Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Toxic Nodular Goiter annisa-meidina 2026-03-13T10:13:43+07:00 2026-03-13T10:13:43+07:00
Toxic Nodular Goiter
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Pendahuluan Toxic Nodular Goiter

Oleh :
dr.Nailla Fariq Alfiani
Share To Social Media:

Toxic nodular goiter (TNG) atau Plummer disease merupakan suatu bentuk hipertiroidisme yang ditandai oleh keberadaan satu atau lebih nodul tiroid hiperfungsi. Pada fase lanjut, nodul tiroid tersebut mampu mensekresikan hormon tiroid secara autonom dan tidak lagi berada di bawah regulasi fisiologis thyroid-stimulating hormone (TSH).

Toxic nodular goiter umumnya berkembang dari gondok multinodular non-toksik yang telah berlangsung lama. Toxic nodular goiter merupakan salah satu penyebab utama hipertiroidisme non-autoimun, terutama pada populasi usia lanjut.[1,2]

MethimazolePropylthiouracilHipertiroid

Secara etiopatofisiologi, toxic nodular goiter berawal dari stimulasi TSH kronis, yang sering berkaitan dengan defisiensi iodium, sehingga memicu hiperplasia folikular berulang dan pembentukan nodul tiroid. Dalam perjalanan penyakit, sebagian nodul mengalami mutasi somatik, terutama pada gen reseptor TSH atau jalur transduksi sinyal intraseluler yang menyebabkan aktivasi autonom produksi hormon tiroid.[3-6]

Nodul yang telah mengalami transformasi ini menjadi tidak lagi bergantung pada stimulasi TSH dan mampu menghasilkan hormon tiroid secara berlebihan. Peningkatan kadar hormon tiroid selanjutnya menekan sekresi TSH hipofisis, sehingga jaringan tiroid normal di sekitarnya terinhibisi, sementara nodul autonom tetap aktif dan menjadi sumber utama hipertiroidisme.[1–3].

Diagnosis toxic nodular goiter ditegakkan melalui korelasi antara temuan klinis dan pemeriksaan penunjang. Anamnesis berfokus pada gejala hipertiroidisme yang berkembang perlahan, riwayat gondok multinodular jangka panjang, serta faktor risiko seperti usia lanjut dan defisiensi iodium. Pada pemeriksaan fisik umumnya ditemukan pembesaran kelenjar tiroid dengan permukaan nodular disertai tanda hipermetabolik, tanpa adanya oftalmopati.[1,7–9]

Pemeriksaan laboratorium menunjukkan supresi TSH disertai peningkatan kadar triiodotironin (T3) atau tiroksin (T4). Ultrasonografi tiroid berperan dalam evaluasi morfologi, jumlah, dan karakteristik nodul, sedangkan pencitraan radionuklida merupakan pemeriksaan kunci yang memperlihatkan nodul hiperfungsi dengan supresi jaringan tiroid di sekitarnya.

Diagnosis banding utama meliputi Grave’s disease, toxic thyroid adenomas, dan tiroiditis. Diagnosis banding ini dapat dibedakan berdasarkan gambaran klinis, pemeriksaan antibodi tiroid, serta karakteristik uptake pada skintigrafi.[1,7–10]

Tata laksana toxic nodular goiter bertujuan mencapai kondisi eutiroid melalui terapi definitif, mengingat kondisi ini jarang mengalami remisi spontan. Radioactive iodine (RAI) merupakan pilihan terapi utama pada sebagian besar pasien dewasa.

Tindakan pembedahan berupa tiroidektomi subtotal atau total diindikasikan pada pasien dengan goiter multinodular berukuran besar atau substernal, adanya gejala kompresi, maupun kecurigaan keganasan. Obat antitiroid dan β-blocker berperan sebagai terapi simptomatik serta persiapan sebelum terapi definitif diberikan.[1,7,8,11]

