Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • AlomedikaAI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Diagnosis Hantavirus annisa-meidina 2026-07-15T11:54:15+07:00 2026-07-15T11:54:15+07:00
Hantavirus
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Diagnosis Hantavirus

Oleh :
dr.Nailla Fariq Alfiani
Share To Social Media:

Diagnosis infeksi hantavirus dicurigai pada pasien dengan demam, gejala respirasi progresif atau gangguan ginjal akut, terutama bila ada riwayat paparan terhadap hewan pengerat atau lingkungan yang terkontaminasi kotoran hewan pengerat. Diagnosis dikonfirmasi melalui deteksi antibodi, deteksi RNA virus dengan reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR), atau identifikasi antigen virus pada sampel klinis.[9,11,12,15,23]

Anamnesis

Pasien dengan infeksi hantavirus umumnya mengeluhkan gejala onset akut berupa demam tinggi, menggigil, malaise, sakit kepala, mialgia yang menonjol terutama pada otot-otot besar seperti punggung, paha, dan bahu, serta gejala gastrointestinal seperti mual, muntah, nyeri perut, atau diare. Pada fase awal, gejala sering kali tidak spesifik dan menyerupai infeksi virus lainnya sehingga dapat menyulitkan diagnosis dini.

Seiring perkembangan penyakit, pasien dengan hantavirus pulmonary syndrome (HPS) dapat melaporkan batuk nonproduktif, sesak napas yang semakin memberat, rasa sesak di dada, dan penurunan toleransi aktivitas. Pasien dengan hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) dapat mengeluhkan nyeri pinggang, oliguria, poliuria pada fase pemulihan, atau gejala perdarahan seperti epistaksis dan perdarahan mukosa.

Riwayat paparan merupakan komponen anamnesis yang sangat penting. Klinisi perlu menanyakan adanya kontak dengan hewan pengerat atau ekskretanya dalam 1–8 minggu sebelum timbul gejala, termasuk:

  • Aktivitas membersihkan gudang, lumbung, rumah kosong, kabin, atau bangunan tertutup yang lama tidak dihuni
  • Bekerja di bidang pertanian, kehutanan, atau konstruksi
  • Berkemah
  • Tinggal atau bekerja di lingkungan dengan infestasi tikus.

Riwayat perjalanan ke daerah endemis dan adanya kasus serupa di lingkungan sekitar juga perlu dieksplorasi. Identifikasi faktor risiko paparan ini sangat membantu meningkatkan kecurigaan klinis terhadap infeksi hantavirus, terutama ketika gejala awal masih bersifat nonspesifik.[9,11,12,15]

Pemeriksaan Fisik

Pada fase awal, temuan fisik umumnya non-spesifik berupa demam, takikardia, dan kondisi umum lemah, kadang disertai hiperemia konjungtiva atau flushing wajah.

Seiring progresi penyakit, pada HPS dapat ditemukan takipnea, hipoksia, dan ronki basah akibat edema paru yang dapat berkembang menjadi distres napas hingga syok. Pada HFRS, lebih menonjol manifestasi perdarahan seperti petekiae, disertai hipotensi serta tanda gangguan ginjal berupa edema dan oliguria.[11,12,15]

Diagnosis Banding

Diagnosis banding infeksi hantavirus penting dipertimbangkan karena manifestasi klinisnya sering menyerupai berbagai penyakit infeksi lain. Penegakan diagnosis memerlukan identifikasi faktor pembeda utama, terutama riwayat paparan rodensia serta kombinasi temuan hematologis dan keterlibatan organ spesifik.[9,15,22]

Infeksi Virus Sistemik

Pada fase awal, hantavirus sering sulit dibedakan dari infeksi virus sistemik seperti demam dengue, COVID-19, influenza, dan leptospirosis karena semuanya dapat menyebabkan demam, mialgia, sakit kepala, dan malaise. Leptospirosis merupakan diagnosis banding yang penting karena sama-sama merupakan penyakit zoonotik yang berkaitan dengan paparan tikus dan dapat menyebabkan gagal ginjal akut.

Meski demikian, leptospirosis lebih sering disertai riwayat paparan air atau tanah yang terkontaminasi urin hewan, ikterus, hiperemia konjungtiva, serta bukti infeksi bakteri pada pemeriksaan laboratorium, sedangkan hantavirus lebih kuat berhubungan dengan paparan hewan pengerat dan umumnya tidak menimbulkan ikterus yang menonjol.[9,15,22]

Infeksi Saluran Napas

Pada pasien dengan manifestasi respiratorik berat, terutama hantavirus pulmonary syndrome (HPS), diagnosis banding meliputi pneumonia bakterial berat, pneumonia virus, acute respiratory distress syndrome, dan edema paru kardiogenik.

