Etiologi Hemartrosis
Etiologi hemartrosis adalah perdarahan ke dalam rongga sendi akibat kerusakan pembuluh darah intraartikular. Etiologi tersering meliputi trauma, kelainan koagulasi seperti hemofilia, serta komplikasi pasca prosedur intraartikular.[1,3]
Hemartrosis Traumatik
Cedera traumatik adalah penyebab tersering hemartrosis. Pada hemartrosis traumatik, perdarahan intraartikular biasanya terjadi akibat cedera yang melibatkan struktur ligamen, tulang, atau kartilago yang menyebabkan akumulasi darah bercampur cairan sinovial.
Trauma akibat jatuh, olahraga, aktivitas fisik dengan risiko benturan tinggi, dan kecelakaan dapat menimbulkan perdarahan intraartikular melalui robekan pada struktur intraartikular atau pembuluh darah periartikular.[1,2]
Selain itu, hemartrosis pascaoperasi, seperti setelah tindakan artroplasti lutut total, telah dikaitkan dengan pembentukan jaringan vaskular intraartikular yang bersifat aktif secara hemodinamik sehingga menyebabkan perdarahan berulang ke dalam ruang sendi dalam beberapa bulan hingga tahun pascaoperasi.[1,3]
Hemartrosis Atraumatik
Hemartrosis atraumatik terutama terjadi akibat kelainan perdarahan. Kelainan perdarahan herediter meliputi hemofilia A dan B, dan defisiensi faktor koagulasi VIII atau IX yang menyebabkan perdarahan spontan berulang pada sendi, terutama lutut, sejak masa kanak-kanak. Perdarahan berulang dapat menimbulkan sinovitis hemofilik kronik yang berlanjut menjadi artropati hemofilik dengan nyeri, deformitas, serta disabilitas sendi.[1,2,5]
Kelainan perdarahan didapat (acquired) dapat disebabkan oleh penyakit hati atau penyakit ginjal lanjut, defisiensi vitamin K, disseminated intravascular coagulation (DIC), serta penggunaan obat antikoagulan. Pada kondisi ini, gangguan hemostasis meningkatkan kerentanan terhadap perdarahan intraartikular, bahkan tanpa adanya trauma.
Selain gangguan koagulasi, beberapa penyebab atraumatik lain meliputi:
- Gangguan neurologi: reflex sympathetic dystrophy, diabetic neuropathic arthropathy
- Gangguan vaskular: ruptur aneurisma arteri perifer, dan robekan degeneratif arteri perifer pada osteoartritis
- Infeksi: artritis septik bakterial
- Neoplasma: hemangioma sinovial jinak, pigmented villonodular synovitis, atau keganasan di sekitar rongga sendi maupun metastasis tumor lain.[1,3]
Faktor Risiko
Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya hemartrosis antara lain osteoartritis, penyakit sel sabit (sickle cell disease), dan defisiensi vitamin C (scurvy). Pada pasien hemofilia berat, risiko terjadinya hemartrosis (annual joint bleeding rate) meningkat pada populasi usia 20-44 tahun, ras kulit putih, etnis non-hispanik, dan ketidakpatuhan terhadap terapi maupun profilaksis hemofilia.[6,7]