Indikasi Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI)
Indikasi transcatheter aortic valve implantation (TAVI) adalah pada pasien dengan stenosis aorta berat simptomatik, terutama mereka yang memiliki risiko bedah tinggi hingga menengah. Pemilihan pasien untuk TAVI mempertimbangkan kombinasi berbagai faktor, termasuk kondisi klinis, usia, skor risiko bedah, komorbiditas, karakteristik anatomi katup aorta, serta preferensi pasien itu sendiri.[1,2,4,6–8]
Stenosis Aorta Berat Simptomatik
TAVI diindikasikan pada pasien dengan stenosis aorta berat simptomatik, ditandai oleh aortic valve area (AVA) ≤1,0 cm², mean gradient ≥40 mmHg atau peak aortic velocity (Vmax) ≥4,0 m/s, serta gejala seperti sesak napas, angina, sinkop, atau gagal jantung.[1,3-5]
Berdasarkan Risiko Bedah (Surgical Risk Stratification)
Berdasarkan risiko bedah TAVI dikelompokan menjadi risiko bedah tinggi, menengah, dan rendah.[1,2,4,6,8-10]
Risiko Bedah Tinggi atau Inoperable
Pasien dengan Society of Thoracic Surgeons (STS) score ≥8%, komorbid berat seperti frailty, disfungsi paru berat, sirosis, atau riwayat operasi jantung sebelumnya direkomendasikan menjalani TAVI sebagai terapi utama.[1,4,6]
Risiko Bedah Menengah
Pasien dengan STS score 4–8% dapat dipertimbangkan untuk TAVI, yang menunjukkan luaran mortalitas dan stroke setara atau lebih baik dibandingkan surgical aortic valve replacement (SAVR). Evaluasi dilakukan oleh Heart Team untuk menentukan pilihan terbaik.[2,9,10]
Risiko Bedah Rendah
Pada pasien STS <4% dan usia ≥65–75 tahun dengan anatomi yang sesuai, TAVI dapat menjadi opsi alternatif, meskipun SAVR tetap menjadi standar untuk pasien muda dengan harapan hidup panjang.[6,8]
Berdasarkan Usia dan Harapan Hidup
TAVI umumnya lebih disarankan pada pasien berusia ≥80 tahun, mengingat risiko bedah dan komplikasi operasi yang lebih tinggi pada kelompok usia ini.
Pada pasien berusia 65–80 tahun, pemilihan antara TAVI atau SAVR dilakukan secara individual setelah konsultasi medis, dengan mempertimbangkan harapan hidup, kualitas hidup, dan kondisi klinis pasien.
Untuk pasien <65 tahun atau dengan perkiraan harapan hidup >20 tahun, SAVR tetap menjadi pilihan utama karena durabilitas katup yang lebih baik.[6,8]
Indikasi Anatomi dan Teknis yang Mendukung TAVI
TAVI dilakukan pada pasien dengan akses vaskular adekuat, seperti melalui arteri femoral, serta anatomi katup aorta yang sesuai, termasuk ukuran annulus cukup dan kalsifikasi terkendali. Penilaian anatomi dilakukan menggunakan pencitraan multimodal, seperti computed tomography (CT) scan, ekokardiografi 2 Dimensi (D)/3D, dan angiografi.[2,4,9]
Evaluasi ini mencakup:
- Ukuran annulus untuk menentukan ukuran katup yang tepat, mencegah paravalvular leak dan migrasi katup.
- Kalsifikasi katup dan root aorta, karena distribusi dan berat kalsifikasi memengaruhi ekspansi katup dan risiko komplikasi, seperti ruptur atau embolisasi.
- Orientasi dan geometri aorta ascendens, termasuk jarak ke koroner dan bentuk sinus Valsalva, untuk mengurangi risiko obstruksi koroner
- Akses vaskular, termasuk diameter, tortuositas, dan kalsifikasi arteri femoralis atau iliaka, untuk menentukan feasibility pendekatan transfemoral.[2,4,9]
Pasien dengan Kondisi Khusus
TAVI dapat dipertimbangkan pada pasien dengan kondisi kompleks, seperti frailty, disabilitas berat, disfungsi ventrikel kiri, penyakit paru kronik, riwayat coronary artery bypass grafting (CABG), atau stenosis aorta yang disertai gagal jantung dekompensata. Pendekatan ini bertujuan untuk menimbang risiko dan potensi manfaat secara hati-hati, terutama pada populasi pasien dengan kompleksitas klinis tinggi.[1,5,7]