Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Patofisiologi Toxic Nodular Goiter annisa-meidina 2026-03-13T10:15:05+07:00 2026-03-13T10:15:05+07:00
Toxic Nodular Goiter
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Patofisiologi Toxic Nodular Goiter

Oleh :
dr.Nailla Fariq Alfiani
Share To Social Media:

Patofisiologi toxic nodular goiter (TNG) atau Plummer disease bermula dari gondok multinodular kronis akibat stimulasi thyroid-stimulating hormone (TSH) jangka panjang, yang sering berkaitan dengan defisiensi iodium dan memicu hiperplasia folikular serta pembentukan nodul. Seiring waktu, sebagian nodul menjadi autonom dan mensekresikan hormon tiroid secara berlebihan, menyebabkan supresi TSH dan hipertiroidisme progresif.[1,7,8,11,12]

Gondok Multinodular Non-Toksik dan Stimulasi TSH Kronis

Toxic nodular goiter sering berawal dari gondok multinodular non-toksik, suatu kondisi adaptif kelenjar tiroid terhadap stimulasi thyroid-stimulating hormone (TSH) yang berlangsung lama. Dalam keadaan defisiensi iodium atau rangsangan TSH yang persisten, sel folikular tiroid mengalami hiperplasia dan pembelahan berulang, yang mengarah pada pembentukan nodul dengan heterogenitas struktural dan fungsional.

Nodul yang terbentuk pada fase ini awalnya mempertahankan regulasi oleh TSH, namun menyediakan substrat morfologis yang menjadi dasar transformasi patologis selanjutnya. Proses adaptif ini menyebabkan perkembangan nodul autonom yang kemudian mendominasi fungsi hormon tiroid.[1,7,8,11,12]

Mutasi Somatik dan Perubahan Molekuler pada Nodul

Seiring evolusi penyakit, sebagian sel folikular yang membentuk nodul mengalami mutasi somatik, terutama pada gen reseptor TSH dan komponen jalur transduksi sinyal intraseluler seperti jalur cyclic adenosine monophosphate (cAMP)/protein kinase A (PKA). Mutasi tersebut mengakibatkan aktivasi konstitutif sinyal proliferatif dan sekresi hormon, yang membuat nodul kehilangan ketergantungan terhadap rangsangan TSH normal.

Akibatnya, beberapa nodul berkembang menjadi nodul autonom, yang mampu mensekresikan hormon tiroid secara kontinu dan berlebihan tanpa kendali umpan balik fisiologis. Teori ini didukung oleh temuan molekuler dari studi somatik yang menunjukkan aktivasi jalur sinyal intraseluler pada nodul tiroid toksik.[1,7,8,11,12]

Disregulasi Hormon Tiroid dan Supresi TSH

Nodul autonom yang telah mengalami perubahan molekuler akan menghasilkan hormon tiroid terutama triiodotironin (T3) dan tiroksin (T4) secara berlebihan dan independen dari kebutuhan metabolik tubuh. Peningkatan kadar hormon tiroid dalam sirkulasi menyebabkan supresi sekresi TSH oleh hipofisis melalui mekanisme umpan balik negatif.

Penurunan TSH ini selanjutnya menghambat fungsi folikel tiroid normal yang tersisa, sehingga nodul autonom mendominasi produksi hormon. Disregulasi ini menciptakan keadaan hipertiroidisme yang progresif dan sering berkembang secara perlahan tanpa gejala klinis yang jelas pada fase awal.[1,7,8,11,12]

Manifestasi Klinis Hipertiroidisme

Kelebihan hormon tiroid meningkatkan laju metabolisme basal dan memperkuat respons jaringan terhadap katekolamin, yang secara klinis terwujud sebagai gejala hipertiroidisme. Peningkatan metabolisme menyebabkan intoleransi panas, penurunan berat badan, dan tremor, sedangkan efek katekolamin memicu palpitasi, takikardia, dan kecemasan.

