Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Edukasi dan Promosi Kesehatan Vulvodinia annisa-meidina 2026-01-08T11:38:41+07:00 2026-01-08T11:38:41+07:00
Vulvodinia
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Edukasi dan Promosi Kesehatan Vulvodinia

Oleh :
dr. Alicia Pricelda
Share To Social Media:

Edukasi dan promosi kesehatan vulvodinia mencakup pemahaman bahwa kondisi ini bersifat kronis non-infeksius dan non-neoplastik. Pasien perlu diedukasi mengenai perawatan vulva yang tepat, penghindaran iritan lokal, serta pentingnya kepatuhan terhadap terapi multimodal jangka panjang. Promosi kesehatan juga mencakup destigmatisasi nyeri vulva, peningkatan kesadaran untuk diagnosis dini, serta komunikasi terapeutik yang validatif.[1,2,9]

Edukasi Pasien

Edukasi pasien dengan vulvodinia perlu mencakup pemahaman bahwa vulvodinia merupakan nyeri vulva kronis dengan etiologi multifaktorial, dan bukan disebabkan oleh infeksi menular seksual, keganasan, maupun kebersihan yang buruk. Pasien perlu dijelaskan bahwa perjalanan penyakit sering bersifat fluktuatif dan memerlukan penatalaksanaan jangka panjang, sehingga perbaikan gejala biasanya bertahap, bukan instan.

Selain itu, pasien perlu dibekali edukasi praktis mengenai perawatan vulva yang baik, termasuk menghindari iritan lokal, memilih pakaian dalam berbahan katun, menjaga kelembapan kulit vulva, serta menggunakan pelumas non-iritatif saat berhubungan seksual.

Edukasi juga mencakup pentingnya peran aktif pasien dalam terapi, seperti mengikuti fisioterapi dasar panggul, latihan relaksasi otot, dan mempertimbangkan dukungan psikologis bila nyeri memengaruhi fungsi seksual, hubungan interpersonal, atau kesehatan mental.[1,2,9]

Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Perawatan vulva dapat membantu mengurangi gejala. Cara perawatan vulva meliputi penggunaan pakaian dalam katun yang longgar, menghindari iritan lokal (sabun berpewangi, douching, antiseptik, pantyliner berpewangi), membersihkan vulva dengan air bersih atau pembersih ringan non-iritatif, serta menjaga kelembapan kulit dengan emolien netral.

Edukasi mengenai teknik berkemih dan menstruasi yang higienis, serta penggunaan pelumas non-iritatif saat aktivitas seksual, juga diharapkan dapat menurunkan trauma mekanik dan inflamasi lokal yang dapat memicu atau memperberat gejala.

Untuk pengendalian penyakit, terapi topikal atau sistemik dipilih sesuai respons klinis pasien. Pendekatan terapi dianjurkan bersifat multimodal, biasanya mencakup terapi farmakologis, fisioterapi dasar panggul, dan intervensi psikologis bila diperlukan. Terapi bedah bisa dipilih tetapi perlu sangat selektif karena pada prinsipnya vulvodinia bukanlah penyakit organik dan manfaat pembedahan masih belum jelas.[1,2,9]

Referensi

1. Faye RB, Mikes BA. Vulvodynia. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430792/
2. Vasileva P, Strashilov SA, Yordanov AD. Aetiology, diagnosis, and clinical management of vulvodynia. Prz Menopauzalny. 2020 Mar;19(1):44-48. doi: 10.5114/pm.2020.95337.
9. Schlaeger JM, Glayzer JE, Villegas-Downs M, Li H, Glayzer EJ, He Y, Takayama M, Yajima H, Takakura N, Kobak WH, McFarlin BL. Evaluation and Treatment of Vulvodynia: State of the Science. J Midwifery Womens Health. 2023 Jan;68(1):9-34. doi: 10.1111/jmwh.13456.

Prognosis Vulvodinia

Artikel Terkait

  • Red Flags Dispareunia
    Red Flags Dispareunia
  • Strategi Mengatasi Disfungsi Seksual Akibat Terapi Antidepresan
    Strategi Mengatasi Disfungsi Seksual Akibat Terapi Antidepresan
  • Peran Terapi Fisik dalam Penanganan Dispareunia
    Peran Terapi Fisik dalam Penanganan Dispareunia
Diskusi Terkait
dr. Natalia Christine Go
Dibalas 10 Maret 2022, 10:22
Hubungan dispareunia dan tubektomi apakah ada hubungannya - Obgyn Ask the Expert
Oleh: dr. Natalia Christine Go
1 Balasan
Alo dr. Utomo Budidarmo, Sp.OG, M.Kes. Izin konsul dok, ada pasien yang mengeluhkan dispareunia 2 minggu setelah operasi tubektomi. Apakah memang berhubungan...
dr.Siti Chasanah Syariatin
Dibalas 19 Mei 2021, 14:24
Dispareunia apakah selalu disebabkan oleh vaginismus - Andrologi Ask The Expert
Oleh: dr.Siti Chasanah Syariatin
3 Balasan
Selamat siang Prof. Wimpie.. Apakah dispareunia selalu vaginismus? Sebenarnya pemeriksaan apa yang perlu dilakukan untuk kasus tersebut? Terimakasih
dr. Ayudhea Tannika
Dibalas 29 September 2019, 07:31
Tenaga kesehatan yang tepat untuk menangani kasus vaginismus
Oleh: dr. Ayudhea Tannika
17 Balasan
Alo dokter, Izin bertanya, ada user yang menyampaikan bahwa beliau tidak dapat melakukan penetrasi saat berhubungan intim dengan pasangan, karena otot-otot...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.