Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Diagnosis Toxic Nodular Goiter annisa-meidina 2026-03-13T10:32:36+07:00 2026-03-13T10:32:36+07:00
Toxic Nodular Goiter
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Diagnosis Toxic Nodular Goiter

Oleh :
dr.Nailla Fariq Alfiani
Share To Social Media:

Diagnosis toxic nodular goiter (TNG) atau Plummer disease ditegakkan berdasarkan gejala hipertiroidisme progresif dengan riwayat gondok multinodular lama tanpa oftalmopati seperti yang ditemukan pada Grave’s disease. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya tiroid multinodular.

Pemeriksaan penunjang menunjukkan thyroid stimulating hormone (TSH) tersupresi dengan peningkatan free thyroxine (FT4) atau free triiodothyronine (FT3), antibodi tiroid negatif, serta pola radioactive iodine uptake fokal atau multifokal meningkat dengan supresi jaringan sekitarnya.[1,7,8,11,29]

Anamnesis

Pasien akan menunjukkan gejala hipertiroidisme yang berkembang perlahan, seperti palpitasi, tremor, intoleransi panas, keringat berlebih, mudah lelah, serta penurunan berat badan meskipun nafsu makan meningkat. Berbeda dengan hipertiroidisme autoimun, keluhan oftalmopati dan dermopati khas Graves’ disease tidak ditemukan.

Pada pasien lansia, manifestasi kardiovaskular, terutama fibrilasi atrium atau perburukan penyakit jantung sebelumnya, sering menjadi keluhan utama. Pada fase lanjut, pasien juga bisa mengalami gagal jantung dan kardiomiopati.[1,7,11]

Riwayat gondok multinodular yang telah berlangsung lama dan pembesaran leher yang progresif perlu digali, termasuk keluhan lokal akibat efek massa seperti rasa penuh di leher, disfagia, atau sesak napas. Pasien biasanya berusia lanjut dan dapat memiliki riwayat paparan iodium berlebih, seperti penggunaan media kontras atau obat mengandung iodium, yang memicu perburukan gejala hipertiroidisme (fenomena Jod-Basedow).[1,8,11]

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik yang dilakukan pada lokal daerah tiroid menggunakan inspeksi, palpasi dan auskultasi serta pemeriksaan sistemik.[1,7,11,23]

Pemeriksaan Tiroid

Pada inspeksi leher, pasien dengan toxic nodular goiter menunjukkan pembesaran kelenjar tiroid dengan permukaan tidak rata, bersifat asimetris atau multinodular, yang bergerak saat proses menelan. Pada palpasi, ditemukan satu atau lebih nodul tiroid dengan ukuran bervariasi, konsistensi lunak hingga kenyal, batas relatif jelas, dan umumnya tidak nyeri tekan.

Tidak dijumpai tanda oftalmopati maupun dermopati tiroid, yang membedakan dari hipertiroidisme autoimun seperti Graves’ Disease. Pada sebagian kasus, terutama dengan peningkatan aliran darah intratiroid, auskultasi dapat menunjukkan bruit tiroid, meskipun temuan ini tidak selalu konsisten pada seluruh pasien toxic nodular goiter.[1,7,11,23]

Pemeriksaan Sistemik Lain

Pemeriksaan sistemik mencerminkan manifestasi hipertiroidisme akibat sekresi hormon tiroid berlebih, meliputi takikardia sinus atau aritmia supraventrikular, tremor halus ekstremitas, kulit hangat dan lembap, serta penurunan berat badan dan kelemahan otot proksimal. Refleks tendon dalam dapat berada dalam batas normal hingga hiperaktif.

Evaluasi sistem kardiovaskular menjadi komponen penting pemeriksaan fisik mengingat tingginya risiko komplikasi jantung, khususnya pada pasien usia lanjut dan dengan komorbid kardiovaskular.[1,7,11]

Diagnosis Banding

Diagnosis banding meliputi Graves’ disease, toxic thyroid adenoma, dan tiroiditis.[1,7,11]

Graves’ Disease

Graves’ disease merupakan penyebab tersering hipertiroidisme autoimun, yang ditandai oleh produksi antibodi terhadap TSH receptor antibody (TRAb) yang menstimulasi kelenjar tiroid secara terus-menerus. Pasien umumnya mengeluhkan gejala hipertiroidisme berupa palpitasi, intoleransi panas, penurunan berat badan, tremor, mudah lelah, dan perubahan emosi.

