Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Indikasi dan Dosis Kontrasepsi Darurat annisa-meidina 2026-01-30T09:26:49+07:00 2026-01-30T09:26:49+07:00
Kontrasepsi Darurat
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Indikasi dan Dosis Kontrasepsi Darurat

Oleh :
dr. Alicia Pricelda
Share To Social Media:

Indikasi kontrasepsi darurat adalah untuk mencegah kehamilan setelah hubungan seksual tanpa proteksi, kegagalan metode kontrasepsi (misalnya kondom bocor, lupa pil kontrasepsi), atau pada kasus kekerasan seksual. Kontrasepsi darurat harus diberikan dalam dosis dan rentang waktu yang sesuai sejak koitus.

Regimen yang umum digunakan secara klinis meliputi levonorgestrel per oral sebagai dosis tunggal 1,5 mg atau dua dosis 0,75 mg dengan interval 12 jam, serta ulipristal asetat per oral sebagai dosis tunggal 30 mg. Kedua regimen oral tersebut perlu diberikan sesegera mungkin setelah paparan. Selain itu, alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) tembaga dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat melalui pemasangan intrauterin hingga lima hari pascakoitus.[1-5]

Dosis Levonorgestrel Oral Sebagai Kontrasepsi Darurat

Levonorgestrel sebagai kontrasepsi darurat termasuk metode progestin tunggal dan diberikan melalui rute per oral dengan beberapa pilihan regimen, yaitu:

  • Dua tablet 0,75 mg yang diminum dengan interval 12 jam
  • Satu dosis tunggal 1,5 mg, atau dua tablet 0,75 mg yang dikonsumsi bersamaan.[2,5]

Obat ini harus diberikan sesegera mungkin setelah hubungan seksual tanpa proteksi karena efektivitasnya menurun seiring waktu, dan secara regulatori disetujui untuk digunakan hingga 72 jam pascakoitus. Secara klinis, risiko kehamilan dilaporkan berkisar antara 0,6–3,1% tergantung pada waktu inisiasi pemberian.

Pada dasarnya, kontrasepsi darurat dapat diresepkan setelah rentang 72 jam. Meski begitu, pasien perlu diberikan konseling yang jelas bahwa efikasinya akan menurun.[2,10]

Dosis Ulipristal Asetat Oral Sebagai Kontrasepsi Darurat

Ulipristal asetat merupakan metode kontrasepsi darurat oral golongan selective progesterone receptor modulator (SPRM) yang diberikan melalui rute per oral sebagai dosis tunggal 30 mg dan efektif digunakan hingga 5 hari setelah hubungan seksual tanpa proteksi. Pemberian dilakukan sesegera mungkin, namun secara klinis efikasi relatif stabil dari hari pertama hingga hari kelima, dengan risiko kehamilan dilaporkan sekitar 2%.

Ulipristal asetat memerlukan resep dokter dan direkomendasikan dalam beberapa pedoman sebagai pilihan pada perempuan dengan obesitas karena adanya bukti terbatas penurunan efikasi levonorgestrel pada kelompok ini akibat perubahan farmakokinetik.

Obat ini dapat digunakan lebih dari sekali dalam satu siklus menstruasi, namun pasien harus dikonseling untuk menggunakan metode kontrasepsi reguler. Karena potensi interaksi akibat efek antiprogestin, penggunaan ulipristal asetat sebaiknya dihindari bila pasien telah menggunakan kontrasepsi progestin dalam seminggu terakhir, dan inisiasi metode progestin dianjurkan ditunda hingga 5 hari setelah pemberian ulipristal asetat.[2,11]

AKDR Tembaga Sebagai Kontrasepsi Darurat

AKDR tembaga digunakan sebagai kontrasepsi darurat melalui pemasangan intrauterin satu kali oleh tenaga kesehatan. Metode ini tidak memerlukan pengaturan dosis farmakologis karena efek kontrasepsinya bersifat lokal dan non-sistemik.

AKDR tembaga dapat dipasang hingga 5 hari setelah hubungan seksual tanpa proteksi atau hingga 5 hari setelah perkiraan ovulasi, dengan efektivitas yang sangat tinggi dan angka kegagalan kurang dari 1%.[2,4,6,9]

Dosis Pil Kombinasi Estrogen dan Progestin (Off Label)

Pil kombinasi estrogen–progestin dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat melalui metode Yuzpe. Regimen ini diberikan dalam dua dosis per oral dengan interval 12 jam, menggunakan sediaan pil kontrasepsi oral kombinasi yang tersedia di pasaran karena tidak ada formulasi khusus kontrasepsi darurat untuk metode ini.

