Bukti Medis mengenai Manfaat Probiotik

Oleh :
dr. Hunied Kautsar

Saat ini berbagai produk berlabel "probiotik" terus bermunculan dengan klaim dapat meningkatkan kesehatan dan membantu melancarkan sistem pencernaan, apakah ini hanya strategi dagang semata memerlukan tinjauan pustaka dari informasi medis terkini untuk menjawabnya.

Probiotik adalah istilah yang diberikan untuk mikroorganisme (bakteri) yang jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat dapat memberikan manfaat kesehatan bagi orang yang mengkonsumsinya (host). [1] Probiotik serupa dengan bakteri yang secara alami ada di dalam usus manusia.

Sumber: misterryba, Depositphotos. Sumber: misterryba, Depositphotos.

Lactobacillus, Bifidobacterium dan Saccharomyces adalah probiotik yang paling banyak diteliti. Manfaat dari probiotik bergantung pada spesies bakteri, jumlah yang dikonsumsi, durasi dari konsumsi probiotik dan faktor-faktor lainnya. Mekanisme kerja probiotik cukup kompleks dan beragam, antara lain probiotik menghambat adesi bakteri patogen, meningkatkan respon imun dari usus dan memperbaiki permeabilitas usus. [2]

Manfaat Probiotik yang Sudah Dibuktikan Melalui Penelitian

  1. Mengobati Diare yang Disebabkan Oleh Konsumsi Antibiotik

  • Konsumsi antibiotik mengganggu keseimbangan bakteri di dalam usus dan memicu pertumbuhan yang berlebih dari spesies bakteri oportunistik dan bakteri patogen.
  • Clostridium difficile adalah strain bakteri yang umumnya muncul akibat konsumsi antibitotik dan menyebabkan pseudomembranous colitis dengan gejala diare, abdominal distention, muntah, demam dan leukositosis. Pengobatan dimulai dengan menghentikan konsumsi antibiotik, memperbaiki kondisi elektrolit dan pemberian metronidazole atau vankomisin untuk kasus yang parah. [3]

  • Penanganan dengan probiotik telah dilakukan dalam praktek klinis dan spesies yang digunakan adalah rhamnosus dan S. boulardii, sesuai dengan hasil penelitian meta analisis yang menyatakan bahwa kedua spesies tersebut dapat menegah dan membantu mengobati diare akibat konsumsi antibiotik. [4]
  • Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mementukan dosis optimal dari probiotik dan perbandingan efektifitas dari beragam jenis probiotik.

  1. Mengobati Diare yang Disebabkan oleh Infeksi Bakteri dan Virus

  • Sebuah review yang diadakan oleh Cochrane terhadap 63 uji acak terkendali dengan jumlah peserta 8.014 (termasuk di dalamnya balita, anak-anak dan orang dewasa), menemukan bahwa konsumsi probiotik secara signifikan mengurangi durasi diare yang disebabkan oleh bakteri. [5]
  • Probiotik dapat dikonsumsi segera setelah gejala muncul sampai dengan 2 minggu setelah gejala hilang.
  • Studi meta analisis dari 12 uji acak terkendali menemukan manfaat dari konsumsi probiotik dalam menurunkan resiko diare yang dihadapi oleh turis (traveller's diarrhea). [6]
  • Untuk mencegah diare pada turis (traveller's diarrhea) probiotik sebaiknya dikonsumsi dua hari sebelum memulai perjalanan dan konsumsi dilanjutkan terus sepanjang perjalanan.
  • Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut terhadap manfaat konsumsi probiotik dalam mengurangi gejala dan durasi diare yang disebabkan oleh rotavirus.

  1. Mengobati Ulcerative colitis

  • Studi meta analasis dari 23 uji acak terkendali dengan total peserta 1.763 orang dewasa menyatakan bahwa konsumsi probiotik secara signifikan meningkatkan angka remisi dalam kasus ulcerative colitis. [7]
  • Probiotik sebaiknya dikonsumsi segera ketika gejala eksaserbasi muncul dan dilanjutkan sampai 2 minggu setelah gejala hilang.
  • Konsumsi probiotik tidak terbukti dapat mempertahankan status remisi secara signifikan jika dibandingkan dengan mesalamine. [8]

  1. Mengurangi Gejala Irritable Bowel Syndrome

  • Konsumsi probiotik dapat mengurangi gejala irritable bowel syndrome secara signifikan dan meningkatkan kualitas hidup, jika dibandingkan dengan plasebo, berdasarkan hasil studi meta analisis terhadap 21 uji kontrol terkendali dengan jumlah peserta 1.639 orang dewasa. [9]
  • Keberhasilan pengobatan untuk anak-anak yang menderita nyeri abdomen meningkat secara signifikan ketika disertai dengan konsumsi probiotik. Probiotik juga dapat mengurangi intensitas nyeri abdomen, namun tidak mengurangi frekuensi dari nyeri abdomen. [10]

  1. Mengurangi Insiden Necrotizing Enterocolitis

  • Bayi yang lahir prematur atau mengkonsumsi susu formula sejak lahir memiliki resiko mengalami necrotizing enterocolitis.

  • Studi meta analisis terhadap 20 uji acak terkendali dengan jumlah peserta 5.529 balita menyatakan bahwa probiotik secara signifikan mengurangi resiko terjadinya necrotizing enterocolitis dan angka mortalitas. [11]
  • Konsumsi probiotik juga dapat mengurangi insiden necrotizing entercololitis dan angka kematian pada bayi yang lahir preterm. [12]
  • Terapi probiotik sebaiknya dimulai pada bayi dengan resiko necrotizing enterocolitis dan dilanjutkan selama resiko masih ada.

