Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Indikasi dan Dosis Sulfisoxazole annisa-meidina 2026-04-16T11:01:08+07:00 2026-04-16T11:01:08+07:00
Sulfisoxazole
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Indikasi dan Dosis Sulfisoxazole

Oleh :
dr. Karina Sutanto
Share To Social Media:

Indikasi sulfisoxazole adalah untuk berbagai infeksi bakteri seperti infeksi saluran kemih, meningitis meningokokus, otitis media akut, trakoma, dan nokardiosis. Dosis dewasa umumnya 1–2 g per 6 jam per oral.[1-3,9]

Dosis Dewasa

Penggunaan sulfisoxazole pada dewasa diindikasikan untuk beberapa infeksi bakteri spesifik, antara lain infeksi saluran kemih, otitis media akut, konjungtivitis inklusi dan trakoma, nokardiosis, klamidia, pneumonia klamidia, serta limfogranuloma venereum.[1,3,9,10]

Sistitis

Dosis dewasa yang umum digunakan untuk sistitis adalah 1–2 g per oral setiap 6 jam selama 3–7 hari.[9]

Pielonefritis

Dosis yang umum digunakan untuk pielonefritis adalah 2 g per oral setiap 6 jam selama 14 hari.[9]

Konjungtivitis Inklusi

Dosis dewasa yang umum digunakan adalah 1–2 g per oral setiap 6 jam selama 21 hari.[9]

Trakoma

Dosis dewasa yang umum digunakan untuk trakoma adalah 1–2 g per oral setiap 6 jam selama 21 hari.[9]

Malaria

Sulfisoxazole bisa digunakan dalam dosis 2 g per oral setiap 6 jam selama 7–10 hari. Namun, obat ini hanya digunakan untuk malaria sebagai terapi tambahan pada infeksi Plasmodium falciparum yang resisten terhadap chloroquine.[9]

Nokardiosis

Sulfisoxazole diberikan 2 g per oral setiap 4–6 jam selama minimal 6 bulan. Pada pasien imunokompromais dapat memerlukan terapi hingga ≥1 tahun.[9]

Otitis Media

Untuk otitis media, dapat diberikan 2 g per oral setiap 6 jam selama 10–14 hari.[9]

Penyakit Radang Panggul

Untuk penyakit radang panggul, sulfisoxazole dapat digunakan dalam dosis 500 mg per oral setiap 6 jam selama 21 hari, digunakan bersama ceftriaxone.[9]

Toksoplasmosis

Untuk toksoplasmosis, bisa digunakan dosis 2 g per oral setiap 6 jam dikombinasikan dengan pyrimethamine 75 mg dosis awal, dilanjutkan 25 mg per oral sekali sehari. Pasien juga perlu diberikan dianjurkan tambahan asam folinat 3–9 mg per oral 2–3 kali/minggu untuk mencegah toksisitas sumsum tulang. Durasi terapi 2–4 bulan.[9]

Meningitis Meningokokus

Dosis yang bisa digunakan adalah 2 g per oral setiap 6 jam selama ±14 hari, tergantung berat dan jenis infeksi.[9]

Chancroid

Untuk chancroid, bisa diberikan 2 g per oral setiap 6 jam selama ±7 hari, tergantung berat infeksi. Pasangan seksual pasien perlu dievaluasi.

Selain itu, disarankan juga pemeriksaan kultur untuk gonokokus dan skrining sifilis. Namun, sulfisoxazole bukan lagi terapi pilihan dan tidak direkomendasikan untuk pengobatan chancroid.[9]

Dosis Anak

Penggunaan sulfisoxazole pada anak-anak, diindikasikan untuk beberapa infeksi bakteri spesifik, antara lain infeksi saluran kemih, otitis media akut, konjungtivitis inklusi dan trakoma, nokardiosis, infeksi klamidia, pneumonia klamidia, serta limfogranuloma venereum. Efikasi dan keamanan penggunaan sulfisoxazole belum ditetapkan pada anak usia di bawah 2 bulan.[1,3,9,10]

