Pendahuluan Kolkisin
Kolkisin, atau juga ditulis sebagai colchicine, merupakan obat antigout yang digunakan sebagai analgesik lini pertama dalam serangan akut gout atau penyakit asam urat. Kolkisin bekerja dengan memodulasi jalur pro dan antiinflamasi multipel pada serangan akut gout.
Kolkisin dapat mengikat beta tubulin sehingga menghambat penyusunan dan polimerisasi mikrotubulus sehingga mengganggu aktivasi inflamasi, kemotaksis sel radang, pembentukan leukotrien dan sitokin, serta fagositosis. Mekanisme seluler multimodal ini diduga bermanfaat dalam tata laksana inflamasi kronik pada penyakit lain, misalnya penyakit kardiovaskular.[1,2]
Selain untuk gout, kolkisin merupakan alkaloid trisiklik larut lemak yang juga dilaporkan bermanfaat dalam tata laksana penyakit Behcet, perikarditis, penyakit jantung koroner, dan kondisi fibrotik atau inflamasi lainnya. Obat ini juga telah diteliti manfaatnya untuk infark miokard akut dan gagal jantung akut, tetapi tidak menghasilkan perbaikan untuk luaran yang relevan secara klinis.[3-7]
Perlu diperhatikan bahwa kolkisin dapat menimbulkan komplikasi fatal berupa anemia aplastik. Obat ini juga dapat menyebabkan mual-muntah, diare, nyeri abdomen, myelosupresi, dan rhabdomyolisis.[8]
Di Indonesia, kolkisin tersedia dalam merek dagang Kolsin®, Nucine®, Recolfar®, Frigout®, Ar-gout®, dan Pyricin®.[9]
Tabel 1. Deskripsi Singkat Kolkisin
| Perihal | Deskripsi |
| Kelas | Analgesik, antipiretik, antiinflamasi nonsteroid, antipirai.[10] |
| Subkelas | Antipirai.[10] |
| Akses | Resep.[9] |
| Wanita hamil | Kategori FDA: C.[8] |
| Kategori TGA: D.[11] | |
| Wanita menyusui | Dikeluarkan ke ASI.[1] |
| Anak-anak | Efikasi dan keamanan penggunaan pada anak belum diketahui.[1] |
| Infant | |
| FDA | Approved.[1] |
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha