Kontraindikasi Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI)
Kontraindikasi transcatheter aortic valve implantation (TAVI) mencakup kondisi yang jelas meningkatkan risiko komplikasi, seperti pada infeksi sistemik berat, endokarditis, dan akses yang tidak memungkinkan. Kontraindikasi relatif meliputi adanya disfungsi ventrikel kiri berat dan gangguan koagulasi.[8,11,12]
Kontraindikasi Absolut
TAVI tidak boleh dilakukan jika terdapat kondisi yang jelas meningkatkan risiko komplikasi atau kegagalan prosedur. Kondisi tersebut antara lain:
- Infeksi aktif, seperti endokarditis atau infeksi sistemik berat yang tidak terkontrol.
- Alergi atau hipersensitivitas terhadap material katup atau zat kontras, misalnya nikel, cobalt-chromium, atau media kontras radiologi.
- Akses vaskular yang tidak memungkinkan, termasuk arteri femoralis, iliaka, atau aorta torakalis dengan tortuositas, stenosis, atau kalsifikasi ekstrem.
- Anatomi katup atau aorta yang tidak sesuai, misalnya ukuran annulus di luar jangkauan katup, kalsifikasi berat, atau jarak ostium koroner terlalu pendek sehingga berisiko obstruksi koroner.[8,11,12]
Kontraindikasi Relatif
TAVI harus dipertimbangkan dengan hati-hati pada pasien yang memiliki kondisi yang meningkatkan risiko komplikasi, namun tidak mutlak menghalangi prosedur, sehingga keputusan perlu dibuat berdasarkan pertimbangan klinis dan diskusi bersama tim multidisiplin.
Pertimbangan dilakukan pada pasien dengan:
- Penyakit struktural atau fungsi jantung lain, misalnya disfungsi ventrikel kiri berat (left ventricle ejection fraction/LVEF <20%) atau penyakit katup lain yang memerlukan intervensi tambahan.
- Gangguan koagulasi atau risiko perdarahan tinggi, termasuk trombositopenia berat atau penggunaan antikoagulan yang tidak bisa dihentikan.
- Usia muda (<65 tahun) dengan harapan hidup panjang, karena durabilitas katup TAVI lebih rendah dibanding surgical aortic valve replacement (SAVR)
- Komorbid berat yang membatasi manfaat prosedur, seperti penyakit paru kronik stadium akhir, gagal ginjal terminal, atau kanker stadium lanjut.[8,11,12]
Pertimbangan Teknis atau Risiko Peri-Prosedur
Beberapa kondisi anatomi atau teknis juga dapat menjadi penghambat TAVI karena risiko komplikasi tinggi, seperti:
-
Aneurisma atau diseksi aorta
- Akses transapikal, transaorta, atau transsubklavia sulit atau berisiko tinggi.
- Risiko stroke tinggi akibat kalsifikasi aorta atau adanya thrombus aorta.[8,11,12]