Indikasi dan Dosis Sulfisoxazole
Indikasi sulfisoxazole adalah untuk berbagai infeksi bakteri seperti infeksi saluran kemih, meningitis meningokokus, otitis media akut, trakoma, dan nokardiosis. Dosis dewasa umumnya 1–2 g per 6 jam per oral.[1-3,9]
Dosis Dewasa
Penggunaan sulfisoxazole pada dewasa diindikasikan untuk beberapa infeksi bakteri spesifik, antara lain infeksi saluran kemih, otitis media akut, konjungtivitis inklusi dan trakoma, nokardiosis, klamidia, pneumonia klamidia, serta limfogranuloma venereum.[1,3,9,10]
Sistitis
Dosis dewasa yang umum digunakan untuk sistitis adalah 1–2 g per oral setiap 6 jam selama 3–7 hari.[9]
Pielonefritis
Dosis yang umum digunakan untuk pielonefritis adalah 2 g per oral setiap 6 jam selama 14 hari.[9]
Konjungtivitis Inklusi
Dosis dewasa yang umum digunakan adalah 1–2 g per oral setiap 6 jam selama 21 hari.[9]
Trakoma
Dosis dewasa yang umum digunakan untuk trakoma adalah 1–2 g per oral setiap 6 jam selama 21 hari.[9]
Malaria
Sulfisoxazole bisa digunakan dalam dosis 2 g per oral setiap 6 jam selama 7–10 hari. Namun, obat ini hanya digunakan untuk malaria sebagai terapi tambahan pada infeksi Plasmodium falciparum yang resisten terhadap chloroquine.[9]
Nokardiosis
Sulfisoxazole diberikan 2 g per oral setiap 4–6 jam selama minimal 6 bulan. Pada pasien imunokompromais dapat memerlukan terapi hingga ≥1 tahun.[9]
Otitis Media
Untuk otitis media, dapat diberikan 2 g per oral setiap 6 jam selama 10–14 hari.[9]
Penyakit Radang Panggul
Untuk penyakit radang panggul, sulfisoxazole dapat digunakan dalam dosis 500 mg per oral setiap 6 jam selama 21 hari, digunakan bersama ceftriaxone.[9]
Toksoplasmosis
Untuk toksoplasmosis, bisa digunakan dosis 2 g per oral setiap 6 jam dikombinasikan dengan pyrimethamine 75 mg dosis awal, dilanjutkan 25 mg per oral sekali sehari. Pasien juga perlu diberikan dianjurkan tambahan asam folinat 3–9 mg per oral 2–3 kali/minggu untuk mencegah toksisitas sumsum tulang. Durasi terapi 2–4 bulan.[9]
Meningitis Meningokokus
Dosis yang bisa digunakan adalah 2 g per oral setiap 6 jam selama ±14 hari, tergantung berat dan jenis infeksi.[9]
Chancroid
Untuk chancroid, bisa diberikan 2 g per oral setiap 6 jam selama ±7 hari, tergantung berat infeksi. Pasangan seksual pasien perlu dievaluasi.
Selain itu, disarankan juga pemeriksaan kultur untuk gonokokus dan skrining sifilis. Namun, sulfisoxazole bukan lagi terapi pilihan dan tidak direkomendasikan untuk pengobatan chancroid.[9]
Dosis Anak
Penggunaan sulfisoxazole pada anak-anak, diindikasikan untuk beberapa infeksi bakteri spesifik, antara lain infeksi saluran kemih, otitis media akut, konjungtivitis inklusi dan trakoma, nokardiosis, infeksi klamidia, pneumonia klamidia, serta limfogranuloma venereum. Efikasi dan keamanan penggunaan sulfisoxazole belum ditetapkan pada anak usia di bawah 2 bulan.[1,3,9,10]
Dosis Pediatrik Umum Infeksi Bakteri
Untuk anak usia ≥2 bulan, bisa digunakan dosis 75 mg/kg per oral sebagai dosis awal, dilanjutkan 120–150 mg/kg/hari dalam dosis terbagi setiap 4–6 jam. Dosis maksimal 6 g/hari.[9]
Klamidia
Dosis untuk anak usia ≥2 bulan adalah 100 mg/kg/hari per oral dalam dosis terbagi setiap 6 jam. Dosis maksimal 2 g/hari.[9]
Penyakit Radang Panggul
Dosis untuk anak usia ≥2 bulan adalah 100 mg/kg/hari per oral dalam dosis terbagi setiap 6 jam, dianjurkan dikombinasikan dengan ceftriaxone.[9]
Penyesuaian Dosis pada Gangguan Ginjal
Jika klirens kreatinin (CrCl) 10–50 mL/menit, dosis biasa diberikan setiap 8–12 jam. Jika CrCl ≤9 mL/menit, dosis diberikan setiap 12–24 jam.[9]
Penyesuaian Dosis pada Gangguan Hati
Karena sulfisoxazole sebagian dimetabolisme di hati, dianjurkan penurunan dosis pada pasien dengan penyakit hati. Meski demikian, tidak ada panduan khusus penyesuaian dosis untuk populasi ini.[9]