Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Epidemiologi Toxic Nodular Goiter annisa-meidina 2026-03-13T10:28:21+07:00 2026-03-13T10:28:21+07:00
Toxic Nodular Goiter
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Epidemiologi Toxic Nodular Goiter

Oleh :
dr.Nailla Fariq Alfiani
Share To Social Media:

Menurut data epidemiologi, toxic nodular goiter (TNG) atau Plummer disease memiliki angka kejadian yang rendah, diperkirakan sekitar 1,5-18 kasus per 100.000 orang per tahun. Mortalitas terkait penyakit ini juga jarang ditemukan, yang mana mortalitas umumnya berkaitan dengan komplikasi hipertiroidisme yang berat dan kanker tiroid.[1,7,11,15,22]

Global

Secara global, hipertiroidisme merupakan gangguan endokrin yang sering dijumpai dengan spektrum etiologi yang luas. Dalam kelompok hipertiroidisme non-autoimun, toxic nodular goiter menempati posisi penting sebagai manifestasi akhir dari gondok multinodular kronik. Penyakit ini mencerminkan proses patologis jangka panjang yang ditandai oleh perubahan struktural dan molekuler kelenjar tiroid, sehingga lebih sering teridentifikasi pada fase lanjut.[1,11,16]

Laporan epidemiologi internasional menunjukkan bahwa insidensi toxic nodular goiter berkisar antara 1,5–18 kasus per 100.000 orang-tahun, dengan variasi antarwilayah yang dipengaruhi oleh karakteristik populasi dan faktor lingkungan. Meski kejadiannya lebih menonjol pada kelompok usia lanjut, toxic nodular goiter tetap merupakan penyebab hipertiroidisme yang bermakna di berbagai negara, termasuk wilayah dengan masalah kecukupan iodium.[1,11,15,16].

Indonesia

Data epidemiologi nasional toxic nodular goiter belum tersedia. Beberapa studi lokal hanya menyebutkan prevalensi gondok yang ada di Indonesia, sebagaimana dalam studi di Wonogiri, Jawa Tengah, dan di RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno Bangka Belitung.[17,18]

Di Kecamatan Kismantoro, Wonogiri pada tahun 2020, dari 41 kasus goiter (50%), 38 pasien (57,6%) berusia >40 tahun, dan 11 pasien (84,6%) tidak mengonsumsi garam beriodium,. Sementara itu, pada penelitian di RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno Bangka Belitung, dari 83 pasien hipertiroid, dilaporkan bahwa 71 orang (85,5%) mengalami goiter.[17,18]

Dalam studi lain di RSU Negara pada tahun 2019, didapatkan ada 41 pasien dengan struma, di mana 25 pasien (61%) didiagnosis sebagai toxic nodular goiter. Mayoritas pasien adalah perempuan dan kelompok usia terbanyak berada pada 45–54 tahun.[19]

Mortalitas

Kematian pada toxic nodular goiter umumnya berkaitan dengan komplikasi hipertiroidisme berat, terutama thyroid storm dan gangguan kardiovaskular akibat keadaan hipermetabolik kronis. Toxic nodular goiter meningkatkan risiko fibrilasi atrium, gagal jantung, dan kardiomiopati.

Selain itu, toxic nodular goiter juga memiliki implikasi onkologi. Data retrospektif menunjukkan bahwa kanker tiroid ditemukan pada sekitar 18–21% pasien toxic nodular goiter yang menjalani tiroidektomi. Subtipe yang paling sering dijumpai adalah karsinoma papiler dan varian folikular.[1,20-22]

