Efikasi Probiotik dalam Mencegah Kolik Infantil

Oleh :
dr. Rachmah Trijayanti

Manfaat probiotik dalam mencegah kolik infantil masih kontroversial, karena bukti ilmiah terkait efikasinya masih inkonsisten. Kolik infantil dapat didefinisikan sebagai bayi menangis tanpa penyebab yang jelas, misalnya bukan karena lapar atau popok basah, yang berlangsung ≥ 3 jam/hari dan terjadi ≥ 3 hari/minggu pada infant yang sehat dan berusia < 3 bulan.[1,2] Sementara itu, probiotik adalah mikroorganisme hidup yang mempengaruhi mikroflora host dan memiliki manfaat bagi kesehatan.[3]

Saat ini, penggunaan probiotik semakin meningkat, karena dipercaya dapat meningkatkan kualitas kesehatan, terutama pada sistem pencernaan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa flora usus pada bayi kolik berbeda dengan bayi sehat, karena itulah pemberian probiotik diduga dapat memperbaiki keseimbangan ini dan mencegah timbulnya kolik.[4] Probiotik yang paling umum digunakan adalah Lactobacillus, Bifidobacterium dan Streptococcus.[3]

kolik infan comp

Sekilas Mengenai Kolik Infantil

Diagnosis kolik infantil dapat ditegakkan melalui riwayat klinis pasien setelah menyingkirkan kemungkinan penyebab lainnya. Banyak teori telah muncul untuk menjelaskan penyebab kolik infantil, termasuk adanya gas, refluks gastroesofageal, alergi makanan, intoleransi protein susu, dismotilitas usus, dan ketegangan maternal. Tetapi, kemungkinan besar penyebab kolik infantil bersifat multifaktorial.

Karena etiologinya yang masih belum jelas, berbagai regimen tata laksana muncul dan diteliti manfaatnya bagi kolik infantil. Terapi lini pertama mencakup menenangkan orang tua dan intervensi perilaku. Intervensi ini bisa dilakukan dengan banyak cara, seperti membedung dengan efektif, menimang dengan lembut, dan mengurangi stimulasi pada infant. White noise, getaran, dan gerakan dilaporkan dapat efektif menenangkan beberapa infant. Ingatkan juga pada orangtua untuk tidak menggoyangkan bayi mereka terlalu keras, serta untuk merawat diri mereka agar tidak terlalu lelah atau stres.

Menghilangkan diet (elimination diets) pada ibu menyusui dan perubahan formula pada infant yang menyusu dari botol juga bisa dicoba dalam manajemen kolik infantil. Walaupun beberapa studi menunjukkan manfaat elimination diet dari makanan ibu menyusui, efek ini tidak didapatkan pada keseluruhan pasien. Lakukan pemantauan terhadap diet ibu, dan lanjutkan elimination diet hanya bila didapatkan ada manfaat yang jelas.[2]

Teori Manfaat Pemberian Probiotik Untuk Pencegahan Kolik Infantil

Mekanisme kerja probiotik dalam mencegah kolik infantil belum diketahui. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pemberian probiotik di awal kehidupan dapat mencegah timbulnya masalah fungsional gastrointestinal.[5] Proses tersebut tampaknya dimediasi oleh aktivitas pada neuron sensorik intrinsik kolon dengan peningkatan motilitas usus, serta memiliki efek positif pada fungsi dan nyeri visceral.[6]

Probiotik seperti Bifidobacteria menunjukkan sifat antiinflamasi in vitro dan kemampuan untuk menghambat pertumbuhan koliform yang memiliki jumlah signifikan pada bayi kolik. Beberapa probiotik juga dapat bekerja secara langsung pada pertumbuhan bakteri melalui produksi bakteriosin dan produk fermentasi akhir.[7]

Efikasi Probiotik Untuk Pencegahan Kolik Infantil

Pada tahun 2013, Partty et al mempublikasikan sebuah Randomized Control Trial (RCT) dengan penyamaran ganda dan terkontrol placebo untuk mengevaluasi efek pemberian probiotik dan prebiotik secara dini terhadap tingkat kerewelan dan menangis pada bayi prematur. Studi ini melibatkan 94 bayi prematur (usia gestasi 32-36 minggu, berat lahir > 1500 g) yang dirandomisasi untuk mendapat campuran galacto-oligosakarida dan polidekstrosa, L. rhamnosus GG, atau placebo, selama 2 bulan pertama kehidupan. Setelah itu, dilakukan pemantauan pada usia 1, 2, 4, 6, dan 12 bulan. Dibandingkan dengan kelompok placebo, kelompok prebiotik dan probiotik menunjukkan tangisan eksesif yang lebih jarang. Studi ini menyimpulkan bahwa pemberian probiotik dan prebiotik secara dini dapat mengurangi gejala yang menyebabkan menangis dan rewel pada bayi prematur.[8]

RCT lain pada tahun 2014 yang dilakukan pada 589 bayi yang diberi ASI dan susu formula, menemukan bahwa pemberian harian L. reuteri DSM 17938 sejak usia 3 hari selama 90 hari menghasilkan pengurangan yang signifikan dalam rerata waktu menangis. Pengurangan ini didapatkan hampir 51 menit per hari pada usia 1 bulan, dan 33 menit per hari pada usia 3 bulan.[9]

Berbeda dengan kedua studi tersebut, beberapa studi terbaru justru menemukan bahwa probiotik tidak efektif dalam mengurangi gejala kolik infantil. Pada sebuah RCT penyamaran ganda terkontrol placebo yang dilakukan di Australia, dilaporkan bahwa pemberian L. reuteri DSM 17938 tidak efektif dalam penanganan kolik infantil.[10] Temuan ini kemudian direplikasi dalam percobaan lain yang menemukan bahwa L.reuteri DSM 17938, walaupun aman, tidak secara signifikan mengurangi lama menangis, plasma bikarbonat, ataupun penanda inflamasi.[11]

Cochrane mempublikasikan tinjauan sistematik terkait hal ini pada Maret 2019. Tinjauan ini menganalisis 6 studi, dimana dua studi menggunakan Lactobacillus reuteri, dua studi menggunakan multistrain probiotik, satu studi menggunakan Lactobacillus rhamnosus, dan satu studi lainnya menggunakan Lactobacillus paracasei dan Bifidobacterium animalis. Dua studi menggunakan probiotik sejak masa kehamilan sampai setelah bayi lahir.

Tinjauan ini menemukan bahwa, dibandingkan placebo, probiotik memberikan pengaruh yang kecil atau tidak berpengaruh terhadap kemunculan kolik infantil. Namun, probiotik tampaknya mampu mengurangi lama menangis. Dari semua studi yang dianalisis, tidak ada perbedaan bermakna terkait efek samping. Empat efek samping serius dilaporkan pada satu studi besar, tetapi kemungkinan besar tidak terkait dengan efek dari intervensi.[3]

Kesimpulan

Rekomendasi pemberian probiotik untuk mencegah kolik infantil perlu dikaji ulang dan diteliti lebih lanjut, karena saat ini bukti ilmiah yang ada masih inkonsisten. Beberapa studi menemukan manfaat probiotik pada kolik infantil, sedangkan berbagai studi lainnya menunjukkan hasil berbeda. Kendati demikian, seluruh studi melaporkan bahwa probiotik aman digunakan dan dapat ditoleransi dengan baik oleh infant.

Referensi