  1. Menghambat Perkembangan Hepatik Ensefalopati

  • Konsumsi probiotik terbukti dapat menghambat perkembangan sindrom hepatik ensefalopati pada pasien sirosis.
  • Terapi probiotik tidak mengurangi angka kematian pada pasien sirosis dengan sindrom hepatik ensefalopati, namun terapi probiotik dapat mempercepat pemulihan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. [13]

  1. Mengurangi Gejala Konstipasi

  • Gejala konstipasi pada anak-anak dan orang dewasa dapat dikurangi dengan mengkonsumsi probiotik.
  • Uji kontrol terkendali pada 59 anak-anak yang menderita konstipasi kronis membuktikan bahwa yogurt yang mengandung Bifidobacterium terbukti dapat meningkatkan frekuensi defekasi, mengurangi nyeri ketika defekasi dan mengurangi nyeri perut. [14]
  • Probiotik sebaiknya dikonsumsi segera ketika timbul gejala dan konsumsi dilanjutkan sampai gejala hilang.

  1. Probiotik untuk Menjaga Kesehatan Saluran Genitourinaria pada Wanita

  • Mikrobiota alami yang mendominasi vagina adalah Lactobacillus iners. Ketika terjadi infeksi pada vagina maka jumlah bakteri patogen melebihi mikrobiota alami.
  • Konsumsi probiotik yang mengandung Lactobacillus dinilai dapat membantu menyeimbangkan kembali jumlah mikrobiota alami di vagina.
  • Administrasi dari probiotik dapat dilakukan secara peroral atau kapsul yang dimasukkan ke dalam vagina, terutama untuk pengobatan bacterial vaginosis (BV). [15]
  • Penelitian yang diadakan oleh Reid dkk. menyatakan bahwa kombinasi dari dua spesies Lactobacillus yang dikonsumsi peroral dapat mengurangi jumlah jamur dan bakteri patogen yang ada di dalam vagina dan dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan ketika dikombinasikan dengan metronidazole (bila dibandingkan dengan pengobatan yang hanya menggunakan antibiotik). [16]

Manfaat Probiotik yang Perlu Diuji Lebih Lanjut

  1. Probiotik untuk Mencegah Penyakit Atopi/Alergi pada Balita

  • Studi meta analisis terhadap beberapa uji acak terkendali yang meneliti efek dari konsumsi probiotik dalam mencegah penyakit atopi/alergi pada balita menyatakan bahwa dari beberapa jenis probiotik yang digunakan, hanya Lactobacilli yang terbukti efektif. [17]
  • Pada tahun 2010, American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa berdasarkan hasil dari beberapa penelitian, konsumsi probiotik pada ibu hamil selama masa kehamilan dan menyusui serta konsumsi pada balita selama 6 bulan pertama setelah kelahiran, dapat mencegah terjadinya penyakit atopi pada balita yang memiliki resiko. [18]
  • Namun pada tahun 2012, World Allergy Organization menyatakan bahwa konsumsi probiotik tidak memiliki peran definitif dalam pencegahan alergi. [19]
  • Dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai spesies dan dosis probiotik untuk mencegah penyakit atopi/alergi pada balita.

  1. Probiotik Sebagai Terapi Alternatif Pasien dengan Lactose Intolerance

  • Konsumsi suplemen dalam bentuk kapsul yang mengandung Bifidobacterium longum dan yogurt yang mengandung Bifidobacterium animalis dapat membantu mengatasi gejala akibat konsumsi susu pada pasien dengan lactose intolerance dengan cara modulasi koloni mikrobiota. [20]
  • Diperlukan penelitian lebih lanjut dikarenakan penelitian tersebut memiliki sampel yang kecil (11 peserta).

  1. Kolik

  • Penelitian terhadap manfaat konsumsi probiotik terhadap kolik belum menunjukkan hasil yang konsisten.

Kondisi yang Terbukti Tidak Membaik dengan Konsumsi Probiotik

  1. Crohn Disease

  • Critical review yang diterbitkan oleh Cochrane menyatakan bahwa bukti yang ada tidak cukup untuk membuktikan manfaat konsumsi probiotik dalam menginduksi remisi pada pasien dengan Crohn disease maupun mempertahankan status remisi tersebut. [21]

  • Konsumsi probiotik juga tidak terbukti dapat mencegah rekurensi pasca operasi.

  1. Pankreatitis Akut

  • Studi meta analisis terhadap 6 uji acak terkendali menyatakan bahwa konsumsi probiotik tidak secara signifikan mengurangi laju infeksi maupun jumlah infeksi, tidak mengurangi total durasi rawat inap maupun angka kematian. [22]

Safety of Probiotic Consumption

  • Dosis yang terbukti efektif untuk konsumsi probiotik adalah 5 miliar colony-forming units atau lebih. [23] Namun, efektivitas probiotik juga bergantung pada spesies bakteri, durasi konsumsi probiotik, dan jenis penyakit.
  • Secara umum, konsumsi probiotik dinilai aman kecuali pada pasien dengan gangguan sistem imun. Tidak ditemukan peningkatan efek samping pada pasien yang menjalani terapi probiotik dalam jangka waktu kurang dari 1 bulan. [24]
  • Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efek samping terapi probiotik jangka panjang.

Referensi