Komplikasi Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI)
Komplikasi tindakan transcatheter aortic valve implantation (TAVI) meliputi komplikasi vaskular mayor, stroke iskemik, perdarahan, gangguan konduksi jantung yang memerlukan pemasangan pacemaker permanen, serta regurgitasi paravalvular. Selain itu, dapat terjadi komplikasi akut maupun subakut berupa cedera ginjal akut, infark miokard, infeksi, dan mortalitas periprosedural.[3,4,11]
Komplikasi Vaskular
Komplikasi vaskular merupakan salah satu komplikasi tersering, terutama pada pendekatan transfemoral, yang meliputi perdarahan mayor, diseksi arteri, pseudoaneurisma, dan ruptur pembuluh darah. Risiko kejadian ini berkaitan dengan ukuran sheath, derajat kalsifikasi dan tortuositas pembuluh darah perifer, serta teknik akses dan penutupan vaskular yang digunakan selama prosedur.[4,20]
Gangguan Konduksi Jantung
Gangguan konduksi jantung dan kebutuhan pemasangan pacemaker permanen dapat terjadi akibat kompresi atau cedera sistem konduksi selama implantasi katup, terutama pada penggunaan katup tipe self-expandable. Blok atrioventrikular derajat tinggi merupakan komplikasi yang sering dilaporkan dan memerlukan pemantauan elektrokardiografi berkelanjutan pada fase periprosedural.[1,3]
Kebocoran Paravalvular
Kebocoran paravalvular (paravalvular leak) perlu mendapat perhatian, terutama pada pasien dengan kalsifikasi annulus berat, bentuk annulus yang tidak reguler, atau pemilihan ukuran katup yang kurang optimal. Kebocoran paravalvular derajat sedang hingga berat telah terbukti berhubungan dengan peningkatan mortalitas jangka panjang dan penurunan luaran klinis.[3,5]
Komplikasi Tromboembolik
Komplikasi tromboembolik, termasuk stroke dan transient ischemic attack, dapat terjadi akibat embolisasi debris kalsium, trombus, atau jaringan katup selama manipulasi kateter dan implantasi katup. Risiko kejadian ini paling tinggi pada fase periprosedural awal dan dipengaruhi oleh kompleksitas anatomi serta durasi prosedur.[4,9]
Komplikasi Katup Prostetik
Komplikasi katup prostetik, seperti malposisi katup, embolisasi katup, disfungsi daun katup, atau dislodgement setelah dilatasi, merupakan kejadian yang relatif jarang namun bersifat serius. Kondisi ini dapat menyebabkan instabilitas hemodinamik dan pada beberapa kasus memerlukan intervensi ulang atau tindakan pembedahan darurat.[17,21]