Pedoman Klinis Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI)
Pedoman klinis tindakan transcatheter aortic valve implantation (TAVI) yang perlu diperhatikan adalah pentingnya melakukan seleksi pasien melalui penilaian multidisiplin, evaluasi anatomi katup dan akses vaskular dengan pencitraan multimodal, serta pemilihan jenis dan ukuran katup yang akurat. Secara umum, akses transfemoral merupakan yang direkomendasikan. Setelah tindakan, pemantauan dilakukan berkelanjutan.[3,6,9-11]
Seleksi Pasien Multidisiplin
Indikasi TAVI ditentukan melalui diskusi multidisiplin oleh Heart Team yang melibatkan spesialis kardiologi intervensi, spesialis bedah toraks dan kardiovaskular, spesialis pencitraan kardiovaskular, dan spesialis anestesiologi. Keputusan tindakan mempertimbangkan risiko pembedahan, komorbiditas, harapan hidup, serta preferensi pasien dan keluarga.[2,6,7,11]
Penilaian klinis, ekokardiografi, CT scan jantung dan vaskular, serta evaluasi status fungsional dan frailty diperlukan untuk menentukan kelayakan prosedur, rute akses optimal, dan ukuran katup yang tepat.[1-3,12]
Akses Kateter
Akses transfemoral direkomendasikan bila anatomi vaskular memungkinkan, karena berhubungan dengan komplikasi lebih rendah dan pemulihan lebih cepat. Rute alternatif, seperti rute transaksila dan transsubklavia, digunakan bila akses femoralis tidak memungkinkan.[2,12,18,19]
Pemantauan Pasca Prosedur TAVI
Komplikasi utama meliputi komplikasi vaskular, gangguan konduksi jantung yang dapat memerlukan pacemaker permanen, kebocoran paravalvular, stroke, serta komplikasi katup prostetik. Identifikasi dini dan manajemen yang tepat berpengaruh signifikan terhadap luaran klinis.[3,4,20,21]
Evaluasi klinis dan ekokardiografi dilakukan secara berkala, umumnya pada 30 hari, 6 bulan, 12 bulan, lalu tahunan. Pemantauan dilakukan untuk menilai fungsi katup, mendeteksi komplikasi lanjut, serta memantau durabilitas katup dan kesintasan pasien.[5,12,15]