Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Kolkisin
Penggunaan kolkisin atau colchicine pada kehamilan tidak dianjurkan. Obat ini masuk dalam kategori C oleh FDA. Pada ibu menyusui, kolkisin juga dapat diekskresikan ke dalam ASI.[1,8,11]
Penggunaan pada Kehamilan
Kolkisin masuk dalam Kategori FDA C. Artinya studi reproduksi pada hewan menunjukkan efek buruk pada fetus, namun belum ada cukup bukti ilmiah pada fetus manusia.[8]
Menurut TGA, kolkisin masuk dalam kategori D. Artinya obat dicurigai dapat menyebabkan malformasi fetus manusia, atau kerusakan yang ireversibel.[11]
Penelitian pada hewan coba telah menunjukkan adanya toksisitas embriofetal, efek teratogenik, dan gangguan perkembangan postnatal. Atas dasar ini, penggunaan pada ibu hamil dengan gout tidak dianjurkan, kecuali jika manfaat yang didapat melebihi potensi risiko secara signifikan.[1]
Penggunaan pada Ibu Menyusui
Pada ibu menyusui, kolkisin diketahui dikeluarkan ke ASI. Ada studi yang menunjukkan bahwa pemberian kolkisin hingga 1,5 mg/hari menghasilkan kadar obat dalam ASI yang rendah, sehingga bayi yang mendapat ASI eksklusif diperkirakan menerima kurang dari 10% dosis maternal yang telah disesuaikan dengan berat badan.
Meski begitu, kolkisin bisa memengaruhi fungsi dan turnover sel gastrointestinal, sehingga penggunaan pada ibu menyusui perlu berhati-hati dan perlu disertai pengawasan klinis pada bayi yang disusui. Mengingat kadar kolkisin dalam ASI mencapai puncak sekitar 1–4 jam setelah pemberian dosis, paparan bayi dapat diminimalkan dengan menyusui sebelum minum obat atau mengonsumsi kolkisin segera setelah menyusui.[1,21]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha