Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Burkitt Lymphoma annisa-meidina 2026-01-07T14:04:42+07:00 2026-01-07T14:04:42+07:00
Burkitt Lymphoma
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Pendahuluan Burkitt Lymphoma

Oleh :
dr. Siti Solichatul Makkiyyah
Share To Social Media:

Burkitt lymphoma adalah kanker sel B matur yang tumbuh cepat dan agresif, yang merupakan jenis dari limfoma non-Hodgkin. Kanker ini mengenai sistem limfatik, lebih spesifiknya adalah limfosit B. Nama Burkitt diambil dari ahli bedah, Denis Parson Burkitt, yang mendeskripsikan kasus tumor rahang sangat progresif pada anak di tahun 1958, yang kemudian diidentifikasi sebagai sebuah limfoma.[1]

Secara klinis, Burkitt lymphoma digambarkan sebagai suatu tumor dengan pertumbuhan cepat, yang paling banyak mengenai rahang, perut, atau sistem saraf pusat. Burkitt lymphoma sering dikaitkan dengan virus Epstein-Barr (EBV), human immunodeficiency virus (HIV), dan translokasi kromosomal onkogen MYC.[2,3]

Burkitt Lymphoma

Sistem klasifikasi baru oleh WHO mengklasifikasikan Burkitt lymphoma berdasarkan status infeksinya, yaitu BL EBV+ dan BL EBV-. Klasifikasi ini didasarkan pada hasil penelitian molekuler yang menunjukkan perbedaan genetik dan molekuler yang khas, tanpa tergantung lokasi geografis dan kondisi epidemiologis.[2]

Kriteria diagnosis esensial dari Burkitt lymphoma mencakup gambaran morfologi khas dengan sel neoplastik CD20+, CD10+, tidak adanya atau ekspresi lemah dari BCL2, indeks Ki-67>95%, ditemukannya ekspresi MYC kuat pada >80% sel, serta bukti kerusakan gen MYC atau translokasi IG::MYC, atau kombinasi ekspresi MYC dan translokasinya.[4,5]

Sementara itu, kriteria tambahan meliputi pola starry sky, pola pertumbuhan kohesif, BCL6 positif, TdT negatif, CD38 positif, serta tidak ditemukannya rearrangement BCL2 dan BCL6, yang penting untuk mengeksklusikan kasus Burkitt lymphoma pada orang dewasa.[4,5]

Terapi utama Burkitt lymphoma adalah kemoterapi. Radioterapi dan terapi bedah kurang bermanfaat dalam manajemen kasus Burkitt lymphoma. Kemoterapi idealnya dimulai 48 jam setelah diagnosis ditegakkan.

Kemoterapi umumnya menggunakan lebih dari satu agen. Beberapa pilihan agen kemoterapi untuk Burkitt lymphoma adalah rituximab ditambah dengan siklofosfamid, doxorubicin, vincristine, methotrexate, ifosfamide, cytarabine, dan etoposide (CODOX-M/IVAC). Kemoterapi diberikan menggunakan dosis tinggi dengan durasi pendek.[1]

Referensi

1. Crombie J, LaCasce A. The treatment of Burkitt lymphoma in adults. Blood. 2021 Feb 11;137(6):743-750. doi: 10.1182/blood.2019004099.
2. Alaggio R, Amador C, Anagnostopoulos I, et al. The 5th edition of the World Health Organization Classification of Haematolymphoid Tumours: Lymphoid Neoplasms. Leukemia. 2022 Jul;36(7):1720-1748. doi: 10.1038/s41375-022-01620-2.
3. Naing PT, Kaur A, Lynch DT. Burkitt Lymphoma. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK538148/
4. Ribrag V, Bron D, Rymkiewicz G, et al. Diagnosis and treatment of Burkitt lymphoma in adults: clinical practice guidelines from ERN-EuroBloodNet. Lancet Haematol. 2025 Feb;12(2):e138-e150. doi: 10.1016/S2352-3026(24)00351-X.
5. Kansal R. Diagnosis and Molecular Pathology of Lymphoblastic Leukemias and Lymphomas in the Era of Genomics and Precision Medicine: Historical Evolution and Current Concepts—Part 1: Lymphoid Neoplasms. Lymphatics. 2023; 1(2):55-76. https://doi.org/10.3390/lymphatics1020007

Patofisiologi Burkitt Lymphoma
Diskusi Terkait
dr. Nurul Falah
Dibalas 16 November 2021, 11:56
Mungkinkah limfoma non hodgkin sembuh total - THT Ask The Expert
Oleh: dr. Nurul Falah
2 Balasan
Alo dr. Sekti, Sp.THT-KL, izin bertanya dokter.Apakah memungkinkan untuk kasus limfoma non hodgkin untuk sembuh total? Bagaimana mencegah rekurensi LNH pasca...
dr. Radian Pandhika, M.H.
Dibalas 26 Maret 2019, 16:33
Penyebab Hematemesis pada Lymphoma Non Hodgkin
Oleh: dr. Radian Pandhika, M.H.
8 Balasan
Alo dokter, kira-kira hal apa yang dapat mendasari terjadinya hematemesis pada penderita Lymphoma Non Hodgkin? Apa bisa juga keterkaitan dengan metastasis?...

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.