Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • AlomedikaAI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Etiologi Hantavirus annisa-meidina 2026-07-15T10:36:10+07:00 2026-07-15T10:36:10+07:00
Hantavirus
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Etiologi Hantavirus

Oleh :
dr.Nailla Fariq Alfiani
Share To Social Media:

Etiologi infeksi hantavirus adalah virus Ribonucleic Acid (RNA) dari famili Hantaviridae yang bersifat zoonotik dengan hewan pengerat sebagai reservoir utama. Manusia berperan sebagai host insidental yang terinfeksi terutama melalui inhalasi aerosol yang mengandung partikel virus dari urin, feses, atau saliva rodensia terinfeksi, seperti tikus.[14-16]

Hantavirus

Hantavirus merupakan kelompok virus RNA untai tunggal berpolaritas negatif yang termasuk dalam famili Hantaviridae. Virus ini memiliki selubung (enveloped) dengan genom yang terdiri atas tiga segmen RNA, yaitu segmen kecil (S), sedang (M), dan besar (L), yang masing-masing mengkode protein nukleokapsid, glikoprotein permukaan (Gn dan Gc), serta RNA-dependent polymerase.

Hantavirus memiliki tropisme utama terhadap sel endotel vaskular dan memasuki sel melalui interaksi glikoprotein virus dengan reseptor integrin pada permukaan sel. Berbeda dengan banyak virus patogen lainnya, hantavirus umumnya tidak menyebabkan kerusakan sitopatik langsung yang luas pada jaringan terinfeksi. Manifestasi klinis yang berat lebih banyak disebabkan oleh disregulasi respons imun dan peningkatan permeabilitas vaskular.[14-16]

Transmisi

Penyebaran hantavirus memiliki karakteristik zoonotik yang berhubungan dengan distribusi geografis reservoir alaminya, yaitu berbagai spesies hewan pengerat. Setiap jenis hantavirus umumnya memiliki spesies reservoir yang spesifik, sehingga pola epidemiologinya mengikuti habitat dan dinamika populasi hewan tersebut.

Virus dapat bertahan secara persisten pada reservoir tanpa menimbulkan penyakit bermakna pada hewan inangnya, sehingga hewan tersebut berfungsi sebagai sumber penularan jangka panjang di lingkungan. Kasus manusia ditemukan terutama di daerah pedesaan, kawasan pertanian, hutan, atau lokasi dengan kepadatan hewan pengerat yang tinggi.

Penularan kepada manusia terutama terjadi melalui inhalasi partikel aerosol yang mengandung virus dari urin, feses, atau saliva hewan pengerat yang terinfeksi. Risiko infeksi meningkat saat seseorang membersihkan gudang, lumbung, rumah kosong, atau area tertutup lain yang terkontaminasi ekskreta hewan pengerat, karena aktivitas tersebut dapat mengaerosolisasi partikel virus ke udara.

Penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung antara ekskreta yang terinfeksi dengan mukosa atau kulit yang mengalami luka, serta lebih jarang melalui gigitan hewan pengerat. Selain itu, sebagian besar hantavirus tidak ditularkan secara efisien dari manusia ke manusia. Hanya beberapa spesies tertentu, terutama Andes virus, yang telah terbukti dapat menimbulkan transmisi antar manusia.[14-16]

Faktor Risiko

Faktor risiko utama infeksi hantavirus meliputi aktivitas yang meningkatkan paparan terhadap rodensia atau aerosol yang terkontaminasi. Faktor risiko dikelompokan dalam pekerjaan, faktor lingkungan dan faktor perilaku.[13-15]

Pekerjaan

Faktor risiko utama infeksi hantavirus berkaitan dengan peningkatan paparan terhadap rodensia atau aerosol yang terkontaminasi. Risiko ini terutama ditemukan pada individu dengan aktivitas seperti pertanian, peternakan, serta kegiatan yang melibatkan pembersihan ruangan tertutup yang lama tidak digunakan di mana akumulasi ekskresi tikus dapat terjadi. Selain itu, aktivitas rekreasi seperti berkemah di alam terbuka juga meningkatkan risiko kontak.[13-15]

Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan juga berperan penting, terutama pada wilayah dengan sanitasi yang buruk, pengelolaan sampah yang tidak memadai, serta ketersediaan sumber makanan yang menarik populasi rodensia.

