Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Kontrasepsi Darurat
Kontrasepsi darurat tidak diindikasikan pada kehamilan yang telah terjadi dan tidak efektif bila diberikan pada ibu hamil. Meski begitu, terdapat bukti yang menunjukkan bahwa paparan tidak disengaja terhadap kontrasepsi darurat oral tidak bersifat teratogenik dan tidak meningkatkan risiko keguguran atau kelainan janin.
Pada ibu menyusui, levonorgestrel dinilai aman karena hanya diekskresikan dalam jumlah kecil ke dalam ASI dan tidak menunjukkan efek klinis bermakna pada bayi. AKDR tembaga aman digunakan pada ibu menyusui karena tidak menimbulkan efek sistemik dan tidak memengaruhi produksi maupun kualitas ASI.[1,2,5,9]
Penggunaan pada Kehamilan
Kontrasepsi darurat tidak diindikasikan untuk digunakan pada kehamilan yang telah terjadi karena mekanisme kerjanya adalah mencegah ovulasi atau fertilisasi sebelum implantasi, sehingga tidak memiliki efek terapeutik pada kehamilan yang sudah berlangsung. Oleh karena itu, sebelum penggunaan kontrasepsi darurat, penting dilakukan penilaian klinis untuk menyingkirkan kemungkinan kehamilan yang telah terbentuk.
Beberapa bukti telah menunjukkan bahwa paparan tidak disengaja terhadap kontrasepsi darurat oral, termasuk levonorgestrel maupun ulipristal asetat, pada perempuan yang ternyata sudah hamil tidak dikaitkan dengan peningkatan risiko keguguran, kehamilan ektopik, atau kelainan kongenital.
Demikian pula, pemasangan AKDR tembaga tidak dilakukan pada kehamilan yang telah dikonfirmasi. Namun, tidak ada bukti bahwa kegagalan kontrasepsi darurat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan di kemudian hari.[1,2,5,9]
Penggunaan pada Ibu Menyusui
Penggunaan kontrasepsi darurat pada ibu menyusui umumnya dinilai aman. Levonorgestrel sebagai kontrasepsi darurat oral diekskresikan ke dalam air susu ibu dalam jumlah kecil dan cepat menurun seiring waktu, dengan bukti klinis yang menunjukkan tidak adanya efek merugikan terhadap pertumbuhan, perkembangan, maupun kesehatan bayi.[2,5,13]
Ulipristal asetat juga diekskresikan ke dalam ASI dalam kadar rendah, namun data klinis pada ibu menyusui masih lebih terbatas dibandingkan levonorgestrel. Sebagai langkah kehati-hatian, beberapa pedoman menganjurkan penundaan sementara pemberian ASI setelah penggunaan ulipristal asetat.[1,2,14]
Sementara itu, AKDR tembaga aman digunakan pada ibu menyusui karena tidak memiliki efek sistemik. AKDR tembaga tidak memengaruhi produksi atau kualitas ASI.[2,9]