Kontraindikasi dan Peringatan Kontrasepsi Darurat
Kontrasepsi darurat kontraindikasi pada kondisi kehamilan karena metode ini tidak efektif pada kehamilan yang sudah terjadi. Metode kombinasi estrogen–progestin tidak dianjurkan pada perempuan dengan kontraindikasi estrogen, seperti riwayat tromboemboli, penyakit kardiovaskular, atau migrain dengan aura. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) tembaga dikontraindikasikan pada kehamilan, infeksi pelvis aktif, dan kelainan anatomi uterus.
Peringatan penggunaan kontrasepsi darurat mencakup penurunan efektivitas bila penggunaan tertunda. Selain itu, perlu dilakukan konseling tentang metode kontrasepsi lanjutan bagi pasien.[1-5]
Kontraindikasi
Kehamilan yang telah dikonfirmasi merupakan kontraindikasi utama karena kontrasepsi darurat tidak memiliki efek terapeutik pada kehamilan yang sedang berlangsung. Pada kontrasepsi darurat oral, hipersensitivitas terhadap zat aktif merupakan kontraindikasi absolut.
Penggunaan ulipristal asetat perlu berhati-hati pada pasien dengan asma berat yang tidak terkontrol dengan glukokortikoid. Metode kombinasi estrogen–progestin juga memiliki kontraindikasi terkait komponen estrogen, seperti riwayat tromboemboli, penyakit kardiovaskular, dan migrain dengan aura.
Pada penggunaan AKDR tembaga sebagai kontrasepsi darurat, kontraindikasi mencakup kehamilan yang telah terjadi, infeksi pelvis aktif, servisitis purulen, penyakit radang panggul yang sedang berlangsung, serta perdarahan genital yang belum terdiagnosis penyebab dasarnya.[1,2,5,9,15]
Peringatan
Efikasi kontrasepsi darurat menurun seiring bertambahnya interval sejak hubungan seksual tanpa proteksi, sehingga pemberian harus dilakukan sesegera mungkin.
Pasien perlu diinformasikan bahwa kontrasepsi darurat tidak memberikan perlindungan terhadap hubungan seksual berikutnya dalam siklus yang sama dan tidak melindungi dari infeksi menular seksual. Selain itu, kontrasepsi darurat tidak dianjurkan sebagai metode kontrasepsi rutin.
Setelah penggunaan kontrasepsi darurat, dapat terjadi keterlambatan atau percepatan menstruasi, serta perdarahan tidak teratur, yang umumnya bersifat sementara. Namun, keterlambatan menstruasi yang memanjang atau nyeri abdomen hebat memerlukan evaluasi untuk menyingkirkan kehamilan, termasuk kehamilan ektopik.[1,2,5,9,15]