Referensi

1. Khalid N, Can AS. Plummer disease. StatPearls Publishing; 2025 Jan-. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK565856/
2. Ivannikova T.E., Bezlepkina O.B., Abdulhabirova F.M., Abrosimov A.U., Degtyarev M.V., Zubkova N.A. Nodular toxic goiter in children: clinical features, morphological variants. Problems of Endocrinology. 2021;67(2):102-110. (In Russ.) https://doi.org/10.14341/probl12738
3. Musiałkiewicz, J., Komarnicki, P., Ziółkowska, P., Czepczyński, R., Ruchała, M., & Gut, P. Hyperthyroidism caused by massive toxic nodular goiter accompanied by primary hyperparathyroidism. Polish archives of internal medicine, 2024. 134(9), 16802. https://doi.org/10.20452/pamw.16802
4. Elbalka, S. S., Metwally, I. H., Shetiwy, M., Awny, S., Hamdy, O., Kotb, S. Z., Shoman, A. M., Shahda, E., & Elzahaby, I. A. Prevalence and predictors of thyroid cancer among thyroid nodules: a retrospective cohort study of 1,000 patients. Annals of the Royal College of Surgeons of England, 2021. 103(9), 683–689. https://doi.org/10.1308/rcsann.2021.0057
5. Censi, S., Salmaso, L., Ceccato, F., Manso, J., Fedeli, U., Saia, M., & Mian, C. Hyperthyroidism incidence in a large population-based study in northeastern Italy. Endocrine connections, 2023. 12(12), e230292. https://doi.org/10.1530/EC-23-0292
6. Yakubouski S.U., Kandratsenka H.H., Salko O.B., Kuz’menkova E.I. Epidemiology of benign thyroid disorders in the adult population of the Republic of Belarus: analysis of nationwide statistics 2009 to 2019. Problems of Endocrinology. 2022;68(3):30-43. https://doi.org/10.14341/probl12844
7. Ross DS. Diagnosis of Hyperthyroidisme. UpToDate. 2025. https://www.uptodate.com/contents/diagnosis-of-hyperthyroidism?topicRef=7873&source=see_link#H22
8. A.D.A.M. Toxic Nodular Goiter. 2024. https://ssl.adam.com/content.aspx?productid=143&isarticlelink=false&pid=1&gid=000317&site=chifranciscan.adam.com&login=chi_1977
9. Riis, T., Bonnema, S. J., Brix, T. H., & Folkestad, L. Hyperthyroidism and the risk of non-thyroid cancer: a Danish register-based long-term follow-up study. European thyroid journal, 2024. 13(2), e230181. https://doi.org/10.1530/ETJ-23-0181
10. Ezber, R., Ülgen, E. D., Ateş, İ., & Yilmaz, N. Evaluation of the prevalence and laboratory test results of overt thyrotoxicosis cases. Romanian journal of internal medicine = Revue roumaine de medecine interne, 2024. 62(3), 272–278. https://doi.org/10.2478/rjim-2024-0007
11. Orlander PR. Toxic Nodular Goiter. 2025. https://emedicine.medscape.com/article/120497

Patofisiologi Toxic Nodular Goiter

Artikel Terkait

  • Peran Thyroid Scintigraphy dalam Mendiagnosis Kelainan Tiroid
    Peran Thyroid Scintigraphy dalam Mendiagnosis Kelainan Tiroid
  • Manajemen Hipertiroid Dalam Kehamilan
    Manajemen Hipertiroid Dalam Kehamilan
  • Efikasi dan Keamanan Methimazole dan Propylthiouracil pada Hipertiroid – Telaah Jurnal Alomedika
    Efikasi dan Keamanan Methimazole dan Propylthiouracil pada Hipertiroid – Telaah Jurnal Alomedika
Diskusi Terkait
Anonymous
Dibuat 15 Juli 2025, 10:18
Cara Tappering Down obat pada pasien Hipertiroid
Oleh: Anonymous
0 Balasan
ALO Dokter. Selamat pagi dok, izin diskusi mengenai pasien Hipertiroid, Laki laki 39 Tahun dengan pengobatan Tryzol selama 5 bulan dan didapatkan kadas FT4...
Anonymous
Dibalas 02 Mei 2025, 14:30
Apakah pasien dengan hipertiroid tidak boleh minum Teh dan Kopi?
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo Dokter, Maaf dok izin bertanya, Apakah hipertiroid tidak boleh minum Teh dan Kopi ?
Anonymous
Dibalas 26 Januari 2024, 07:55
Keluhan jantung berdabar, mudah berkeringat, namun hasil TSH normal
Oleh: Anonymous
5 Balasan
Selamat pagi rakn sejawatIzin bertanya, ada pasien perempuan 32 tahun memiliki gejala jantung berdebar2 SD 4 hari keringat jika melakukan pekerjaan kecil sjj...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.