Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Etiologi Abses Paru general_alomedika 2026-07-09T13:09:50+07:00 2026-07-09T13:09:50+07:00
Abses Paru
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Etiologi Abses Paru

Oleh :
Sunita
Share To Social Media:

Etiologi abses paru dapat dibedakan menjadi etiologi primer dan sekunder. Abses paru primer disebabkan oleh aspirasi sekret orofaringeal, pneumonia nekrotikans, ataupun imunodefisiensi. Sementara itu, abses paru sekunder dapat disebabkan oleh obstruksi bronkial, penyakit paru lain, penyebaran patogen secara hematogenik, atau penyebaran patogen secara langsung dari infeksi di lokasi lain.[2]

Aspirasi sekret orofaringeal dapat berasal dari infeksi dental, sinusitis, gangguan kesadaran, atau gastroesophageal reflux disease (GERD). Penyebaran hematogenik dapat terjadi pada pasien dengan sepsis abdominal, endokarditis infektif, dan septik thromboembolisme. Penyakit paru yang bisa menyebabkan abses adalah bronkiektasis, kistik fibrosis, obstruksi bronkial, malformasi kongenital, dan fistula bronkoesofageal.[2]

Abses paru dapat mengandung hanya satu bakteri maupun beberapa bakteri sekaligus (polimikrobial). Studi terdahulu menyebutkan bahwa secara mikrobiologi, kebanyakan abses paru (90%) disebabkan oleh bakteri anaerob.[6,8]

Abses paru yang disebabkan oleh bakteri anaerob biasanya bersifat polimikrobial. Bakteri anaerob yang sering dilaporkan adalah Peptostreptococcus sp., Prevotella melaninogenica, Veillonella sp., dan Fusobacterium nucleatum.[6,8]

Namun, beberapa studi terkini yang mengevaluasi patogen penyebab abses paru juga melaporkan temuan bakteri aerob pada kebanyakan kasus. Studi Mohapatra, et al. melaporkan bahwa Klebsiella pneumoniae ditemukan pada 50% hasil kultur pasien abses paru, diikuti dengan E. Coli (26,08%) dan Streptococcus pneumoniae (4,35%).[9]

Faktor Risiko

Beberapa faktor risiko abses paru adalah:

  • Populasi lansia
  • Komorbiditas: infeksi periodontal, kejang, sepsis, intellectual disability, GERD, dan diabetes mellitus

  • Penyalahgunaan zat terlarang atau alkoholisme

  • Pasien yang mengalami penurunan kesadaran atau memerlukan rawatan intensif (pengguna ventilasi mekanik)
  • Pasien dalam terapi obat sitostatik atau imunosupresan[2]

 

 

Direvisi oleh: dr. Irene Cindy Sunur

Referensi

2. Kuhajda I, Zarogoulidis K, et al. Lung abscess-etiology, diagnostic and treatment options. Ann Transl Med. 2015;3(13):183.
6. Yazbeck MF, Dahdel M, et al. Lung abscess: Update on microbiology and management. Am J Ther. 2014;21(3):217–21.
8. Takayanagi N, Kagiyama N, et al. Etiology and outcome of community-acquired lung abscess. Respiration. 2010;80(2):98–105.
9. Mohapatra MM, Rajaram M, Mallick A. Clinical, Radiological and Bacteriological Profile of Lung Abscess - An Observational Hospital Based Study. Open Access Maced J Med Sci. 2018;6(9):1642–6.

Patofisiologi Abses Paru
Epidemiologi Abses Paru

Artikel Terkait

  • Diagnosis Lesi Kavitas pada Rontgen Toraks
    Diagnosis Lesi Kavitas pada Rontgen Toraks
Diskusi Terbaru
dr. ALOMEDIKA
Dibalas 13 jam yang lalu
Hanya untuk 10 Sejawat Pertama: Isi Kuesioner, Ambil Voucher Rp100.000!
Oleh: dr. ALOMEDIKA
1 Balasan
ALO Dokter. Opini medis Dokter sangat kami hargai dalam mengedukasi masyarakat untuk kesehatan yang lebih baik. Namun, untuk kesempatan kali ini, kami...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 18 jam yang lalu
Jika rasa lapar adalah penyakitnya, mengapa kita hanya mengobati berat badannya?
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
😩ALO Dokter, Obesitas bukan sekadar akibat makan berlebihan. Di balik rasa lapar terdapat mekanisme biologis yang melibatkan aksis otak–usus, hormon seperti...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 08 Juli 2026, 08:29
Saatnya Update! MMS untuk Luaran Kehamilan yang Lebih Baik - Ikuti Channel MMS di Alomedika
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter!Apakah suplementasi pada ibu hamil masih cukup dengan zat besi dan asam folat saja? Berbagai bukti ilmiah dan rekomendasi global menunjukkan bahwa...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.