Pengawasan Klinis Kontrasepsi Darurat
Pengawasan klinis kontrasepsi darurat dimulai dengan penilaian awal yang mencakup waktu sejak hubungan seksual tanpa proteksi, riwayat penggunaan kontrasepsi, siklus menstruasi terakhir, serta kemungkinan kehamilan. Evaluasi ini dilakukan untuk menentukan metode yang paling sesuai dan efektif, termasuk mempertimbangkan faktor klinis seperti indeks massa tubuh, penggunaan obat yang berpotensi berinteraksi, dan adanya kontraindikasi.
Setelah pemberian kontrasepsi darurat oral, pasien perlu diinformasikan mengenai kemungkinan efek samping dan perubahan pola menstruasi. Pasien dianjurkan untuk melakukan tes kehamilan bila menstruasi terlambat lebih dari satu minggu dari waktu yang diharapkan atau bila muncul gejala sugestif kehamilan. Pada pasien yang mengalami muntah segera setelah konsumsi obat, perlu dipertimbangkan pemberian ulang.
Pada penggunaan AKDR tembaga, pemeriksaan ginekologis diperlukan sebelum pemasangan untuk menyingkirkan infeksi pelvis aktif atau kelainan anatomi uterus. Pengawasan klinis juga mencakup efek samping nyeri, perdarahan, atau tanda infeksi, serta evaluasi posisi alat.[1-5,9,15]