Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Prognosis Vulvodinia annisa-meidina 2026-01-08T11:38:14+07:00 2026-01-08T11:38:14+07:00
Vulvodinia
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Prognosis Vulvodinia

Oleh :
dr. Alicia Pricelda
Share To Social Media:

Prognosis vulvodinia bersifat kronis dan fluktuatif, tetapi pasien dapat mengalami perbaikan bermakna dengan terapi jangka panjang yang terindividualisasi. Potensi komplikasi meliputi dispareunia persisten, disfungsi seksual, gangguan kualitas hidup, kecemasan dan depresi, serta nyeri kronis refrakter dan risiko ideasi bunuh diri.[1,2,9,16]

Komplikasi

Vulvodinia dapat menimbulkan komplikasi jangka panjang berupa nyeri vulva kronis persisten yang dimediasi oleh sensitisasi perifer dan sentral, sehingga respons terhadap rangsangan ringan (allodinia) dan ambang nyeri menurun secara progresif. Kondisi ini sering disertai disfungsi otot dasar panggul (hipertonisitas, spasme refleks) dan dispareunia berat, yang dapat memperburuk respons terhadap terapi.

Selain komplikasi somatik, vulvodinia memiliki dampak psikososial dan fungsional, termasuk gangguan fungsi seksual, penurunan kualitas hidup, kecemasan, depresi, dan gangguan hubungan intim. Nyeri kronis yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan avoidance behavior, keterlambatan pencarian perawatan medis, dan penggunaan terapi yang tidak tepat atau berulang, yang berpotensi memperparah iritasi vulva dan meningkatkan beban penyakit keseluruhan.[1,2,9,16]

Prognosis

Diagnosis secara dini dan pendekatan multidisiplin dapat meningkatkan hasil yang diinginkan. Meskipun tidak ada obat yang bersifat universal, namun beberapa pasien dapat berhasil mengatasi nyeri dengan kombinasi terapi medis, fisik, dan psikologis. Mengatasi faktor-faktor yang mungkin mendasari seperti disfungsi otot panggul juga dapat memperbaiki hasil jangka panjang.[5,8]

Vulvodinia dapat mempengaruhi kualitas hidup pasiennya, sehingga dukungan emosional dan sosial juga diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup. Bahkan jika remisi lengkap tidak tercapai dukungan emosional yang berkelanjutan dapat membantu pasien mengelola kondisi kronis dan dapat mengatasi kambuhnya gejala dengan lebih efektif.[1]

Referensi

1. Faye RB, Mikes BA. Vulvodynia. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430792/
2. Vasileva P, Strashilov SA, Yordanov AD. Aetiology, diagnosis, and clinical management of vulvodynia. Prz Menopauzalny. 2020 Mar;19(1):44-48. doi: 10.5114/pm.2020.95337.
5. Sadownik LA. Etiology, diagnosis, and clinical management of vulvodynia. Int J Womens Health. 2014 May 2;6:437-49. doi: 10.2147/IJWH.S37660.
8. Patla G, Mazur-Bialy AI, Humaj-Grysztar M, Bonior J. Chronic Vulvar Pain and Health-Related Quality of Life in Women with Vulvodynia. Life. 2023; 13(2):328. https://doi.org/10.3390/life13020328
9. Schlaeger JM, Glayzer JE, Villegas-Downs M, Li H, Glayzer EJ, He Y, Takayama M, Yajima H, Takakura N, Kobak WH, McFarlin BL. Evaluation and Treatment of Vulvodynia: State of the Science. J Midwifery Womens Health. 2023 Jan;68(1):9-34. doi: 10.1111/jmwh.13456.
16. Sarah Dagostin Ferraz, Ana Claudia Rodrigues Candido, Maria Laura Rodrigues Uggioni, Tamy Colonetti, Valdemira Santina Dagostin, Maria Inês Rosa,Assessment of anxiety, depression and somatization in women with vulvodynia: A systematic review and META-analysis,Journal of Affective Disorders,Volume 344,2024,Pages 122-131,ISSN 0165-0327 https://doi.org/10.1016/j.jad.2023.10.025

Penatalaksanaan Vulvodinia
Edukasi dan Promosi Kesehatan Vu...

Artikel Terkait

  • Red Flags Dispareunia
    Red Flags Dispareunia
  • Strategi Mengatasi Disfungsi Seksual Akibat Terapi Antidepresan
    Strategi Mengatasi Disfungsi Seksual Akibat Terapi Antidepresan
  • Peran Terapi Fisik dalam Penanganan Dispareunia
    Peran Terapi Fisik dalam Penanganan Dispareunia
Diskusi Terkait
dr. Natalia Christine Go
Dibalas 10 Maret 2022, 10:22
Hubungan dispareunia dan tubektomi apakah ada hubungannya - Obgyn Ask the Expert
Oleh: dr. Natalia Christine Go
1 Balasan
Alo dr. Utomo Budidarmo, Sp.OG, M.Kes. Izin konsul dok, ada pasien yang mengeluhkan dispareunia 2 minggu setelah operasi tubektomi. Apakah memang berhubungan...
dr.Siti Chasanah Syariatin
Dibalas 19 Mei 2021, 14:24
Dispareunia apakah selalu disebabkan oleh vaginismus - Andrologi Ask The Expert
Oleh: dr.Siti Chasanah Syariatin
3 Balasan
Selamat siang Prof. Wimpie.. Apakah dispareunia selalu vaginismus? Sebenarnya pemeriksaan apa yang perlu dilakukan untuk kasus tersebut? Terimakasih
dr. Ayudhea Tannika
Dibalas 29 September 2019, 07:31
Tenaga kesehatan yang tepat untuk menangani kasus vaginismus
Oleh: dr. Ayudhea Tannika
17 Balasan
Alo dokter, Izin bertanya, ada user yang menyampaikan bahwa beliau tidak dapat melakukan penetrasi saat berhubungan intim dengan pasangan, karena otot-otot...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.