer dapat didiagnosis dini dengan pemeriksaan nuklir? Bagaimana dengan pengobatan Alzheimer?...
dr. Clarissa Elysia
Dibalas 21 September 2019, 21:18
Perbandingan keefektifan kerja obat antara donepezil dengan gingko biloba untuk mengatasi penyakit demensia
Oleh: dr. Clarissa Elysia
8 Balasan
Selamat siang dok, sbenarnya lebih efektif yg mana pnggunaan antara donepezil 1x 5 mg dan gingko biloba 120 mg terhadap progesivitas utk pnyakit...

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.