Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Efek Samping dan Interaksi Obat Kontrasepsi Darurat annisa-meidina 2026-01-30T09:47:58+07:00 2026-01-30T09:47:58+07:00
Kontrasepsi Darurat
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Efek Samping dan Interaksi Obat Kontrasepsi Darurat

Oleh :
dr. Alicia Pricelda
Share To Social Media:

Efek samping kontrasepsi darurat umumnya bersifat ringan dan sementara, dengan keluhan paling sering berupa mual, muntah, nyeri kepala, pusing, kelelahan, nyeri payudara, serta perdarahan uterus tidak teratur atau perubahan waktu menstruasi berikutnya. Efek samping ini lebih sering dilaporkan pada metode kombinasi estrogen–progestin dibandingkan progestin tunggal.

Potensi interaksi obat terutama relevan pada kontrasepsi darurat oral, khususnya dengan obat penginduksi enzim sitokrom P450 CYP3A4 seperti rifampicin, antikonvulsan tertentu, dan obat herbal St. John’s wort, yang dapat menurunkan kadar levonorgestrel maupun ulipristal asetat. Selain itu, ulipristal asetat dapat berinteraksi secara farmakodinamik dengan kontrasepsi berbasis progestin.

Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) tembaga tidak menimbulkan interaksi obat sistemik karena mekanisme kerjanya bersifat lokal.[1-5,10]

Efek Samping

Kontrasepsi darurat umumnya ditoleransi dengan baik. Sebagian besar efek samping yang dilaporkan bersifat ringan-sedang dan sementara.

Efek samping yang paling sering dilaporkan pada metode kontrasepsi darurat oral meliputi mual, muntah, nyeri kepala, pusing, kelelahan, nyeri payudara, serta nyeri abdomen. Insidensi efek samping tersebut dilaporkan lebih tinggi pada metode kombinasi estrogen–progestin dibandingkan progestin tunggal atau ulipristal asetat.

Perubahan pola perdarahan menstruasi, seperti perdarahan bercak atau menstruasi yang lebih awal atau lebih lambat dari biasanya, juga dapat terjadi. Efek samping ini juga lebih umum pada penggunaan metode oral hormonal, serta umumnya bersifat sementara tanpa implikasi klinis jangka panjang.

Pada penggunaan AKDR tembaga sebagai kontrasepsi darurat, efek samping yang dapat timbul terutama bersifat lokal, seperti nyeri pelvis, kram uterus, dan perdarahan menstruasi yang lebih banyak atau lebih lama, terutama pada bulan-bulan awal setelah pemasangan. Risiko komplikasi serius seperti infeksi pelvis atau perforasi uterus jarang terjadi bila pemasangan dilakukan sesuai standar.[1-5]

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat kontrasepsi darurat terutama relevan pada sediaan oral karena metabolisme hepatiknya. Levonorgestrel dan ulipristal asetat dimetabolisme terutama melalui enzim sitokrom P450, khususnya CYP3A4, sehingga penggunaan bersamaan dengan obat penginduksi enzim seperti rifampicin dan preparat herbal seperti St. John’s wort, dapat menurunkan kadar obat dan mengurangi efikasi kontrasepsi darurat.

Selain itu, pemberian ulipristal asetat bersamaan atau berdekatan dengan kontrasepsi berbasis progestin dapat menurunkan efikasi kedua agen tersebut akibat kompetisi pada reseptor progesteron. Oleh karena itu, dianjurkan adanya jeda antara penggunaan progestin dan ulipristal asetat, serta penundaan inisiasi kontrasepsi progestin setelah pemberian ulipristal asetat.

Sebaliknya, AKDR tembaga tidak menimbulkan interaksi obat sistemik karena mekanisme kerjanya bersifat lokal, sehingga aman digunakan pada pasien dengan penggunaan obat kronis yang berpotensi berinteraksi.[1-5,7,12]

Referensi

1. Mierzejewska A, Walędziak M, Merks P, Różańska-Walędziak A. Emergency contraception - A narrative review of literature. Eur J Obstet Gynecol Reprod Biol. 2024 Aug;299:188-192. doi: 10.1016/j.ejogrb.2024.06.015.
2. Ranganathan S, Gupta V. Postcoital Contraception. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559157/
3. Rudzinski P, Lopuszynska I, Pazik D, Adamowicz D, Jargielo A, Cieslik A, Kosieradzka K, Stanczyk J, Meliksetian A, Wosinska A. Emergency contraception - A review. Eur J Obstet Gynecol Reprod Biol. 2023 Dec;291:213-218. doi: 10.1016/j.ejogrb.2023.10.035.
4. Govender I, Adeleke OA, Govender LL, Omole OB. Emergency contraception in primary health care. S Afr Fam Pract. 2025; 67(1):e1-e6. doi: 10.4102/safp.v67i1.6146.
5. Drugs.com. Levonorgestrel Emergency Contraceptive: Package Insert / Prescribing Info. 2025. https://www.drugs.com/pro/levonorgestrel-emergency-contraceptive.html
7. Patel P, Bajaj T. Levonorgestrel. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK53973
10. Gunardi E, Fernando D. Emergency contraception-a neglected option for birth control. Med J Indones.. 2013;22:249-52.
12. Cleland K, Raymond EG, Westley E, Trussell J. Emergency contraception review: evidence-based recommendations for clinicians. Clin Obstet Gynecol. 2014 Dec;57(4):741-50. doi: 10.1097/GRF.0000000000000056.

Indikasi dan Dosis Kontrasepsi D...
Penggunaan pada Kehamilan dan Ib...

Artikel Terkait

  • Manfaat dan Keamanan Kontrasepsi Emergensi Oral
    Manfaat dan Keamanan Kontrasepsi Emergensi Oral
  • Metode Kontrasepsi Darurat
    Metode Kontrasepsi Darurat
  • Peresepan Morning After Pill Secara Aman
    Peresepan Morning After Pill Secara Aman
  • Kontrasepsi Darurat – Panduan e-Prescription Alomedika
    Kontrasepsi Darurat – Panduan e-Prescription Alomedika
Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 8 jam yang lalu
ACS usia muda
Oleh: Anonymous
9 Balasan
Alo dok...Apakah TS sekalian ada yg punya hsl penelitian mengenai ACS di usia muda, terutama di Indonesia?Saya prnh jaga d klinik pratama, dapet pasien...
Anonymous
Dibalas kemarin, 06:10
Vaksin hpv
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Sore dokter, izin tanya, jadwal vaksin hpv itu 0-1/2-6 yah dok, kalo misal dosis ketiganya itu terlambat >1 tahun, baik karena kehamilan atau alasan lain,...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 30 Januari 2026, 14:48
e-Course Rontgen Thorax - Kembali hadir atas permintaan banyak dokter!
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
2 Balasan
ALO Dokter!e-Course - Membaca Rontgen Thorax dengan Cepat dan Mudah adalah kursus online yang hadir kembali untuk membantu Anda meningkatkan keterampilan...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.