Kondisi tersebut mendukung peningkatan kepadatan tikus, yang secara langsung meningkatkan risiko kontaminasi virus di lingkungan sekitar manusia. Virus juga dapat bertahan dalam kondisi lingkungan tertentu, terutama di area tertutup dan lembap, sehingga memperpanjang potensi paparan.[14-15]

Faktor Perilaku dan Pengetahuan

Faktor perilaku dan pengetahuan individu turut memengaruhi risiko infeksi. Kurangnya kesadaran terhadap cara pencegahan kontak dengan rodensia, seperti tidak menggunakan alat pelindung diri saat membersihkan area berisiko atau tidak menjaga kebersihan lingkungan, dapat meningkatkan peluang terjadinya infeksi.[13-15]

Referensi

1. WHO. Hantavirus. 2026. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hantavirus
2. CDC. About Hantavirus. 2024. https://www.cdc.gov/hantavirus/about/index.html
3. KD Puspa, FD Hanifah, DF Mogsa, M Karyana. Hantavirus: A Deadly Rat Virus: Is Indonesia Ready to Face It?. Center for Health Resilience System Policy, BKPK, Ministry of Health. 2026. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/en/hantavirus-virus-dari-tikus-yang-mematikan-siapkah-indonesia-menghadapinya/
4. Milton DK, Greenhalgh T, Fisman DN, Kvalsvig A, Morawska L, Samet JM. Hantavirus outbreak should reset WHO's default approach to airborne risk. BMJ. 2026 May 12;393:s919. doi: 10.1136/bmj.s919.
5. CDC. 2026 hantavirus outbreak: Testing for potential infection (HAN 00529). 2026. https://www.cdc.gov/han/php/notices/han00529.html
6. Mahendra Pal and Kirubel Paulos Gutama. Hantavirus Disease: An Emerging and Re-Emerging Viral Disease of Public Health Concern. American Journal of Infectious Diseases and Microbiology. 2024; 12(1):19-22. doi: 10.12691/ajidm-12-1-4
7. National Institute for Communicable Diseases. Hantavirus contact SOP V3.1: Exposure assessment, contact tracing, monitoring, and clinical management. 2026.
https://www.nicd.ac.za/wp-content/uploads/2026/05/Hantavirus-contact-SOP-V3.1.pdf
8. Sah R, Mohanty A, Rohilla R, et al. Recent outbreaks of hantavirus-a very lethal and zoonotic virus - An update and counteracting strategies. Int J Surg Open. 2022 Dec;49:100582. doi: 10.1016/j.ijso.2022.100582.
9. Munir N, Jahangeer M, Hussain S, et al. Hantavirus diseases pathophysiology, their diagnostic strategies and therapeutic approaches: A review. Clin Exp Pharmacol Physiol. 2021;48:20–34. https://doi.org/10.1111/1440-1681.13403
10. Safronetz D, Prescott J, Feldmann F, et al. Pathophysiology of hantavirus pulmonary syndrome in rhesus macaques. Proc Natl Acad Sci U S A. 2014 May 13;111(19):7114-9. doi: 10.1073/pnas.1401998111.
11. Moore RA, Griffen D. Hantavirus Pulmonary Syndrome. StatPearls Publishing; 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513243/
12. Rout P, Anjum F. Hemorrhagic Fever Renal Syndrome. StatPearls Publishing; 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560660/
13. Centre for Health Protection. Communicable Diseases Watch, 22(5). Centre for Health Protection, Department of Health. 2026. https://www.chp.gov.hk/files/pdf/cdw_v22_5.pdf
14. Assadah N, Sendow I, Dharmayanti NLP. Hantavirus: Structure, Mechanism of Transmission of Disease, Development of Drugs and Vaccines, and Prevention in Indonesia. Indonesian Bulletin of Animal and Veterinary Sciences. 2020. 30. 10.14334/wartazoa.v30i2.2457.
15. Vial PA, Ferrés M, Vial C, Klingström J, Ahlm C, López R, Le Corre N, Mertz GJ. Hantavirus in humans: a review of clinical aspects and management. Lancet Infect Dis. 2023 Sep;23(9):e371-e382. doi: 10.1016/S1473-3099(23)00128-7.
16. Patel H. Hantaviruses: A Clinical Overview. 2025. https://www.medscape.org/viewarticle/hantaviruses-clinical-overview-2025a1000lgl?page=1
17. Guo Z, Pan H, Wang N, et al. Studies on prevalence of Hantavirus in small mammals in Southeast Asia: A systematic review and meta-analysis. PLoS Negl Trop Dis. 2026 Mar 12;20(3):e0014075. doi: 10.1371/journal.pntd.0014075.
18. Abdoler EA, Malani PN. What Is Hantavirus? JAMA. 2025;334(1):98. doi:10.1001/jama.2025.5014.
19. European Centre for Disease Prevention and Control. Hantavirus infection. In: ECDC. Annual Epidemiological Report for 2023. Stockholm: ECDC; 2025. Stockholm, March 2025. https://www.ecdc.europa.eu/en/publications-data/hantavirus-infection-annual-epidemiological-report-2023
20. Muhawarman, A. Antisipasi Peningkatan Kasus, Kemenkes Perkuat Kewaspadaan Virus Hanta. Kemntrian Kesehatan RI. 2026. https://kemkes.go.id/id/antisipasi-peningkatan-kasus-kemenkes-perkuat-kewaspadaan-virus-hanta
21. Pan American Health Organization/World Health Organization. Epidemiological alert: Hantavirus in the Americas Region. 2025. https://www.paho.org/sites/default/files/2025-12/2025-12-19-epidemiological-alert-hantavirus-engfinal_0.pdf
22. Ghriss N, Mussini C, Kammoun S, Azar C, Leroy P, Pourcine F, et al. Diagnostic and clinical challenges of hantavirus-associated acute kidney injury. EJCRIM. 2026. 21;13(5). https://www.ejcrim.com/index.php/EJCRIM/article/view/6159
23. Tomicic, V., Iwamoto, G., Crowley, M., Hjelle, B., Vial, P., & Mertz, G.. Diagnosis and treatment of new world hantavirus infections. Current Opinion in Infectious Diseases, 2006. 19(5), 437–442. https://doi.org/10.1097/01.qco.0000244048.38758.1f
24. Sahana S, et al. Diagnosis, Virology and Treatment for Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS): A Challenging Sickness to Human Health. Acta Scientific Microbiology. 2020. 4. 52-59. 10.31080/ASMI.2020.04.0748.
25. Tortosa, F., Ragusa, M. A., Neumann, I., Perre, F., Guaresti, G., Donato, M., & Izcovich, A. Prognostic factors for mortality in patients infected with New World hantaviruses: a systematic review and meta-analysis. BMJ open, 2026. 16(1), e096313. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2024-096313
26. Pneumonia in adults: diagnosis and management. London: National Institute for Health and Care Excellence (NICE); 2023 Oct 31. (NICE Guideline, No. 191.) https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK552669/
27. Zanza C, Saglietti F, Tesauro M, Longhitano Y, Savioli G, Balzanelli MG, Romenskaya T, Cofone L, Pindinello I, Racca G, Racca F. Cardiogenic Pulmonary Edema in Emergency Medicine. Adv Respir Med. 2023 Oct 13;91(5):445-463. doi: 10.3390/arm91050034.
28. Khan MA, Bajwa A, Hussain ST. Pneumonia: Recent Updates on Diagnosis and Treatment. Microorganisms. 2025 Feb 27;13(3):522. doi: 10.3390/microorganisms13030522.
29. Westcott SL. Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS) Treatment & Management. 2026. https://emedicine.medscape.com/article/2500161-treatment
30. Jiang H, et al. Expert Consensus on the Prevention and Treatment of Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome. 2022. https://mednexus.org/doi/full/10.1097/id9.0000000000000054

