Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • AlomedikaAI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Patofisiologi Hantavirus annisa-meidina 2026-07-15T10:44:57+07:00 2026-07-15T10:44:57+07:00
Hantavirus
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Patofisiologi Hantavirus

Oleh :
dr.Nailla Fariq Alfiani
Share To Social Media:

Patofisiologi infeksi hantavirus melibatkan disfungsi endotel, kebocoran kapiler, dan respons imun hiperinflamasi. Virus ini tidak menyebabkan penyakit dengan menghancurkan sel secara langsung, melainkan dengan cara mencetuskan aktivasi imun masif yang mengganggu integritas pembuluh darah, menyebabkan edema paru atau cedera ginjal akut.[8–12]

Infeksi dan Disfungsi Sel Endotel

Hantavirus masuk ke dalam tubuh terutama melalui inhalasi aerosol yang mengandung partikel virus dari ekskresi rodensia, kemudian menginfeksi sel epitel saluran napas dan menyebar ke sirkulasi sistemik. Virus ini memiliki tropisme terhadap sel endotel pembuluh darah dengan berikatan pada reseptor spesifik seperti β-integrin, yang memfasilitasi proses masuknya virus ke dalam sel.

Berbeda dengan beberapa virus lain, hantavirus tidak menimbulkan efek sitopatik langsung, melainkan menyebabkan perubahan fungsi sel endotel. Gangguan ini mengakibatkan disrupsi pada integritas barrier vaskular, termasuk perubahan pada junction antar sel endotel, sehingga terjadi peningkatan permeabilitas kapiler. Proses ini menjadi dasar manifestasi klinis penyakit.[9,11]

Respons Imun dan Terjadinya Capillary Leak Syndrome

Infeksi hantavirus memicu aktivasi sistem imun bawaan dan adaptif yang ditandai dengan peningkatan produksi sitokin proinflamasi seperti tumor necrosis factor-alpha (TNF-α), interleukin-6 (IL-6), dan interferon-gamma (IFN-γ), serta aktivasi sel T, khususnya limfosit T sitotoksik (CD8+). Aktivasi imun ini bertujuan untuk mengeliminasi virus, namun respons yang berlebihan justru berkontribusi terhadap kerusakan jaringan.

Sitokin proinflamasi yang dilepaskan secara berlebihan dapat memicu peningkatan kebocoran kapiler akibat gangguan fungsi endotel dengan memengaruhi fungsi dan integritas sel endotel, termasuk mengganggu tight junction dan meningkatkan ekspresi molekul adhesi. Selain itu, infiltrasi dan aktivasi sel imun di sekitar endotel memperparah disfungsi vaskular melalui pelepasan mediator inflamasi tambahan dan reaksi imun yang tidak terkontrol.

Kombinasi proses ini menyebabkan terjadinya capillary leak syndrome, yang merupakan mekanisme utama dalam patofisiologi infeksi hantavirus dan berperan penting dalam munculnya manifestasi klinis berat seperti edema jaringan, hipotensi, dan gangguan perfusi organ.[8–10,13]

Keterlibatan Organ

Peningkatan permeabilitas vaskular menyebabkan kebocoran cairan ke jaringan interstisial, yang pada paru menimbulkan hantavirus pulmonary syndrome (HPS) dan pada ginjal menyebabkan hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS). Kondisi ini dapat berkembang menjadi syok dan kegagalan multiorgan pada kasus berat.[11,12]

Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)

HPS terjadi ketika kebocoran kapiler dominan mengenai jaringan paru akibat disfungsi endotel yang dimediasi respons imun, sehingga cairan plasma berpindah ke ruang interstisial dan alveolar, menyebabkan edema paru nonkardiogenik, gangguan pertukaran gas, dan berujung pada gagal napas akut.[8,11,12]

Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)

HFRS terjadi ketika peningkatan permeabilitas vaskular dan disfungsi endotel terutama terjadi pada kapiler glomerulus, sehingga menyebabkan proteinuria akibat peningkatan filtrasi protein, diikuti penurunan laju filtrasi glomerulus yang memicu oliguria hingga gagal ginjal akut.[8,11,12]

Referensi

8. Sah R, Mohanty A, Rohilla R, et al. Recent outbreaks of hantavirus-a very lethal and zoonotic virus - An update and counteracting strategies. Int J Surg Open. 2022 Dec;49:100582. doi: 10.1016/j.ijso.2022.100582.
9. Munir N, Jahangeer M, Hussain S, et al. Hantavirus diseases pathophysiology, their diagnostic strategies and therapeutic approaches: A review. Clin Exp Pharmacol Physiol. 2021;48:20–34. https://doi.org/10.1111/1440-1681.13403
10. Safronetz D, Prescott J, Feldmann F, et al. Pathophysiology of hantavirus pulmonary syndrome in rhesus macaques. Proc Natl Acad Sci U S A. 2014 May 13;111(19):7114-9. doi: 10.1073/pnas.1401998111.
11. Moore RA, Griffen D. Hantavirus Pulmonary Syndrome. StatPearls Publishing; 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513243/
12. Rout P, Anjum F. Hemorrhagic Fever Renal Syndrome. StatPearls Publishing; 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560660/
13. Centre for Health Protection. Communicable Diseases Watch, 22(5). Centre for Health Protection, Department of Health. 2026. https://www.chp.gov.hk/files/pdf/cdw_v22_5.pdf

Pendahuluan Hantavirus
Etiologi Hantavirus
Diskusi Terkait
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 08 Juni 2026, 13:35
DOKTER WAJIB WASPADA: Ancaman Zoonosis 2026: Ancaman Nyata Flu Burung & Hantavirus
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter.Kita ketahui bersama begitu banyak penyakit infeksi seperti hantavirus dan nipahvirus yang berpotensi menimbulkan terjadinya pandemi. Manifestasi...
dr.Meidina
Dibalas 02 Juni 2026, 21:38
DOKTER WASPADA: Pasien Demam disertai Ruam Kemerahan pada Tubuh, Apakah ini Hantavirus?
Oleh: dr.Meidina
2 Balasan
ALO Dokter.Bila Anda sedang berpraktik di FKTP lalu datang pasien berusia 35 tahun yang bekerja pekerjaan petugas kebersihan. Pasien mengalami demam tinggi...
dr.Eurena Maulidya
Dibalas 09 Mei 2026, 22:17
HantaVirus Outbreak 2026: Apakah ini Pandemi Berikutnya?
Oleh: dr.Eurena Maulidya
4 Balasan
ALO Dokter.Laporan terbaru mengenai klaster kasus Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS) di sebuah kapal pesiar pada awal tahun 2026 telah memicu alarm...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.