HPS biasanya diawali fase prodromal berupa demam dan mialgia selama beberapa hari sebelum muncul perburukan respiratorik yang cepat akibat peningkatan permeabilitas kapiler paru. Berbeda dengan edema paru akibat gagal jantung, pasien HPS umumnya tidak memiliki riwayat penyakit jantung yang jelas dan sering menunjukkan hemokonsentrasi serta trombositopenia.[9,26-28]

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penunjang pada infeksi hantavirus menunjukkan temuan laboratorium berupa trombositopenia, hemokonsentrasi, leukositosis, serta peningkatan hematokrit. Pada HFRS ditemukan peningkatan ureum dan kreatinin sebagai tanda keterlibatan ginjal, sedangkan pada HPS dijumpai gangguan oksigenasi serta infiltrat bilateral pada radiologi dada.[9,11,12,15]

Serologi (IgM/IgG Enzyme-Linked Immunosorbent Assay)

Pemeriksaan serologi merupakan metode utama dalam konfirmasi diagnosis hantavirus dengan mendeteksi antibodi imunoglobulin M (IgM) dan imunoglobulin G (IgG) terhadap virus, terutama efektif setelah fase awal infeksi.[9,11,15,23]

Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR)

RT-PCR digunakan untuk mendeteksi RNA virus secara langsung, terutama pada fase akut sebelum terbentuknya antibodi, sehingga bermanfaat untuk diagnosis dini.[5,9,23]

Imunohistokimia

Pemeriksaan imunohistokimia digunakan pada kasus tertentu, terutama pada spesimen jaringan, untuk mengidentifikasi antigen virus secara langsung dan mendukung konfirmasi diagnosis.[9,23]

Referensi

5. CDC. 2026 hantavirus outbreak: Testing for potential infection (HAN 00529). 2026. https://www.cdc.gov/han/php/notices/han00529.html
9. Munir N, Jahangeer M, Hussain S, et al. Hantavirus diseases pathophysiology, their diagnostic strategies and therapeutic approaches: A review. Clin Exp Pharmacol Physiol. 2021;48:20–34. https://doi.org/10.1111/1440-1681.13403
11. Moore RA, Griffen D. Hantavirus Pulmonary Syndrome. StatPearls Publishing; 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513243/
12. Rout P, Anjum F. Hemorrhagic Fever Renal Syndrome. StatPearls Publishing; 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560660/
15. Vial PA, Ferrés M, Vial C, Klingström J, Ahlm C, López R, Le Corre N, Mertz GJ. Hantavirus in humans: a review of clinical aspects and management. Lancet Infect Dis. 2023 Sep;23(9):e371-e382. doi: 10.1016/S1473-3099(23)00128-7.
22. Ghriss N, Mussini C, Kammoun S, Azar C, Leroy P, Pourcine F, et al. Diagnostic and clinical challenges of hantavirus-associated acute kidney injury. EJCRIM. 2026. 21;13(5). https://www.ejcrim.com/index.php/EJCRIM/article/view/6159
23. Tomicic, V., Iwamoto, G., Crowley, M., Hjelle, B., Vial, P., & Mertz, G.. Diagnosis and treatment of new world hantavirus infections. Current Opinion in Infectious Diseases, 2006. 19(5), 437–442. https://doi.org/10.1097/01.qco.0000244048.38758.1f
26. Pneumonia in adults: diagnosis and management. London: National Institute for Health and Care Excellence (NICE); 2023 Oct 31. (NICE Guideline, No. 191.) https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK552669/
27. Zanza C, Saglietti F, Tesauro M, Longhitano Y, Savioli G, Balzanelli MG, Romenskaya T, Cofone L, Pindinello I, Racca G, Racca F. Cardiogenic Pulmonary Edema in Emergency Medicine. Adv Respir Med. 2023 Oct 13;91(5):445-463. doi: 10.3390/arm91050034.
28. Khan MA, Bajwa A, Hussain ST. Pneumonia: Recent Updates on Diagnosis and Treatment. Microorganisms. 2025 Feb 27;13(3):522. doi: 10.3390/microorganisms13030522.

Epidemiologi Hantavirus
Penatalaksanaan Hantavirus
Diskusi Terkait
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 08 Juni 2026, 13:35
DOKTER WAJIB WASPADA: Ancaman Zoonosis 2026: Ancaman Nyata Flu Burung & Hantavirus
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter.Kita ketahui bersama begitu banyak penyakit infeksi seperti hantavirus dan nipahvirus yang berpotensi menimbulkan terjadinya pandemi. Manifestasi...
dr.Meidina
Dibalas 02 Juni 2026, 21:38
DOKTER WASPADA: Pasien Demam disertai Ruam Kemerahan pada Tubuh, Apakah ini Hantavirus?
Oleh: dr.Meidina
2 Balasan
ALO Dokter.Bila Anda sedang berpraktik di FKTP lalu datang pasien berusia 35 tahun yang bekerja pekerjaan petugas kebersihan. Pasien mengalami demam tinggi...
dr.Eurena Maulidya
Dibalas 09 Mei 2026, 22:17
HantaVirus Outbreak 2026: Apakah ini Pandemi Berikutnya?
Oleh: dr.Eurena Maulidya
4 Balasan
ALO Dokter.Laporan terbaru mengenai klaster kasus Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS) di sebuah kapal pesiar pada awal tahun 2026 telah memicu alarm...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.