Formulasi Kontrasepsi Darurat
Formulasi kontrasepsi darurat yang tersedia di pasaran adalah berupa sediaan oral dan alat intrauterin. Kontrasepsi darurat oral tersedia sebagai tablet levonorgestrel dosis tunggal 1,5 mg atau ulipristal asetat 30 mg. Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) tembaga tersedia sebagai alat intrauterin steril sekali pakai.[1-4]
Bentuk Sediaan
Kontrasepsi darurat tersedia dalam bentuk sediaan oral dan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) tembaga.[1-4]
Sediaan Oral
Sediaan oral tersedia dalam bentuk tablet levonorgestrel 1,5 mg dosis tunggal atau 0,75 mg dua dosis, serta tablet ulipristal asetat 30 mg dosis tunggal. Tablet ini diformulasikan untuk absorpsi cepat melalui saluran cerna guna mencapai konsentrasi terapeutik dalam waktu singkat.[1-5]
Sediaan Intrauterin
AKDR tembaga merupakan bentuk sediaan non-hormonal yang juga telah disetujui untuk digunakan sebagai kontrasepsi darurat. AKDR ini berupa alat medis intrauterin yang mengandung kawat tembaga dan dilepaskan dalam kemasan steril.
Sediaan ini dirancang untuk pemasangan intrauterin hingga 5 hari setelah hubungan seksual tanpa proteksi. Berbeda dengan sediaan oral yang bersifat sementara, AKDR tembaga memberikan efek kontrasepsi segera sekaligus jangka panjang setelah pemasangan.[2,4,6]
Cara Penggunaan
Cara penggunaan kontrasepsi darurat berbeda tergantung dengan sediaannya. Kontrasepsi oral diberikan dengan cara dikonsumsi mandiri oleh pasien melalui rute oral, sedangkan AKDR tembaga perlu dipasang oleh tenaga kesehatan.[1-4]
Sediaan Oral
Kontrasepsi darurat sediaan oral diberikan melalui rute per oral dan harus dikonsumsi sesegera mungkin setelah hubungan seksual tanpa proteksi atau kegagalan metode kontrasepsi untuk mencapai efikasi optimal. Tablet ditelan utuh dengan atau tanpa makanan, dan tidak memerlukan persiapan khusus sebelum pemberian.
Apabila terjadi muntah dalam tiga jam setelah konsumsi, pertimbangkan untuk pemberian ulang karena kemungkinan absorpsi obat yang tidak adekuat. Di praktik, pasien juga perlu dikonseling untuk tidak mengandalkan kontrasepsi darurat sebagai metode rutin, serta dianjurkan menggunakan atau memulai metode kontrasepsi lanjutan setelah periode efikasi obat.[1-5]
Sediaan Intrauterin
Kontrasepsi darurat sediaan intrauterin diberikan melalui pemasangan AKDR tembaga oleh tenaga kesehatan menggunakan teknik aseptik standar. Prosedur dilakukan setelah evaluasi klinis untuk menyingkirkan kehamilan yang sedang berlangsung dan kontraindikasi lain.
AKDR tembaga dimasukkan ke dalam kavum uteri melalui kanalis servikalis menggunakan aplikator. Setelah pemasangan, posisi alat dikonfirmasi dan pasien dipantau terhadap nyeri, perdarahan, atau tanda komplikasi dini.[2,4,6]
Cara Penyimpanan
Obat kontrasepsi darurat oral dapat disimpan di dalam wadah tertutup, dijauhkan dari panas,kelembaban dan cahaya langsung. Simpan di dalam suhu ruang, jangan dibekukan. Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Jangan disimpan bila sudah melewati masa kadaluarsa.[8]
Sementara itu, AKDR tembaga disimpan dalam kemasan sterilnya. Sediaan dapat disimpan dalam suhu ruang 15-30°C.[9]