Edukasi dan Promosi Kesehatan Vulvodinia
Edukasi dan promosi kesehatan vulvodinia mencakup pemahaman bahwa kondisi ini bersifat kronis non-infeksius dan non-neoplastik. Pasien perlu diedukasi mengenai perawatan vulva yang tepat, penghindaran iritan lokal, serta pentingnya kepatuhan terhadap terapi multimodal jangka panjang. Promosi kesehatan juga mencakup destigmatisasi nyeri vulva, peningkatan kesadaran untuk diagnosis dini, serta komunikasi terapeutik yang validatif.[1,2,9]
Edukasi Pasien
Edukasi pasien dengan vulvodinia perlu mencakup pemahaman bahwa vulvodinia merupakan nyeri vulva kronis dengan etiologi multifaktorial, dan bukan disebabkan oleh infeksi menular seksual, keganasan, maupun kebersihan yang buruk. Pasien perlu dijelaskan bahwa perjalanan penyakit sering bersifat fluktuatif dan memerlukan penatalaksanaan jangka panjang, sehingga perbaikan gejala biasanya bertahap, bukan instan.
Selain itu, pasien perlu dibekali edukasi praktis mengenai perawatan vulva yang baik, termasuk menghindari iritan lokal, memilih pakaian dalam berbahan katun, menjaga kelembapan kulit vulva, serta menggunakan pelumas non-iritatif saat berhubungan seksual.
Edukasi juga mencakup pentingnya peran aktif pasien dalam terapi, seperti mengikuti fisioterapi dasar panggul, latihan relaksasi otot, dan mempertimbangkan dukungan psikologis bila nyeri memengaruhi fungsi seksual, hubungan interpersonal, atau kesehatan mental.[1,2,9]
Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Perawatan vulva dapat membantu mengurangi gejala. Cara perawatan vulva meliputi penggunaan pakaian dalam katun yang longgar, menghindari iritan lokal (sabun berpewangi, douching, antiseptik, pantyliner berpewangi), membersihkan vulva dengan air bersih atau pembersih ringan non-iritatif, serta menjaga kelembapan kulit dengan emolien netral.
Edukasi mengenai teknik berkemih dan menstruasi yang higienis, serta penggunaan pelumas non-iritatif saat aktivitas seksual, juga diharapkan dapat menurunkan trauma mekanik dan inflamasi lokal yang dapat memicu atau memperberat gejala.
Untuk pengendalian penyakit, terapi topikal atau sistemik dipilih sesuai respons klinis pasien. Pendekatan terapi dianjurkan bersifat multimodal, biasanya mencakup terapi farmakologis, fisioterapi dasar panggul, dan intervensi psikologis bila diperlukan. Terapi bedah bisa dipilih tetapi perlu sangat selektif karena pada prinsipnya vulvodinia bukanlah penyakit organik dan manfaat pembedahan masih belum jelas.[1,2,9]