Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Edukasi dan Promosi Kesehatan TB MDR general_alomedika 2023-08-04T09:46:55+07:00 2023-08-04T09:46:55+07:00
TB MDR
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Edukasi dan Promosi Kesehatan TB MDR

Oleh :
dr. Michael Sintong Halomoan
Share To Social Media:

Edukasi dan promosi kesehatan pada pasien tuberkulosis multidrug-resistant atau TB MDR yang utama adalah tentang pentingnya kepatuhan dalam pengobatan. Upaya pencegahan dan pengendalian penyakit TB MDR mengikuti program TOSS TB dari Kementerian Kesehatan.

Edukasi Pasien

Edukasi yang baik terhadap setiap pasien TB MDR memainkan peranan penting terhadap kepatuhan pengobatan. Pasien perlu mengetahui etiologi resistensi yang terjadi, termasuk bila ada riwayat pengobatan tidak tuntas dengan obat antituberkulosis (OAT) sebelumnya.

Pasien juga perlu mengetahui tahapan penegakan diagnosis hingga penatalaksanaan yang dapat memakan waktu, agar pasien dapat mempersiapkan diri untuk berkomitmen mengikuti penatalaksanaan sampai selesai. Setelah diagnosis TB MDR ditegakkan, sangat penting menjelaskan kepada pasien untuk menyelesaikan pengobatan sampai tuntas yaitu selama 18-24 bulan.

Untuk menghindari transmisi kuman TB MDR terhadap orang lain, pasien TB MDR sebaiknya disarankan memperbaiki keadaan ventilasi di lingkungan tempat tinggalnya, serta menggunakan masker bedah agar menurunkan risiko penularan ke orang lain.[17,18]

Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Mengenai pencegahan dan pengendalian penyakit tuberkulosis secara umum, termasuk TB MDR, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah membuat suatu gerakan dengan nama TOSS TBC. TOSS TBC merupakan akronim dari “Temukan dan Obati sampai Sembuh Tuberkulosis”.

Gerakan TOSS TBC bertujuan melibatkan seluruh pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, dalam menemukan kasus tuberkulosis. Gerakan ini mencakup tiga langkah utama, yaitu temukan gejala di masyarakat, obati tuberkulosis dengan tepat dan cepat, dan pantau pengobatan sampai sembuh.

Upaya pencegahan untuk kasus TB MDR lainnya adalah serupa dengan upaya pencegahan infeksi tuberkulosis, yakni vaksinasi Bacille calmette-guerin (BCG).

Sistem kesehatan yang tidak berfungsi baik juga berkontribusi dalam rendahnya kecepatan dan akurasi diagnosis tuberkulosis, serta rendahnya keberhasilan pengobatan. Dua hal ini menyebabkan perkembangan resistensi menjadi lebih mudah.

Pasien tuberkulosis dari sosioekonomi rendah, pasien yang terpapar dengan lingkungan kerja dan tempat tinggal yang rentan, pasien HIV atau malnutrisi, serta pasien yang sulit mengakses pelayanan kesehatan adalah kelompok yang lebih rentan menjadi resisten.[18,19]

 

 

Penulisan pertama oleh: dr. Junita br Tarigan

Direvisi oleh: dr. Bedry Qhinta

Referensi

17. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Petunjuk Teknis Pendampingan Pasien Tuberkulosis Resistan Obat oleh Komunitas. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2020.
18. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Strategi Nasional Penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia 2020 - 2024. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2020.
19. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. Apa itu TOSS TBC dan Kenali Gejala TBC. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2019.

Prognosis TB MDR

Artikel Terkait

  • Penanganan TB-HIV
    Penanganan TB-HIV
  • Pengobatan Tuberkulosis Fase Intensif
    Pengobatan Tuberkulosis Fase Intensif
  • Menangani Efek Samping Terapi Tuberkulosis
    Menangani Efek Samping Terapi Tuberkulosis
  • Penanganan Tuberkulosis Anak di Indonesia
    Penanganan Tuberkulosis Anak di Indonesia
  • TCM atau Tes Cepat Molekuler untuk Diagnosis Tuberkulosis
    TCM atau Tes Cepat Molekuler untuk Diagnosis Tuberkulosis

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr.Yokha Pratama Edo
Dibalas 10 Agustus 2025, 18:12
Apakah kenaikan berat badan = menuju keberhasilan terapi pasien pada pasien TB yang sedang terapi OAT?
Oleh: dr.Yokha Pratama Edo
1 Balasan
ALO Dokter. Apakah obat tb bikin nafsu makan? Atau karna kuman tb sudah mulai mati, daya tahan tubuh naik, otomatis nafsu makan naik? Apakah ada. Keterangan...
dr.Bayu pratama
Dibuat 08 Agustus 2025, 21:32
Penggantian obat terapi pencegahan tuberkulosis (TPT)
Oleh: dr.Bayu pratama
0 Balasan
ALO Dokter, izin bertanya .. terkait terapi pencegahan tuberkulosis (TPT).. jika ada pasien sudah mulai 1 bulan TPT dengan 3HP fdc, namun karena keterbatan...
Anonymous
Dibalas 15 Maret 2025, 12:12
Panduan pengobatan Tuberkulosis (TB) bulan ke 2 apakah ada guideline baru?
Oleh: Anonymous
4 Balasan
Alo dokter, mohon maaf mau tanya adakah pedoman cara pemeberian obat tb terbaru. Yang saya tahu tahap lanjutan itu konsumsi obatnya seminggu 3 kali dibulan...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.