Prognosis Hantavirus
Prognosis infeksi hantavirus dipengaruhi faktor seperti jenis virus, derajat keterlibatan organ, serta parameter klinis awal dan kebutuhan ventilasi mekanik. Adanya komplikasi berat, seperti syok, gagal napas akut, perdarahan, dan gagal ginjal akut berkaitan signifikan dengan peningkatan mortalitas.[11,15,22,25]
Komplikasi
Pada hantavirus cardiopulmonary syndrome (HCPS), komplikasi utama meliputi edema paru nonkardiogenik, gagal napas akut, hipoksemia berat, syok kardiogenik, disfungsi miokard, aritmia, serta kolaps kardiovaskular yang dapat berkembang secara cepat dalam hitungan jam.
Pasien juga berisiko mengalami acute respiratory distress syndrome (ARDS), kebutuhan ventilasi mekanik berkepanjangan, dan kegagalan multiorgan. Mortalitas tertinggi umumnya terjadi pada fase kardiopulmoner akibat kombinasi gangguan respirasi dan hemodinamik yang berat.
Pada hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS), komplikasi yang perlu diwaspadai adalah cedera ginjal akut (acute kidney injury), yang dapat berkembang menjadi gagal ginjal sehingga memerlukan terapi pengganti ginjal seperti dialisis. Selain itu, dapat terjadi syok, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit, edema paru, gagal jantung, ensefalopati uremik, serta perdarahan pada berbagai organ akibat trombositopenia dan gangguan koagulasi.
Manifestasi perdarahan dapat berupa perdarahan gastrointestinal, perdarahan paru, dan perdarahan intrakranial. Meskipun sebagian besar penyintas dapat mengalami pemulihan fungsi organ, komplikasi akut berat yang telah disebutkan merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada infeksi hantavirus.[11,12,15,22,25]
Prognosis
Prognosis infeksi hantavirus sangat ditentukan oleh kombinasi faktor klinis, laboratorik, dan derajat keterlibatan organ, sehingga identifikasi dini terhadap tanda-tanda keparahan menjadi kunci dalam menurunkan angka mortalitas.[11,15]
Derajat Keterlibatan Organ
Keterlibatan paru berupa edema paru dan gagal napas akut, serta keterlibatan ginjal berupa gagal ginjal akut, berhubungan dengan peningkatan mortalitas.[15,22]
Parameter Klinis Awal
Hipotensi, kebutuhan ventilasi mekanik, serta tanda syok merupakan indikator keparahan yang berkorelasi dengan luaran yang lebih buruk.[11,25]
Gangguan Hematologi dan Laboratorik
Trombositopenia, hemokonsentrasi, serta peningkatan kreatinin serum mencerminkan derajat keparahan penyakit dan berhubungan dengan prognosis yang lebih buruk.[15,25]
Kondisi Klinis Berat
Syok, gagal napas akut, dan disfungsi multiorgan merupakan prediktor kuat peningkatan mortalitas pada pasien dengan infeksi hantavirus.[15,25]