Referensi

1. Khalid N, Can AS. Plummer disease. StatPearls Publishing; 2025 Jan-. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK565856/
7. Ross DS. Diagnosis of Hyperthyroidisme. UpToDate. 2025. https://www.uptodate.com/contents/diagnosis-of-hyperthyroidism?topicRef=7873&source=see_link#H22
11. Orlander PR. Toxic Nodular Goiter. 2025. https://emedicine.medscape.com/article/120497
15. Blick C, Nguyen M, Jialal I. Thyrotoxicosis. StatPearls Publishing; 2025 Jan https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482216/
16. Lee, S. Y., & Pearce, E. N. Hyperthyroidism: A Review. JAMA, 2023. 330(15), 1472–1483. https://doi.org/10.1001/jama.2023.19052
17. Ramadhaningtiyas, A., Dewi, Y. L. R., & Sugihardjo, S. Factors Associated with Goiter Incidence in Farmers in Kismantoro Sub-District, Wonogiri Regency. Amerta Nutrition, 2022. 6(2), 148–154. https://doi.org/10.20473/amnt.v6i2.2022.148-154
18. Rahmatullah A, Fadhila L, Mussyafa A, et al. Characteristics and Therapeutic Patterns of Hyperthyroidism in Eastern Indonesia: A Hospital-Based Study. Jurnal Biologi Tropis, 2025. 25. 5834-5840. 10.29303/jbt.v25i4.10431. https://www.researchgate.net/publication/396862860_Characteristics_and_Therapeutic_Patterns_of_Hyperthyroidism_in_Eastern_Indonesia_A_Hospital-Based_Study
19. Bharata BS. Gambaran Kejadian Struma di RSU Negara Tahun 2019-2020. E-Jurnal Medika Udayana, 2023. [S.l.], v. 12, n. 4, p. 103-106. ISSN 2303-1395. https://ojs.unud.ac.id/index.php/eum/article/view/69116
20. Mohamed TZ, Sultan AAEA, Tag El-Din M, et al. Incidence and Risk Factors of Thyroid Malignancy in Patients with Toxic Nodular Goiter. International journal of surgical oncology, 2022, 1054297. https://doi.org/10.1155/2022/1054297
21. Lau, L.W., Ghaznavi, S., Frolkis, A.D. et al. Malignancy risk of hyperfunctioning thyroid nodules compared with non-toxic nodules: systematic review and a meta-analysis. Thyroid Res 14, 3 (2021). https://doi.org/10.1186/s13044-021-00094-1
22. Gravila A. Thyroid Cancer: Global long-term thyroid cancer death rate trends over the past 30 years. Clinical Thyroidology® for the Public, 2020. Volume 13 | Issue 6 | 2020. https://www.thyroid.org/wp-content/uploads/publications/ctfp/volume13/issue6/ct_public_v136_3_4.pdf

Etiologi Toxic Nodular Goiter
Diagnosis Toxic Nodular Goiter

Artikel Terkait

  • Peran Thyroid Scintigraphy dalam Mendiagnosis Kelainan Tiroid
    Peran Thyroid Scintigraphy dalam Mendiagnosis Kelainan Tiroid
  • Manajemen Hipertiroid Dalam Kehamilan
    Manajemen Hipertiroid Dalam Kehamilan
  • Efikasi dan Keamanan Methimazole dan Propylthiouracil pada Hipertiroid – Telaah Jurnal Alomedika
    Efikasi dan Keamanan Methimazole dan Propylthiouracil pada Hipertiroid – Telaah Jurnal Alomedika
Diskusi Terkait
Anonymous
Dibuat 15 Juli 2025, 10:18
Cara Tappering Down obat pada pasien Hipertiroid
Oleh: Anonymous
0 Balasan
ALO Dokter. Selamat pagi dok, izin diskusi mengenai pasien Hipertiroid, Laki laki 39 Tahun dengan pengobatan Tryzol selama 5 bulan dan didapatkan kadas FT4...
Anonymous
Dibalas 02 Mei 2025, 14:30
Apakah pasien dengan hipertiroid tidak boleh minum Teh dan Kopi?
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo Dokter, Maaf dok izin bertanya, Apakah hipertiroid tidak boleh minum Teh dan Kopi ?
Anonymous
Dibalas 26 Januari 2024, 07:55
Keluhan jantung berdabar, mudah berkeringat, namun hasil TSH normal
Oleh: Anonymous
5 Balasan
Selamat pagi rakn sejawatIzin bertanya, ada pasien perempuan 32 tahun memiliki gejala jantung berdebar2 SD 4 hari keringat jika melakukan pekerjaan kecil sjj...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.