Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Edukasi dan Promosi Kesehatan Middle East Respiratory Syndrome (MERS) general_alomedika 2026-08-25T17:10:14+07:00 2026-08-25T17:10:14+07:00
Middle East Respiratory Syndrome (MERS)
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Edukasi dan Promosi Kesehatan Middle East Respiratory Syndrome (MERS)

Oleh :
Rainey Ahmad Fajri Putranta
Share To Social Media:

Edukasi dan promosi kesehatan tentang Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dilakukan untuk memperingati pasien dan keluarga bahwa pasien lansia atau pasien dengan penyakit komorbid memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami morbiditas dan bahkan mortalitas bila terkena infeksi MERS.

Pengetahuan jalur penularan infeksi yakni kontak dengan andromedari sangat penting untuk penerapan pencegahan risiko terjangkit MERS. Selain itu, pasien dan keluarga perlu mengetahui bahwa waktu terinfeksi hingga munculnya gejala adalah 5 hari.[1-4]

Edukasi Pasien

Pasien diedukasi bahwa penyakit yang dideritanya merupakan infeksi virus MERS-CoV yang dapat berasal dari penularan melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan andromedari. Penularan juga dapat terjadi melalui kontak dengan orang yang terinfeksi, meski belum ada bukti penelitian yang cukup mengenai jalur transmisi manusia antar manusia.

Sampaikan pada pasien bahwa penting untuk melakukan isolasi supaya tidak terjadi penyebaran virus ke anggota keluarga yang lain. Jelaskan mengenai kemungkinan mortalitas dan komplikasi terberat yang dapat terjadi seperti sepsis.

Pasien juga perlu disarankan untuk segera mencari pertolongan ke Rumah Sakit bila pasien mengeluhkan gejala sesak ataupun gangguan pernapasan lain, terutama apabila pasien sempat bepergian ke kawasan Timur Tengah dalam 2 minggu terakhir.[1-5]

Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Infeksi virus MERS-CoV pada orang yang lebih muda cenderung ringan dan dapat mengalami resolusi dalam 2-7 hari (self-limiting). Komplikasi dapat terjadi apabila pasien mempunyai komorbid seperti diabetes mellitus, hipertensi, penyakit paru obstruktif kronik, penyakit ginjal kronis. Pasien imunokompromais atau pasien lansia juga memiliki risiko komplikasi yang lebih buruk bahkan hingga kematian.[1-5]

Upaya Pengendalian Bagi Pasien

Pengendalian infeksi bagi pasien yang diduga terinfeksi atau sudah didiagnosis dengan MERS bertujuan untuk menghindari perluasan infeksi pada orang terdekat.

  • Lakukan isolasi mandiri di rumah, hingga dinyatakan sembuh melalui dua kali hasil laboratorium negatif
  • Usahakan tidak keluar dari di kamar sendiri dan mempunyai akses ke kamar mandi sendiri
  • Monitor gejala, bila pasien merasa sesak segera datang ke rumah sakit
  • Ketika akan mengunjungi rumah sakit, beritahu tenaga medis sebelum datang bahwa pasien sedang diduga atau sudah didiagnosis dengan MERS, agar mereka dapat mempersiapkan alat pelindung diri dan melakukan protokol pengendalian infeksi
  • Gunakan masker, tutup hidung dan mulut saat sedang batuk atau bersin
  • Cuci tangan berkala

  • Hindari menggunakan peralatan rumah bersama.[1-6,20]

Upaya Pengendalian Bagi Keluarga

Pengendalian infeksi bagi keluarga ataupun orang yang tinggal dekat dengan pasien yang diduga terinfeksi atau sudah didiagnosis dengan MERS adalah dengan cara-cara berikut:

  • Anggota keluarga yang lansia atau mempunyai penyakit komorbid sebaiknya meminimalkan interaksi dengan pasien karena mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk terinfeksi dan mengalami infeksi MERS berat
  • Pastikan ventilasi rumah baik
  • Gunakan masker saat berinteraksi dengan pasien dan cuci tangan setelahnya
  • Jangan gunakan barang bersamaan dengan pasien dan sebaiknya barang milik pasien diurus terpisah dari milik anggota keluarga lainnya

