Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Epidemiologi Burkitt Lymphoma annisa-meidina 2026-01-07T14:10:19+07:00 2026-01-07T14:10:19+07:00
Burkitt Lymphoma
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Epidemiologi Burkitt Lymphoma

Oleh :
dr. Siti Solichatul Makkiyyah
Share To Social Media:

Data epidemiologi menunjukkan bahwa angka kejadian Burkitt lymphoma bervariasi pada tiap wilayah bergantung pada kondisi faktor risiko seperti tingkat malaria, infeksi virus Epstein-Barr (EBV), dan angka kejadian HIV. Studi epidemiologi komprehensif melaporkan insidensi di Uganda, Swiss, dan Estonia mencapai >4 kasus per satu juta penduduk.[7]

Global

Studi epidemiologi melaporkan bahwa insidensi Burkitt lymphoma di Uganda, Swiss, dan Estonia termasuk tinggi, yakni lebih dari 4 kasus per satu juta penduduk. Di negara lain di Eropa, Amerika Utara, dan Oseania, insidensi Burkitt lymphoma termasuk sedang, yakni berkisar 2-3,9 kasus per satu juta penduduk.

Insidensi Burkitt lymphoma di Asia sendiri dilaporkan termasuk rendah, yakni <2 kasus per satu juta penduduk. Lebih lanjut, angka kejadian Burkitt lymphoma dilaporkan 2 kali lebih tinggi pada laki-laki dibandingkan perempuan, serta menunjukkan pola bimodal dengan puncak di kelompok usia anak dan lansia.[7]

Indonesia

Limfoma non-Hodgkin (NHL) menempati urutan ke-7 kanker terbanyak di Indonesia, dengan insidensi kasus baru mencapai 3,7-4,1% pada tahun 2020 berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN). Sementara itu, data epidemiologi Burkitt lymphoma di Indonesia belum tersedia.[8]

Mortalitas

Mortalitas pasien Burkitt lymphoma dilaporkan berbeda, tergantung pada kondisi daerah dan fasilitas kesehatan yang ada. Pasien di negara maju atau high-income countries (HICs) umumnya didiagnosis dan diterapi lebih dini, sehingga mortalitas lebih rendah. Sementara itu, di negara berkembang atau low-middle income countries (LMICs), pasien sering terlambat didiagnosis dan diobati dengan regimen yang kurang efektif.

Berdasarkan data US Surveillance Epidemiology End Results (SEER), angka mortalitas Burkitt lymphoma 5 tahun setelah didiagnosis adalah 25% pada usia 0-19 tahun, 50% pada usia 20-59 tahun, dan 75% pada usia ≥60 tahun. Usia lebih tua dan etnis kulit hitam berhubungan dengan mortalitas yang lebih tinggi.

Di lain pihak, data mortalitas di negara berkembang dilaporkan berbeda-beda. Data di Zimbabwe, Uganda, Kenya, dan pantai Gading melaporkan bahwa tingkat kesintasan 3 tahun Burkitt lymphoma sebesar 41%.[6]

Referensi

6. López C, et al. Burkitt lymphoma. Nat Rev Dis Primers, 2022. vol. 8, no. 1. doi: 10.1038/s41572-022-00404-3
7. Mbulaiteye SM, Devesa SS. Burkitt Lymphoma Incidence in Five Continents. Hemato. 2022; 3(3):434-453. https://doi.org/10.3390/hemato3030030
8. Andinata B, Bachtiar A, Oktamianti P, et al. A Comparison of Cancer Incidences Between Dharmais Cancer Hospital and GLOBOCAN 2020: A Descriptive Study of Top 10 Cancer Incidences. Indonesian Journal of Cancer, 2023. vol. 17, no. 2, p. 119. doi: 10.33371/ijoc.v17i2.982

Etiologi Burkitt Lymphoma
Diagnosis Burkitt Lymphoma
Diskusi Terkait
dr. Nurul Falah
Dibalas 16 November 2021, 11:56
Mungkinkah limfoma non hodgkin sembuh total - THT Ask The Expert
Oleh: dr. Nurul Falah
2 Balasan
Alo dr. Sekti, Sp.THT-KL, izin bertanya dokter.Apakah memungkinkan untuk kasus limfoma non hodgkin untuk sembuh total? Bagaimana mencegah rekurensi LNH pasca...
dr. Radian Pandhika, M.H.
Dibalas 26 Maret 2019, 16:33
Penyebab Hematemesis pada Lymphoma Non Hodgkin
Oleh: dr. Radian Pandhika, M.H.
8 Balasan
Alo dokter, kira-kira hal apa yang dapat mendasari terjadinya hematemesis pada penderita Lymphoma Non Hodgkin? Apa bisa juga keterkaitan dengan metastasis?...

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.