Setiap dosis harus mengandung ekuivalen minimal 100 µg etinilestradiol dan 0,5 mg levonorgestrel. Metode ini memiliki efikasi lebih rendah dibandingkan metode kontrasepsi darurat lain, dengan angka kehamilan sekitar 2–3%, dan lebih sering menimbulkan efek samping seperti mual, muntah, dan pusing.

Secara klinis, metode Yuzpe digunakan bila pilihan lain tidak tersedia, bersifat off-label sebagai kontrasepsi darurat, memerlukan resep dokter, dan dapat diberikan hingga lima hari pascakoitus.[2]

Referensi

1. Mierzejewska A, Walędziak M, Merks P, Różańska-Walędziak A. Emergency contraception - A narrative review of literature. Eur J Obstet Gynecol Reprod Biol. 2024 Aug;299:188-192. doi: 10.1016/j.ejogrb.2024.06.015.
2. Ranganathan S, Gupta V. Postcoital Contraception. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559157/
3. Rudzinski P, Lopuszynska I, Pazik D, Adamowicz D, Jargielo A, Cieslik A, Kosieradzka K, Stanczyk J, Meliksetian A, Wosinska A. Emergency contraception - A review. Eur J Obstet Gynecol Reprod Biol. 2023 Dec;291:213-218. doi: 10.1016/j.ejogrb.2023.10.035.
4. Govender I, Adeleke OA, Govender LL, Omole OB. Emergency contraception in primary health care. S Afr Fam Pract. 2025; 67(1):e1-e6. doi: 10.4102/safp.v67i1.6146.
5. Drugs.com. Levonorgestrel Emergency Contraceptive: Package Insert / Prescribing Info. 2025. https://www.drugs.com/pro/levonorgestrel-emergency-contraceptive.html
6. Dermish AI, Turok DK. The copper intrauterine device for emergency contraception: an opportunity to provide the optimal emergency contraception method and transition to highly effective contraception. Expert Rev Med Devices. 2013 Jul;10(4):477-88. doi: 10.1586/17434440.2013.811865.
9. Drugs.com. Paragard: Package Insert / Prescribing Info. 2024. https://www.drugs.com/pro/paragard.html
10. Gunardi E, Fernando D. Emergency contraception-a neglected option for birth control. Med J Indones.. 2013;22:249-52.
11. H.W.R. Li, S.S.T. Lo, E.H.Y. Ng, P.C. Ho, Efficacy of ulipristal acetate for emergency contraception and its effect on the subsequent bleeding pattern when administered before or after ovulation, Human Reproduction, Volume 31, Issue 6, June 2016, Pages 1200–1207, https://doi.org/10.1093/humrep/dew055

Formulasi Kontrasepsi Darurat
Efek Samping dan Interaksi Obat ...

Artikel Terkait

  • Manfaat dan Keamanan Kontrasepsi Emergensi Oral
    Manfaat dan Keamanan Kontrasepsi Emergensi Oral
  • Metode Kontrasepsi Darurat
    Metode Kontrasepsi Darurat
  • Peresepan Morning After Pill Secara Aman
    Peresepan Morning After Pill Secara Aman
  • Kontrasepsi Darurat – Panduan e-Prescription Alomedika
    Kontrasepsi Darurat – Panduan e-Prescription Alomedika
Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 8 jam yang lalu
ACS usia muda
Oleh: Anonymous
9 Balasan
Alo dok...Apakah TS sekalian ada yg punya hsl penelitian mengenai ACS di usia muda, terutama di Indonesia?Saya prnh jaga d klinik pratama, dapet pasien...
Anonymous
Dibalas kemarin, 06:10
Vaksin hpv
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Sore dokter, izin tanya, jadwal vaksin hpv itu 0-1/2-6 yah dok, kalo misal dosis ketiganya itu terlambat >1 tahun, baik karena kehamilan atau alasan lain,...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 30 Januari 2026, 14:48
e-Course Rontgen Thorax - Kembali hadir atas permintaan banyak dokter!
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
2 Balasan
ALO Dokter!e-Course - Membaca Rontgen Thorax dengan Cepat dan Mudah adalah kursus online yang hadir kembali untuk membantu Anda meningkatkan keterampilan...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.