Anggota keluarga juga sebaiknya memonitor kesehatan individu setidaknya 2 minggu kontak erat dengan pasien. Bila mengalami gejala, maka anggota keluarga juga harus mengikuti langkah pengendalian infeksi yang dilakukan oleh pasien serta mengabarkan tenaga medis sebelum berkunjung untuk mendapatkan evaluasi. Bila tidak ada gejala, anggota keluarga dapat beraktivitas seperti biasa.[1-6,20]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. World Health Organization (WHO). Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV), Fact Sheet. Geneva: WHO. 2025. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/middle-east-respiratory-syndrome-coronavirus-(mers-cov)
2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus (MERS-CoV). Jakarta: Kementerian Kesehatan. 2017. https://infeksiemerging.kemkes.go.id/download/Buku_Kesiagaan_MERS.pdf
3. Memish ZA, Perlman S, Van Kerkhove MD, Zumla A. Middle East respiratory syndrome. Lancet. 2020 Mar 28;395(10229):1063-1077. doi: 10.1016/S0140-6736(19)33221-0.
4. Ramadan N, Shaib H. Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV): A review. Germs. 2019 Mar 1;9(1):35-42. doi: 10.18683/germs.2019.1155.
5. WHO. Clinical management of severe acute respiratory infection when Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) infection is suspected. 2019. https://iris.who.int/server/api/core/bitstreams/7ff560f7-a084-4f21-a722-ee060cacd05a/content
6. CDC. Middle East Respiratory Syndrome (MERS). 2024. https://www.cdc.gov/mers/hcp/clinical-overview/index.html
20. BMJ Best Practice. Middle East respiratory syndrome (MERS). 2026. https://bestpractice.bmj.com/topics/en-gb/1301

Prognosis Middle East Respirator...

Artikel Terkait

  • Efikasi Masker Bedah dan Masker Respirator N95 untuk Mencegah Infeksi Saluran Pernapasan pada Tenaga Medis
    Efikasi Masker Bedah dan Masker Respirator N95 untuk Mencegah Infeksi Saluran Pernapasan pada Tenaga Medis
  • Klorokuin Fosfat dan Remdesivir Sebagai Terapi COVID- 19
    Klorokuin Fosfat dan Remdesivir Sebagai Terapi COVID- 19
  • Apakah Terapi Plasma Konvalesens untuk COVID-19 Masih Diperlukan?
    Apakah Terapi Plasma Konvalesens untuk COVID-19 Masih Diperlukan?
  • Bukti Ilmiah Physical Distancing pada Pandemi COVID-19
    Bukti Ilmiah Physical Distancing pada Pandemi COVID-19
  • Fibrosis Paru Pada Pasien COVID-19
    Fibrosis Paru Pada Pasien COVID-19

Lebih Lanjut

Diskusi Terbaru
dr.Bellatrix Bonisa Madarja
Dibalas 22 jam yang lalu
Dementia
Oleh: dr.Bellatrix Bonisa Madarja
5 Balasan
Seorang lelaki usia 60th datang diantar oleh anaknya dengan keluhan banyak lupa terutama kepemilikan harta keluarga namun nama nama anak pasien masih ingat,...
Anonymous
Dibalas 27 Agustus 2026, 14:25
Cikunguyah
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Sore dok izin diskusiSaya kedatangan pasien permepuan usia 36 thn mengeluhkan 3 minggu yang lalu sempat demam ± 3hari ( sekarang sdh tdk demam) di sertai...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 26 Agustus 2026, 14:12
Ikuti e-Course ber SKP Kemenkes - Infeksi Soil-Transmitted Helminth dan Protozoa
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter! Link daftar: https://www.alomedika.com/ecourse/infeksi-soil-transmitted-helminth-dan-protozoa-usus  Link LMS:...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.