Etiologi Burkitt Lymphoma
Dalam aspek etiologi, Burkitt lymphoma paling sering dikaitkan dengan infeksi virus Epstein-Barr (EBV). Hampir semua kasus Burkitt lymphoma endemik berhubungan dengan infeksi EBV. Infeksi malaria oleh Plasmodium falciparum juga diketahui berkaitan dengan ditemukannya titer antibodi antimalaria yang tinggi pada kasus Burkitt lymphoma. Selain itu, imunodefisiensi akibat infeksi HIV juga dikaitkan dengan kejadian Burkitt lymphoma.[3]
Faktor Risiko
Faktor risiko Burkitt lymphoma melibatkan pengaruh agen infeksi, predisposisi genetik, serta faktor imunologi.
Faktor Infeksi
Burkitt lymphoma diketahui berkaitan erat dengan infeksi, terutama parasit P.falciparum dan EBV. Risiko Burkitt lymphoma meningkat dengan intensitas transmisi malaria, rendahnya kadar antibodi protektif terhadap malaria, serta infeksi oleh banyak parasit lain. Sementara itu, EBV ditemukan pada 90% kasus Burkitt lymphoma endemik, sehingga status EBV menjadi penentu subtipe genetik Burkitt lymphoma.[6]
Predisposisi Genetik
Predisposisi genetik berperan dalam peningkatan risiko Burkitt lymphoma, terutama terkait dengan kerentanan terhadap infeksi malaria. Risiko Burkitt lymphoma diketahui lebih rendah pada anak dengan varian genetik protektif terhadap malaria, seperti sickle cell trait.
Faktor genetik yang dapat meningkatkan risiko Burkitt lymphoma meliputi inborn errors of immunity, seperti X-linked lymphoproliferative disease (XLP) dan XMEN disease (X-linked Magnesium defect, Epstein-Barr virus, and Neoplasia). Faktor genetik lain mencakup gangguan perbaikan DNA, seperti ataksia telangiektasis, serta kelainan perkembangan seperti sindrom Williams-Beuren.[6]
Faktor Imunologi
Risiko Burkitt lymphoma meningkat signifikan pada individu dengan imunosupresi, misalnya penderita HIV, pasien dengan terapi imunosupresif pasca transplantasi, dan individu dengan kelainan imun bawaan. Puncak risiko pada penderita HIV adalah kadar CD4 >200 sel/µL. Faktor imunologi lain yang memengaruhi risiko yaitu kadar RNA HIV kumulatif dan pengaruh aktivasi imun kronis.[6]
Faktor Lain
Defisiensi nutrisi seperti selenium dan magnesium juga dilaporkan berhubungan dengan risiko Burkitt lymphoma. Defisiensi magnesium intraseluler diketahui dapat mengganggu kontrol EBV dan ditemukan pada anak dengan Burkitt lymphoma serta individu dengan EBV.[6]