Manifestasi khas Graves’ disease adalah keterlibatan ekstratiroid, terutama oftalmopati Graves, yang ditandai proptosis, diplopia, retraksi kelopak mata, dan edema periorbital. Pada pemeriksaan fisik, kelenjar tiroid biasanya membesar difus, konsistensi lunak hingga kenyal, hangat, dan dapat disertai bruit vaskular.

Pemeriksaan penunjang menunjukkan TSH tertekan dengan peningkatan FT4 (Free Thyroxine) atau FT3 (Free Triiodothyronine). Pemeriksaan radioactive iodine uptake memperlihatkan peningkatan difus, yang membedakan Graves’ disease dari tiroiditis dan hipertiroidisme nodular.[24,25]

Toxic Thyroid Adenoma

Toxic thyroid adenoma adalah nodul tiroid jinak soliter yang berfungsi autonom dan menyebabkan hipertiroidisme melalui mekanisme yang serupa dengan toxic nodular goiter. Perbedaannya dengan toxic nodular goiter terletak pada keterlibatan nodul tunggal, bukan multinodular.

Keluhan pasien sama dengan toxic nodular goiter, tetapi nodul pada pemeriksaan fisik bersifat soliter. Pemeriksaan penunjang menunjukkan TSH tersupresi dengan peningkatan hormon tiroid bebas, sementara skintigrafi tiroid memperlihatkan uptake fokal meningkat (hot nodule) dengan supresi jaringan tiroid di sekitarnya.[26,27]

Tiroiditis

Tiroiditis merupakan kelompok penyakit inflamasi kelenjar tiroid yang ditandai oleh pelepasan hormon tiroid akibat destruksi jaringan folikel, bukan akibat peningkatan sintesis hormon. Secara klinis, tiroiditis sering disertai nyeri tekan pada kelenjar tiroid, gejala inflamasi sistemik, serta dapat diikuti fase hipotiroid transien, yang tidak ditemukan pada toxic nodular goiter.

Pemeriksaan penunjang pada tiroiditis menunjukkan peningkatan Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR) atau C-Reactive Protein (CRP), disertai Radioactive Iodine Uptake (RAIU) yang rendah, mencerminkan penurunan sintesis hormon.[28,29]

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penunjang yang dilakukan meliputi pemeriksaan darah, pemeriksaan radioaktif, pemeriksaan ultrasonografi, dan pemeriksaan histopatologi.[1,7,11,15,21,23]

Pemeriksaan Darah

Pemeriksaan darah menunjukkan pola hipertiroidisme dengan penurunan TSH disertai peningkatan FT4 atau FT3. Pemeriksaan antibodi tiroid, seperti thyroid-stimulating immunoglobulin (TSI) dan anti-thyroid peroxidase (anti-TPO), umumnya negatif atau dalam batas normal, sehingga membantu membedakan kondisi ini dari Graves’ disease yang bersifat autoimun.[1,7,11,15]

Pemeriksaan Radioaktif

Modalitas diagnostik utama pada toxic nodular goiter adalah radioactive iodine uptake (RAIU) dan skintigrafi tiroid, yang menunjukkan uptake fokal meningkat pada satu atau beberapa nodul autonom (hot nodules) dengan supresi aktivitas jaringan tiroid di sekitarnya.[1,7,11,15]

Pemeriksaan Ultrasonografi

Ultrasonografi (USG) tiroid digunakan untuk mengevaluasi jumlah, ukuran, dan morfologi nodul, serta struktur jaringan sekitarnya. Pada toxic nodular goiter, USG umumnya menunjukkan nodul solid multipel dengan vaskularisasi variabel. Pemeriksaan ini juga berperan dalam mengidentifikasi nodul non-fungsional dengan karakteristik mengarah pada keganasan, meskipun temuan USG tidak dapat menentukan status fungsional nodul.[11,12,23]

Pemeriksaan Histopatologi

Pemeriksaan histopatologi tidak dilakukan secara rutin pada nodul hipersekretorik karena risiko keganasan relatif rendah. Namun, biopsi aspirasi jarum halus dapat dipertimbangkan bila terdapat nodul dengan tanda klinis atau ultrasonografi yang mencurigakan. Temuan histopatologi pada toxic nodular goiter umumnya menunjukkan hiperplasia folikular nodular tanpa ciri khas autoimunitas.[11,20,21]

