Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • AlomedikaAI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Hantavirus annisa-meidina 2026-07-15T10:38:27+07:00 2026-07-15T10:38:27+07:00
Hantavirus
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Pendahuluan Hantavirus

Oleh :
dr.Nailla Fariq Alfiani
Share To Social Media:

Hantavirus adalah kelompok virus yang bisa menyebabkan infeksi pada manusia dan menimbulkan  penyakit serius, yakni gangguan pernapasan atau hantavirus pulmonary syndrome/HPS, serta gangguan pembuluh darah dan ginjal atau hemorrhagic fever with renal syndrome/HFRS. Hantavirus terutama ditularkan ke manusia melalui kontak dengan urin, feses, atau air liur hewan pengerat seperti tikus yang terinfeksi.

Hantavirus merupakan kelompok virus dari famili Hantaviridae yang bersifat zoonotik. Gejala infeksi hantavirus biasanya diawali dengan demam, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan, kemudian pada sebagian pasien dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan berat atau gangguan ginjal. Penularan dari manusia ke manusia sangat jarang dan hanya dilaporkan pada beberapa jenis hantavirus.[1-3]

Hantavirus

Bisakah Hantavirus Ditularkan Antar Manusia?

Pada tahun 2026, wabah hantavirus terjadi di kapal pesiar ekspedisi MV Hondius saat berlayar di Atlantik Selatan dan Antartika. Berdasarkan laporan WHO, hingga akhir Mei 2026 terdapat sekitar 13 kasus dengan beberapa kematian yang seluruhnya berkaitan dengan penumpang dan kru kapal tersebut.

Wabah hantavirus tersebut dikaitkan dengan infeksi Andes virus, salah satu varian Hantavirus yang diketahui memiliki potensi transmisi antar manusia secara terbatas, yakni melalui kontak erat dan intensif. Meski demikian, tidak terdapat bukti terjadinya penyebaran luas di masyarakat, dan risiko penularan terhadap populasi umum dinilai rendah.[1,2,4]

Deteksi dan Manajemen Hantavirus

Diagnosis hantavirus ditegakkan berdasarkan kombinasi kecurigaan klinis, riwayat paparan rodensia, serta konfirmasi laboratorium. Pasien umumnya datang dengan gejala awal nonspesifik seperti demam, mialgia, dan malaise, yang dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan berat atau keterlibatan ginjal.

Pemeriksaan laboratorium dilakukan melalui deteksi antibodi spesifik, Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk identifikasi materi genetik virus, atau pemeriksaan serologi lain. Indikasi pemeriksaan terutama pada pasien dengan gejala kompatibel disertai riwayat paparan atau perjalanan ke daerah risiko, sehingga deteksi dini dan pelaporan menjadi penting dalam penanganan kasus.[2,5,6]

Pengendalian infeksi dilakukan melalui isolasi pasien, penggunaan alat pelindung diri (APD) sesuai standar, serta pelacakan dan pemantauan kontak erat selama masa inkubasi untuk mendeteksi gejala secara dini. Edukasi mengenai kebersihan lingkungan dan pencegahan paparan rodensia juga menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan.

Tata laksana bersifat suportif karena belum tersedia terapi antivirus spesifik yang terbukti efektif. Terapi suportif meliputi stabilisasi hemodinamik dengan terapi cairan, pemberian oksigen, serta ventilasi mekanik pada kasus dengan gangguan pernapasan berat. Selain itu, diperlukan pemantauan fungsi ginjal, keseimbangan cairan, dan elektrolit diperlukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.[6,7]

Referensi

1. WHO. Hantavirus. 2026. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hantavirus
2. CDC. About Hantavirus. 2024. https://www.cdc.gov/hantavirus/about/index.html
3. KD Puspa, FD Hanifah, DF Mogsa, M Karyana. Hantavirus: A Deadly Rat Virus: Is Indonesia Ready to Face It?. Center for Health Resilience System Policy, BKPK, Ministry of Health. 2026. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/en/hantavirus-virus-dari-tikus-yang-mematikan-siapkah-indonesia-menghadapinya/
4. Milton DK, Greenhalgh T, Fisman DN, Kvalsvig A, Morawska L, Samet JM. Hantavirus outbreak should reset WHO's default approach to airborne risk. BMJ. 2026 May 12;393:s919. doi: 10.1136/bmj.s919.
5. CDC. 2026 hantavirus outbreak: Testing for potential infection (HAN 00529). 2026. https://www.cdc.gov/han/php/notices/han00529.html
6. Mahendra Pal and Kirubel Paulos Gutama. Hantavirus Disease: An Emerging and Re-Emerging Viral Disease of Public Health Concern. American Journal of Infectious Diseases and Microbiology. 2024; 12(1):19-22. doi: 10.12691/ajidm-12-1-4
7. National Institute for Communicable Diseases. Hantavirus contact SOP V3.1: Exposure assessment, contact tracing, monitoring, and clinical management. 2026.
https://www.nicd.ac.za/wp-content/uploads/2026/05/Hantavirus-contact-SOP-V3.1.pdf

Patofisiologi Hantavirus
Diskusi Terkait
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 08 Juni 2026, 13:35
DOKTER WAJIB WASPADA: Ancaman Zoonosis 2026: Ancaman Nyata Flu Burung & Hantavirus
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter.Kita ketahui bersama begitu banyak penyakit infeksi seperti hantavirus dan nipahvirus yang berpotensi menimbulkan terjadinya pandemi. Manifestasi...
dr.Meidina
Dibalas 02 Juni 2026, 21:38
DOKTER WASPADA: Pasien Demam disertai Ruam Kemerahan pada Tubuh, Apakah ini Hantavirus?
Oleh: dr.Meidina
2 Balasan
ALO Dokter.Bila Anda sedang berpraktik di FKTP lalu datang pasien berusia 35 tahun yang bekerja pekerjaan petugas kebersihan. Pasien mengalami demam tinggi...
dr.Eurena Maulidya
Dibalas 09 Mei 2026, 22:17
HantaVirus Outbreak 2026: Apakah ini Pandemi Berikutnya?
Oleh: dr.Eurena Maulidya
4 Balasan
ALO Dokter.Laporan terbaru mengenai klaster kasus Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS) di sebuah kapal pesiar pada awal tahun 2026 telah memicu alarm...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.