Kontraindikasi dan Peringatan Sulfisoxazole
Kontraindikasi sulfisoxazole adalah penggunaan pada pasien dengan alergi sulfonamida, bayi <2 bulan, dan wanita hamil. Peringatan penggunaan mencakup Risiko reaksi berat seperti sindrom Stevens-Johnson, gangguan hematologi berat, serta toksisitas hati meskipun jarang terjadi.[1,3]
Kontraindikasi
Sulfisoxazole tidak boleh digunakan pada pasien dengan riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap sulfisoxazole atau obat golongan sulfa lainnya, bayi usia <2 bulan karena risiko kernikterus, kehamilan, penyakit hati atau ginjal berat, defisiensi G6PD, serta ibu yang menyusui bayi berusia kurang dari 2 bulan.[1-3]
Peringatan
Sulfisoxazole dapat menyebabkan reaksi hipersensitivitas serius yang berpotensi fatal, termasuk sindrom Stevens-Johnson dan nekrolisis epidermal toksik, sehingga penggunaan harus segera dihentikan bila muncul ruam, demam, atau tanda reaksi alergi lain. Selain itu, sulfonamida juga dapat menimbulkan gangguan hematologis berat seperti agranulositosis dan anemia aplastik, sehingga pemantauan perlu dipertimbangkan terutama pada penggunaan jangka panjang.
Obat ini juga berisiko menyebabkan kristaluria dan gangguan ginjal, terutama pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal sebelumnya. Selain itu, karena sebagian dimetabolisme di hati, kehati-hatian diperlukan pada pasien dengan penyakit hati untuk mencegah akumulasi obat dan toksisitas.
Sulfisoxazole juga dapat meningkatkan risiko kernikterus pada neonatus akibat perpindahan bilirubin dari protein plasma, sehingga harus dihindari pada bayi kecil, ibu hamil aterm, dan ibu menyusui bayi berusia di bawah 2 bulan. Penggunaan juga perlu hati-hati pada pasien dengan defisiensi G6PD karena berisiko menyebabkan hemolisis.
Obat ini juga sudah tidak lagi menjadi terapi pilihan utama untuk beberapa infeksi tertentu karena adanya alternatif yang lebih aman dan efektif, termasuk pada chancroid.[1-3,9]