Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Sulfisoxazole annisa-meidina 2026-04-16T11:04:32+07:00 2026-04-16T11:04:32+07:00
Sulfisoxazole
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Sulfisoxazole

Oleh :
dr. Karina Sutanto
Share To Social Media:

Penggunaan sulfisoxazole pada kehamilan tidak direkomendasikan karena obat ini dikategorikan sebagai kategori C oleh FDA. Pada ibu menyusui, sulfisoxazole diketahui diekskresikan ke dalam ASI.[1,7,8]

Penggunaan pada Kehamilan

Berdasarkan kategori FDA, penggunaan sulfisoxazole dalam kehamilan masuk dalam kategori C, artinya studi pada hewan mengonfirmasi adanya efek teratogenik, meskipun belum terdapat bukti serupa pada penelitian di manusia. Beberapa studi pada hewan telah mengungkapkan bukti teratogenisitas, namun tidak ada data terkontrol pada kehamilan manusia.[1,7]

Seperti obat golongan sulfonamida lainnya, sulfisoxazole menembus plasenta, mencapai keseimbangan dengan serum ibu dalam waktu 2-3 jam setelah pemberian. Sulfonamida bersaing dengan bilirubin untuk mengikat serum albumin, kadar bilirubin bebas akan meningkat dengan adanya sulfonamida, sehingga bayi baru lahir berisiko mengalami hiperbilirubinemia, ikterus, dan kernikterus ketika sulfonamida diberikan kepada ibu menjelang persalinan.[1,7]

Meskipun tidak terdapat data yang menunjukkan hubungan antara sulfonamida dengan cacat bawaan, berikut beberapa studi penelitian yang mendukung hubungan tersebut:

  • Studi retrospektif terhadap 1.369 pasien, mengungkapkan bahwa secara signifikan lebih banyak ibu dari 458 anak dengan kelainan bawaan telah mengonsumsi sulfonamida dibandingkan dengan ibu dari anak-anak normal.
  • Studi retrospektif terhadap 599 anak dengan sumbing bibir dan langit-langit mulut mengungkapkan adanya paparan sulfonamida yang secara signifikan lebih besar selama trimester pertama dan kedua dibandingkan dengan kelompok kontrol yang sesuai.[7]

Beberapa ahli mengungkapkan bahwa secara umum sulfonamida sebagai agen tunggal tidak menimbulkan risiko teratogenik yang signifikan, tetapi karena adanya potensi toksisitasnya terhadap neonatus, maka penggunaannya harus dihindari menjelang akhir kehamilan.[1,7]

Penggunaan pada Ibu Menyusui

Sulfisoxazole bersifat relatif larut dalam air, sehingga konsentrasinya dalam ASI rendah. Dalam satu penelitian, jumlah total sulfisoxazole yang ditemukan dalam ASI 48 jam setelah dosis terbagi 4 gram hanya setara dengan 0,45%. Data ini menunjukkan bahwa sulfisoxazole menimbulkan risiko yang sangat kecil bagi bayi yang menyusui.[7,8]

Namun, keamanan bagi bayi tergantung pada kondisi bayi tersebut. Berikut beberapa kontraindikasi untuk tidak memberikan ASI, antara lain:

  • Bayi usia <2 bulan, karena organ hepar bayi belum mampu memproses bilirubin dengan baik.
  • Bayi prematur, karena memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan fungsi hepar.

  • Bayi dengan ikterus, karena obat sulfisoxazole dapat memperparah kondisi tersebut.
  • Defisiensi G6PD, karena paparan obat sulfisoxazole melalui ASI dapat menyebabkan terjadinya anemia hemolitik.[1,7,8]

Manfaat perkembangan dan kesehatan dari menyusui harus dipertimbangkan bersama dengan kebutuhan klinis ibu dan potensi efek samping pada bayi yang disusui dari sulfisoxazole atau dari kondisi ibu yang mendasarinya.[7,8]

Referensi

1. MIMS. Sulfafurazole. 2026. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/sulfafurazole?mtype=generic
7. Drugs.com. Sulfisoxazole Pregnancy and Breastfeeding Warnings. 2026. https://www.drugs.com/pregnancy/sulfisoxazole.html
8. Bethesda. Sulfisoxazole. 2024. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501288/

Efek Samping dan Interaksi Obat ...
Kontraindikasi dan Peringatan Su...

Artikel Terkait

  • Membedakan Meningitis Viral dan Bakterial Akut Menggunakan Kadar Laktat Cairan Serebrospinal
    Membedakan Meningitis Viral dan Bakterial Akut Menggunakan Kadar Laktat Cairan Serebrospinal
  • Penggunaan Steroid pada Meningitis Bakterial
    Penggunaan Steroid pada Meningitis Bakterial
  • Pedoman Diagnosis dan Tata Laksana Meningitis – Ulasan Guideline Terkini
    Pedoman Diagnosis dan Tata Laksana Meningitis – Ulasan Guideline Terkini
  • Doxycycline sebagai Profilaksis Pasca Pajanan Infeksi Menular Seksual
    Doxycycline sebagai Profilaksis Pasca Pajanan Infeksi Menular Seksual
  • Kaitan Ubun-Ubun Menonjol pada Bayi Demam dengan Meningitis
    Kaitan Ubun-Ubun Menonjol pada Bayi Demam dengan Meningitis

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibuat 20 Desember 2025, 18:29
Apa Syarat penunjang meningitis untuk klaim BPJS?
Oleh: Anonymous
0 Balasan
ALO Dokter. Kami mendapat pasien dgn kasus suspek meningitis. Kondisi awal ada demam, batuk, perubahan perilaku.Beberapa hari kemudian pasien sesak, tak...
Anonymous
Dibalas 25 Februari 2025, 14:04
Vaksin meningitis pada bbrp kondisi khusus
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alodok, izin bertanya sebagai dokter post isip1. Bagaimana pertimbangan pemberian vaksin meningitis pd ibu hamil/menyusui yg ingin berangkat umroh/haji?2....
Anonymous
Dibalas 30 Oktober 2024, 08:03
Kejang demam pada bayi usia 2 bulan
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Halo dokter, izin bertanya pada pasien usia 2 bulan yg datang dengan keluhan kejang tiba2 saat demam, suhu 38.7, tidak disertai keluhan lain. Apakah...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.