Referensi

1. Khalid N, Can AS. Plummer disease. StatPearls Publishing; 2025 Jan-. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK565856/
7. Ross DS. Diagnosis of Hyperthyroidisme. UpToDate. 2025. https://www.uptodate.com/contents/diagnosis-of-hyperthyroidism?topicRef=7873&source=see_link#H22
8. A.D.A.M. Toxic Nodular Goiter. 2024. https://ssl.adam.com/content.aspx?productid=143&isarticlelink=false&pid=1&gid=000317&site=chifranciscan.adam.com&login=chi_1977
11. Orlander PR. Toxic Nodular Goiter. 2025. https://emedicine.medscape.com/article/120497
12. Saran S. Multinodular Goiter. Goiter - Causes and Treatment. IntechOpen; 2020. http://dx.doi.org/10.5772/intechopen.90325
15. Blick C, Nguyen M, Jialal I. Thyrotoxicosis. StatPearls Publishing; 2025 Jan https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482216/
20. Mohamed TZ, Sultan AAEA, Tag El-Din M, et al. Incidence and Risk Factors of Thyroid Malignancy in Patients with Toxic Nodular Goiter. International journal of surgical oncology, 2022, 1054297. https://doi.org/10.1155/2022/1054297
21. Lau, L.W., Ghaznavi, S., Frolkis, A.D. et al. Malignancy risk of hyperfunctioning thyroid nodules compared with non-toxic nodules: systematic review and a meta-analysis. Thyroid Res 14, 3 (2021). https://doi.org/10.1186/s13044-021-00094-1
23. Stanford Medicine. Thyroid Exam. Stanford Medicine. 2026. https://med.stanford.edu/stanfordmedicine25/the25/thyroid.html
24. Pokhrel B, Bhusal K. Graves Disease. StatPearls Publishing; 2025 Jan-. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448195/
25. Yeung SC. Graves’ Disease. Medscape. 2026. https://emedicine.medscape.com/article/120619-overview
26. Hanna M, Sun B, Shekarappa R. Toxic Thyroid Adenoma Presenting as Apathetic Hyperthyroidism: A Case Report. Cureus, 2024. 16(5):e61322. DOI 10.7759/cureus.61322. 2024. https://assets.cureus.com/uploads/case_report/pdf/177817/20240628-12257-1rtrk4q.pdf
27. Mulita F, Anjum F. Thyroid Adenoma. StatPearls Publishing; 2025 Jan-. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK562252/
28. Fariduddin MM, Singh G. Thyroiditis. StatPearls Publishing; 2025 Jan-. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK555975/
29. Ministry of Public Health Qatar. National Clinical Guideline: The Diagnosis and Management of Thyrotoxicosis in Adults. 2024.

Epidemiologi Toxic Nodular Goiter
Penatalaksanaan Toxic Nodular Go...

Artikel Terkait

  • Peran Thyroid Scintigraphy dalam Mendiagnosis Kelainan Tiroid
    Peran Thyroid Scintigraphy dalam Mendiagnosis Kelainan Tiroid
  • Manajemen Hipertiroid Dalam Kehamilan
    Manajemen Hipertiroid Dalam Kehamilan
  • Efikasi dan Keamanan Methimazole dan Propylthiouracil pada Hipertiroid – Telaah Jurnal Alomedika
    Efikasi dan Keamanan Methimazole dan Propylthiouracil pada Hipertiroid – Telaah Jurnal Alomedika
Diskusi Terkait
Anonymous
Dibuat 15 Juli 2025, 10:18
Cara Tappering Down obat pada pasien Hipertiroid
Oleh: Anonymous
0 Balasan
ALO Dokter. Selamat pagi dok, izin diskusi mengenai pasien Hipertiroid, Laki laki 39 Tahun dengan pengobatan Tryzol selama 5 bulan dan didapatkan kadas FT4...
Anonymous
Dibalas 02 Mei 2025, 14:30
Apakah pasien dengan hipertiroid tidak boleh minum Teh dan Kopi?
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo Dokter, Maaf dok izin bertanya, Apakah hipertiroid tidak boleh minum Teh dan Kopi ?
Anonymous
Dibalas 26 Januari 2024, 07:55
Keluhan jantung berdabar, mudah berkeringat, namun hasil TSH normal
Oleh: Anonymous
5 Balasan
Selamat pagi rakn sejawatIzin bertanya, ada pasien perempuan 32 tahun memiliki gejala jantung berdebar2 SD 4 hari keringat jika melakukan pekerjaan kecil sjj...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.