Edukasi Pasien Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI)
Edukasi pasien pada prosedur transcatheter aortic valve implantation (TAVI) mencakup penjelasan mengenai tujuan prosedur, manfaat klinis, potensi risiko dan komplikasi, serta alternatif terapi yang tersedia untuk mendukung pengambilan keputusan oleh pasien.
Pasien juga perlu diberi edukasi mengenai perawatan pascaprosedur, termasuk kepatuhan terhadap terapi antitrombotik, pengenalan tanda komplikasi, dan pentingnya tindak lanjut klinis jangka panjang untuk memantau fungsi katup dan luaran kardiovaskular.[2,6,11]
Edukasi Sebelum Tindakan
Sebelum prosedur, pasien dan keluarga dijelaskan bahwa TAVI merupakan tindakan penggantian katup aorta melalui kateter tanpa pembedahan terbuka. Alternatif terapi dijelaskan, meliputi Surgical Aortic Valve Replacement (SAVR), terapi medikamentosa optimal, atau perawatan paliatif pada pasien dengan risiko prosedural sangat tinggi. Penjelasan ini bertujuan membantu pasien memahami pilihan terapi yang tersedia beserta untung-ruginya.[2,11]
Pasien juga diedukasi mengenai potensi komplikasi prosedur, seperti komplikasi vaskular, gangguan konduksi jantung yang dapat memerlukan pemasangan pacemaker, kebocoran paravalvular, serta risiko kejadian serebrovaskular seperti stroke. Rencana perawatan pascatindakan juga disampaikan, mencakup pemantauan fase awal, terapi antitrombotik, jadwal kontrol klinis dan ekokardiografi, serta anjuran rehabilitasi jantung.[2,11,22,23]
Edukasi Pasca Tindakan
Setelah prosedur TAVI, edukasi pasien difokuskan pada perawatan luka akses vaskular, terutama di daerah femoralis atau akses alternatif seperti transaksila, untuk mencegah perdarahan dan infeksi. Pasien juga diberikan penjelasan mengenai kepatuhan terhadap terapi farmakologi, khususnya antiplatelet seperti aspirin, serta penyesuaian terapi penyakit komorbid.
Selain itu, pasien diedukasi untuk mengenali tanda komplikasi pascatindakan, seperti sesak napas progresif, nyeri dada, sinkop, palpitasi, atau tanda perdarahan pada lokasi akses vaskular. Edukasi juga mencakup pengingat kunjungan kontrol klinis dan evaluasi penunjang, umumnya pada 30 hari, 6 bulan, 12 bulan, dan selanjutnya setiap tahun.
Edukasi lanjutan menekankan pentingnya kepatuhan terhadap jadwal kontrol, pemeriksaan ekokardiografi untuk menilai fungsi katup, serta partisipasi dalam program rehabilitasi jantung. Jelaskan bahwa pemantauan berkelanjutan diperlukan untuk menilai perbaikan status fungsional, kualitas hidup, dan luaran klinis jangka panjang.[6,15,16]