Dosis Pediatrik Umum Infeksi Bakteri

Untuk anak usia ≥2 bulan, bisa digunakan dosis 75 mg/kg per oral sebagai dosis awal, dilanjutkan 120–150 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 4–6 jam. Dosis maksimal 6 g/hari.[9]

Klamidia

Dosis untuk anak usia ≥2 bulan adalah 100 mg/kg/hari per oral dalam dosis terbagi setiap 6 jam. Dosis maksimal 2 g/hari.[9]

Penyakit Radang Panggul

Dosis untuk anak usia ≥2 bulan adalah 100 mg/kg/hari per oral dalam dosis terbagi setiap 6 jam, dianjurkan dikombinasikan dengan ceftriaxone.[9]

Penyesuaian Dosis pada Gangguan Ginjal

Jika klirens kreatinin (CrCl) 10–50 mL/menit, dosis biasa diberikan setiap 8–12 jam. Jika CrCl ≤9 mL/menit, dosis diberikan setiap 12–24 jam.[9]

Penyesuaian Dosis pada Gangguan Hati

Karena sulfisoxazole sebagian dimetabolisme di hati, dianjurkan penurunan dosis pada pasien dengan penyakit hati. Meski demikian, tidak ada panduan khusus penyesuaian dosis untuk populasi ini.[9]

Referensi

1. MIMS. Sulfafurazole. 2026. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/sulfafurazole?mtype=generic
2. PubChem. Sulfisoxazole. 2026. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Sulfisoxazole#section=Drug-Development-Summary
3. Drugbank. Sulfisoxazole. 2026. https://go.drugbank.com/drugs/DB00263
9. Drugs.com. Sulfisoxazole Dosage. 2026. https://www.drugs.com/dosage/sulfisoxazole.html
10. Drugs.com. Sulfisoxazole. 2026. https://www.drugs.com/mtm/sulfisoxazole.html

Formulasi Sulfisoxazole
Efek Samping dan Interaksi Obat ...

Artikel Terkait

  • Membedakan Meningitis Viral dan Bakterial Akut Menggunakan Kadar Laktat Cairan Serebrospinal
    Membedakan Meningitis Viral dan Bakterial Akut Menggunakan Kadar Laktat Cairan Serebrospinal
  • Penggunaan Steroid pada Meningitis Bakterial
    Penggunaan Steroid pada Meningitis Bakterial
  • Pedoman Diagnosis dan Tata Laksana Meningitis – Ulasan Guideline Terkini
    Pedoman Diagnosis dan Tata Laksana Meningitis – Ulasan Guideline Terkini
  • Doxycycline sebagai Profilaksis Pasca Pajanan Infeksi Menular Seksual
    Doxycycline sebagai Profilaksis Pasca Pajanan Infeksi Menular Seksual
  • Kaitan Ubun-Ubun Menonjol pada Bayi Demam dengan Meningitis
    Kaitan Ubun-Ubun Menonjol pada Bayi Demam dengan Meningitis

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibuat 20 Desember 2025, 18:29
Apa Syarat penunjang meningitis untuk klaim BPJS?
Oleh: Anonymous
0 Balasan
ALO Dokter. Kami mendapat pasien dgn kasus suspek meningitis. Kondisi awal ada demam, batuk, perubahan perilaku.Beberapa hari kemudian pasien sesak, tak...
Anonymous
Dibalas 25 Februari 2025, 14:04
Vaksin meningitis pada bbrp kondisi khusus
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alodok, izin bertanya sebagai dokter post isip1. Bagaimana pertimbangan pemberian vaksin meningitis pd ibu hamil/menyusui yg ingin berangkat umroh/haji?2....
Anonymous
Dibalas 30 Oktober 2024, 08:03
Kejang demam pada bayi usia 2 bulan
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Halo dokter, izin bertanya pada pasien usia 2 bulan yg datang dengan keluhan kejang tiba2 saat demam, suhu 38.7, tidak disertai keluhan lain. Apakah...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.