Gejala lain dapat mencakup kelemahan otot, gangguan tidur, dan perubahan mood. Pada pasien usia lanjut, manifestasi sering kali bersifat atipikal, dengan dominasi keluhan kardiovaskular seperti fibrilasi atrium atau intoleransi aktivitas fisik yang menonjol dibanding gejala tirotoksik klasik.[1,7,8,11,12]

Komplikasi Akibat Hipertiroidisme Persisten

Apabila hipertiroidisme yang disebabkan oleh nodul autonom tidak diatasi, kondisi hormonal yang terus menerus meningkat dapat menimbulkan komplikasi sistemik. Pada sistem kardiovaskular, hipertiroidisme kronis meningkatkan risiko fibrilasi atrium, gagal jantung, dan kardiomiopati, terutama pada pasien lanjut usia atau dengan penyakit jantung baseline.

Selain itu, efek metabolik jangka panjang dari hormon tiroid yang berlebihan dapat mempercepat resorpsi tulang, meningkatkan risiko osteoporosis dan fraktur patologis. Komplikasi lain termasuk gangguan kognitif, kerentanan infeksi, dan penurunan kualitas hidup secara keseluruhan.[1,7,8,11,12].

Referensi

1. Khalid N, Can AS. Plummer disease. StatPearls Publishing; 2025 Jan-. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK565856/
7. Ross DS. Diagnosis of Hyperthyroidisme. UpToDate. 2025. https://www.uptodate.com/contents/diagnosis-of-hyperthyroidism?topicRef=7873&source=see_link#H22
8. A.D.A.M. Toxic Nodular Goiter. 2024. https://ssl.adam.com/content.aspx?productid=143&isarticlelink=false&pid=1&gid=000317&site=chifranciscan.adam.com&login=chi_1977
11. Orlander PR. Toxic Nodular Goiter. 2025. https://emedicine.medscape.com/article/120497
12. Saran S. Multinodular Goiter. Goiter - Causes and Treatment. IntechOpen; 2020. http://dx.doi.org/10.5772/intechopen.90325

Pendahuluan Toxic Nodular Goiter
Etiologi Toxic Nodular Goiter

Artikel Terkait

  • Peran Thyroid Scintigraphy dalam Mendiagnosis Kelainan Tiroid
    Peran Thyroid Scintigraphy dalam Mendiagnosis Kelainan Tiroid
  • Manajemen Hipertiroid Dalam Kehamilan
    Manajemen Hipertiroid Dalam Kehamilan
  • Efikasi dan Keamanan Methimazole dan Propylthiouracil pada Hipertiroid – Telaah Jurnal Alomedika
    Efikasi dan Keamanan Methimazole dan Propylthiouracil pada Hipertiroid – Telaah Jurnal Alomedika
Diskusi Terkait
Anonymous
Dibuat 15 Juli 2025, 10:18
Cara Tappering Down obat pada pasien Hipertiroid
Oleh: Anonymous
0 Balasan
ALO Dokter. Selamat pagi dok, izin diskusi mengenai pasien Hipertiroid, Laki laki 39 Tahun dengan pengobatan Tryzol selama 5 bulan dan didapatkan kadas FT4...
Anonymous
Dibalas 02 Mei 2025, 14:30
Apakah pasien dengan hipertiroid tidak boleh minum Teh dan Kopi?
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo Dokter, Maaf dok izin bertanya, Apakah hipertiroid tidak boleh minum Teh dan Kopi ?
Anonymous
Dibalas 26 Januari 2024, 07:55
Keluhan jantung berdabar, mudah berkeringat, namun hasil TSH normal
Oleh: Anonymous
5 Balasan
Selamat pagi rakn sejawatIzin bertanya, ada pasien perempuan 32 tahun memiliki gejala jantung berdebar2 SD 4 hari keringat jika melakukan pekerjaan kecil sjj...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.