Pendahuluan Kontrasepsi Darurat
Kontrasepsi darurat adalah suatu pil atau metode kontrasepsi yang digunakan untuk mengurangi risiko kehamilan setelah melakukan hubungan seksual tanpa pengaman, kegagalan metode kontrasepsi lainnya, atau pelecehan seksual. Kontrasepsi darurat memiliki profil keamanan yang cukup tinggi, risiko efek samping yang rendah dan juga kemanjuran yang tinggi bila diberikan sesuai dengan waktu yang dianjurkan.[1]
Kontrasepsi darurat memiliki mekanisme menunda ovulasi sehingga menurunkan kemungkinan risiko kehamilan. Selain itu, beberapa metode kontrasepsi darurat menciptakan lingkungan yang tidak kondusif bagi fertilisasi atau implantasi.[1-4]
Efikasi kontrasepsi darurat berkaitan dengan interval antara hubungan seksual dan pemberian obat, yang mana efikasi semakin baik bila diberikan segera setelah berhubungan seksual. Penggunaan kontrasepsi darurat ini juga dapat menurunkan angka aborsi dan dampak sampingnya terhadap kesehatan fisik dan mental pasien.[1,2]
Metode kontrasepsi darurat yang tersedia secara klinis meliputi kontrasepsi oral dan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) tembaga. Kontrasepsi oral terdiri dari levonorgestrel (LNG) dan ulipristal asetat (UPA), yang bekerja terutama dengan menghambat atau menunda ovulasi. LNG paling efektif bila digunakan dalam ≤72 jam pascakoitus, sedangkan UPA dapat digunakan hingga 120 jam dan memiliki efikasi yang lebih konsisten mendekati waktu ovulasi.
AKDR tembaga dapat dipasang hingga 5 hari setelah hubungan seksual. Mekanisme aksi utama dari metode ini adalah menciptakan lingkungan spermisidal dan mencegah fertilisasi, sekaligus memberikan kontrasepsi jangka panjang.
Cara penggunaan dan dosis harus tepat untuk memaksimalkan efikasi. LNG diberikan dalam dosis tunggal 1,5 mg per oral atau 0,75 mg dua kali dengan interval 12 jam. Muntah dalam 3 jam setelah konsumsi memerlukan pengulangan dosis. UPA diberikan sebagai dosis tunggal 30 mg per oral, dan penggunaannya tidak dianjurkan bersamaan dengan kontrasepsi hormonal lain dalam 5 hari berikutnya karena potensi interaksi farmakodinamik.[1-4]
Tabel 1. Deskripsi Singkat Kontrasepsi Darurat
| Perihal | Deskripsi |
| Kelas | Kontrasepsi.[1,2] |
| Subkelas | - |
| Akses | Resep dan obat bebas.[1,2,5] |
| Wanita hamil | Dikontraindikasikan pada wanita hamil atau yang dicurigai hamil.[5] |
| Wanita menyusui | Kandungan progestin pada kontrasepsi darurat oral bisa dikeluarkan ke ASI dalam jumlah kecil.[5] |
| Anak-anak | Tidak diindikasikan penggunaannya bagi anak pre-menarke.[5] |
| FDA | Approved.[5] |