Patofisiologi Hantavirus
Epidemiologi Hantavirus
Diskusi Terkait
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 08 Juni 2026, 13:35
DOKTER WAJIB WASPADA: Ancaman Zoonosis 2026: Ancaman Nyata Flu Burung & Hantavirus
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter.Kita ketahui bersama begitu banyak penyakit infeksi seperti hantavirus dan nipahvirus yang berpotensi menimbulkan terjadinya pandemi. Manifestasi...
dr.Meidina
Dibalas 02 Juni 2026, 21:38
DOKTER WASPADA: Pasien Demam disertai Ruam Kemerahan pada Tubuh, Apakah ini Hantavirus?
Oleh: dr.Meidina
2 Balasan
ALO Dokter.Bila Anda sedang berpraktik di FKTP lalu datang pasien berusia 35 tahun yang bekerja pekerjaan petugas kebersihan. Pasien mengalami demam tinggi...
dr.Eurena Maulidya
Dibalas 09 Mei 2026, 22:17
HantaVirus Outbreak 2026: Apakah ini Pandemi Berikutnya?
Oleh: dr.Eurena Maulidya
4 Balasan
ALO Dokter.Laporan terbaru mengenai klaster kasus Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS) di sebuah kapal pesiar pada awal tahun 2026 telah memicu alarm...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.