Edukasi dan Promosi Kesehatan Hemartrosis
Edukasi pasien hemartrosis mencakup pengendalian faktor risiko perdarahan, termasuk kepatuhan terhadap terapi faktor koagulasi dan penghindaran aktivitas berisiko tinggi pada pasien hemofilia. Promosi kesehatan difokuskan pada pencegahan kekambuhan melalui rehabilitasi sendi, latihan fisik terkontrol, dan pemantauan rutin fungsi muskuloskeletal.[5,13]
Edukasi Pasien
Edukasi pasien dengan hemartrosis mencakup berbagai aspek penting untuk mencegah kekambuhan dan menjaga fungsi sendi secara optimal. Penggunaan obat tertentu seperti aspirin perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi proses pembekuan darah dan meningkatkan risiko perdarahan.
Pasien dianjurkan menunggu hingga sendi pulih sepenuhnya sebelum kembali beraktivitas. Aktivitas fisik yang berisiko tinggi, seperti olahraga kontak, sebaiknya dihindari terutama pada pasien dengan hemofilia. Rehabilitasi dan fisioterapi sangat penting untuk memulihkan kekuatan otot, koordinasi, serta fungsi neuromuskular yang optimal.
Selain dampak fisik, hemartrosis juga dapat menimbulkan efek psikologis. Rasa takut terhadap perdarahan ulang sering menyebabkan kecemasan dan penghindaran aktivitas fisik, yang justru dapat memperburuk kondisi sendi akibat imobilisasi. Oleh karena itu, pasien disarankan menjalani terapi suportif seperti rehabilitasi fisik untuk meningkatkan kepercayaan diri terhadap kemampuan sendi.
Setelah menjalani rehabilitasi, latihan fisik rutin perlu dilakukan untuk memperkuat otot dan menjaga kesehatan sendi. Otot yang kuat membantu melindungi sendi dari cedera, dengan latihan yang direkomendasikan meliputi berenang, berjalan kaki, atau bersepeda.
Pasien juga dihimbau segera mencari pertolongan medis apabila muncul nyeri sendi baru yang semakin memburuk, nyeri menjalar ke otot atau area lain, ketidakmampuan menggerakkan sendi, atau bila nyeri tidak berkurang setelah penggunaan obat antinyeri.[5,7,13]
Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Pencegahan primer meliputi penggunaan pelindung sendi pada olahraga dan edukasi teknik aktivitas yang aman. Pencegahan sekunder bertujuan mencegah perdarahan berulang pada sendi yang sama, yaitu dengan fisioterapi, latihan otot, dan kontrol inflamasi sinovial.
Pencegahan tersier bertujuan mencegah komplikasi seperti progresi ke arah artropati hemofilik, antara lain dengan sinovektomi, rehabilitasi intensif, dan terapi nyeri kronik. Pada pasien hemofilia, pemberian terapi profilaksis faktor koagulasi terbukti efektif dalam mencegah hemartrosis berulang dan menurunkan risiko terjadinya artropati kronik.[1,3,5]