Tenaga kesehatan yang tepat untuk menangani kasus vaginismus - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter, Izin bertanya, ada user yang menyampaikan bahwa beliau tidak dapat melakukan penetrasi saat berhubungan intim dengan pasangan, karena otot-otot...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Tenaga kesehatan yang tepat untuk menangani kasus vaginismus

    25 September 2019, 18:24

    Alo dokter, 


    Izin bertanya, ada user yang menyampaikan bahwa beliau tidak dapat melakukan penetrasi saat berhubungan intim dengan pasangan, karena otot-otot vagina "tertutup rapat", dan menyampaikan bahwa istrinya takut berhubungan intim. User bertanya harus berkonsultasi lanjut dengan spesialis apa berkenaan dengan hal tersebut.


    Menurut sejawat sekalian, apakah lebih tepat merujuk pasien dalam kasus ini kepada sejawat psikiater, atau obsgyn? Mohon masukannya 🙏🏻


    Terima kasih

25 September 2019, 18:25
Sebagai tambahan, user dan pasangan sudah menikah selama bertahun-tahun 🙏🏻
25 September 2019, 18:31
Kalau memang terdapat rasa "takut", sebaiknya anjurkan untuk ke psikiater saja ya Dok.
28 September 2019, 10:29
Oke dok, terimakasih masukannya 🙏🏻
25 September 2019, 22:26
Kasus vaginismus sebaiknya mmg dirujuk ke psikiater, utk dicari tau penyebabnya juga dok 😊
26 September 2019, 10:31
Setuju dok,ke psikiater/psikolog untuk mencari masalah penyebabnya,apa ada trauma masa lalu.
28 September 2019, 10:30
Siap dokter 🙏🏻 terimakasih utk masukkan nya
26 September 2019, 10:59

Alo Dok,

Jika memang kasusnya merupakan vaginismus bisa dirujuk ke psikolog atau psikiater agar dapat dilakukan psikoterapi, konseling pernikahan ataupun terapi farmakodinamik. Namun, baiknya digali kembali apakah memang sampai terjadi vaginismus atau 'hanya' rasa takut/cemas karena pasien memiliki memori negatif mengenai hubungan seksual misalnya karena penetrasi sebelumnya menimbulkan nyeri sehingga pasien enggan melakukannya lagi atau bisa juga karena riwayat pelecehan/kekerasan seksual sebelumnya. Jika tertarik membaca mengenai vaginismus, jurnal berikut membahas lengkap dok. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20887170

28 September 2019, 10:29
Terima kasih sharing nya dokter 🙏🏻
28 September 2019, 07:17
dr. Irwan Supriyanto PhD SpKJ
dr. Irwan Supriyanto PhD SpKJ
Dokter Specialis Psikiater

Sekedar saran saja, kadang pasien kesulitan membedakan antara vaginismus dengan masalah pada suami (misalnya ereksi yang tidak adekuat),  sehingga perlu dipastikan dahulu. Misalnya tanyakan apakah pasien bisa mendapatkan lubrikasi ketika dirangsang.. 

Setelah yakin bahwa masalahnya adalah vaginismus, maka

1. Pastikan tidak ada masalah organik di area vagina dan pelvis, tentu saja yang berkompeten adalah SpOG

2. Pastikan juga tidak ada kondisi organik yang mempengaruhi fungsi neurologi dan fungsi hormonal pasien

3. Bila semua itu negatif, maka silahkan diminta berkonsultasi dengan SpKJ

Semoga bermanfaat 

28 September 2019, 08:51
Sangat bermanfaat untuk infonya Dok, terimakasih.
28 September 2019, 10:29
Siap dokter, terima kasih untuk saran dan masukannya 🙏🏻
29 September 2019, 07:31
dr. Heriyanto Hidayat, Sp.PD.
dr. Heriyanto Hidayat, Sp.PD.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Terima kasih infonya dokter, ikut nyimak kuliahnya prof.
29 September 2019, 07:31
dr. Heriyanto Hidayat, Sp.PD.
dr. Heriyanto Hidayat, Sp.PD.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Terima kasih infonya dokter, ikut nyimak kuliahnya prof.
28 September 2019, 15:44
dr. Rina Sugiyanti, Sp.KJ
dr. Rina Sugiyanti, Sp.KJ
Dokter Specialis Psikiater
Alo dok!
Permasalahan hub seksual suami - istri dapat bersumber pd beberapa hal berikut ini :
1. Kurangnya pengetahuan mengenai teknik hub seksual, utamanya foreplay dan teknik penetrasi shg diperlukan konseling sexual therapy.
2. Gangguan ereksi pd suami, dapat disebabkan faktor fisik (kelelahan fisik, peny jantung, diabetes, hipertensi, riwayat stroke, konsumsi obat2 yg mengganggu ereksi) maupun psikis (cemas, depresi, dsb).
3. Gangguan fisik maupun psikis pd istri. Sebaiknya dilakukan pemeriksaan fisik dan genitourinaria terlebih dahulu.
Konsultasi dpt dilakukan dg dokter penyakit dalam, syaraf, obsgyn, andrologi, maupun psikiater, tergantung pada asesment dokter lebih ke arah mana yg menyebabkan gangguan seksual pd pasangan tersebut.
Jika hasil pemeriksaan fisik (organik) normal, maka dpt dirujuk ke psikiater utk dilakukan konseling. Seringkali persepsi / mitos yg salah bahwa hub seksual itu sakit mengakibatkan istri mengalami ketakutan melakukan hub seksual. Faktor lain yg mungkin adl trauma seksual di masa lalu, gangguan depresi, gangguan cemas, paranoid, maupun relasi interpersonal yg kurang baik dg pasangan.
Semoga bermanfaat
28 September 2019, 18:43
Baik dok, telah ditanyakan mengenai riwayat yang mengarah ke penyakit organik selama 10 tahun pernikahan nya namun disangkal.. (tidak bisa menilai secara objektif juga karena hanya via chat); mungkin ada baiknya juga dirujuk ke bagian psikiatri. Terima kasih dokter untuk masukannya 🙏🏻
28 September 2019, 19:53
dr. Zulherman
dr. Zulherman
Dokter Umum
Terimakasih dok
29 September 2019, 07:31
dr. Heriyanto Hidayat, Sp.PD.
dr. Heriyanto Hidayat, Sp.PD.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam
Terima kasih infonya dokter