Prognosis Hemartrosis
Prognosis hemartrosis dipengaruhi oleh etiologi yang mendasari, diagnosis dan intervensi dini, serta frekuensi episode perdarahan. Hemartrosis yang tidak tertangani dapat menimbulkan komplikasi berupa sinovitis kronik, fibrosis intraartikular, dan artropati hemofilik yang menyebabkan kerusakan sendi permanen.[1,5]
Komplikasi
Hemartrosis yang berat atau berulang dapat menimbulkan berbagai komplikasi akibat efek toksik paparan darah pada jaringan intraartikular. Akumulasi darah dalam rongga sendi dapat menyebabkan kerusakan kartilago, hipertrofi sinovial, dan fibrosis yang berujung pada perubahan degeneratif sendi.
Pada penderita hemofilia, serangan hemartrosis yang berulang dapat menimbulkan perubahan inflamasi kronik pada sendi. Sendi yang mengalami perdarahan berulang tersebut dikenal sebagai “target joints”, yaitu sendi yang rentan terhadap perdarahan berulang dan mengalami proses destruktif yang progresif.
Serangan hemartrosis yang berulang atau berkepanjangan dapat menyebabkan artropati kronik yang menimbulkan disabilitas permanen akibat kerusakan internal sendi dan gangguan mobilitas. Bentuk artropati kronik ini dilaporkan terjadi pada sekitar 20% pasien hemofilia.[1,5]
Prognosis
Secara prognosis, inflamasi yang disebabkan oleh hemartrosis dapat menimbulkan kekakuan sendi dan penurunan fungsi gerak, sehingga menghambat kemampuan individu dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Akumulasi perdarahan berulang juga berkontribusi terhadap perkembangan artritis degeneratif dan penyakit sendi kronik lainnya yang disertai nyeri sendi menetap.
Meski demikian, dengan penatalaksanaan dini yang tepat, inflamasi dan nyeri akut pada hemartrosis umumnya dapat berkurang secara signifikan dalam waktu beberapa hari sehingga tidak menimbulkan morbiditas yang signifikan. Pemulihan sendi umumnya memerlukan waktu beberapa minggu hingga fungsi sendi kembali normal sepenuhnya.[1,2]