Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Kolkisin general_alomedika 2026-09-10T11:45:16+07:00 2026-09-10T11:45:16+07:00
Kolkisin
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Kolkisin

Oleh :
dr. DrRiawati MMedPH
Share To Social Media:

Penggunaan kolkisin atau colchicine pada kehamilan tidak dianjurkan. Obat ini masuk dalam kategori C oleh FDA. Pada ibu menyusui, kolkisin juga dapat diekskresikan ke dalam ASI.[1,8,11]

Penggunaan pada Kehamilan

Kolkisin masuk dalam Kategori FDA C. Artinya studi reproduksi pada hewan menunjukkan efek buruk pada fetus, namun belum ada cukup bukti ilmiah pada fetus manusia.[8]

Menurut TGA, kolkisin masuk dalam kategori D. Artinya obat dicurigai dapat menyebabkan malformasi fetus manusia, atau kerusakan yang ireversibel.[11]

Penelitian pada hewan coba telah menunjukkan adanya toksisitas embriofetal, efek teratogenik, dan gangguan perkembangan postnatal. Atas dasar ini, penggunaan pada ibu hamil dengan gout tidak dianjurkan, kecuali jika manfaat yang didapat melebihi potensi risiko secara signifikan.[1]

Penggunaan pada Ibu Menyusui

Pada ibu menyusui, kolkisin diketahui dikeluarkan ke ASI. Ada studi yang menunjukkan bahwa pemberian kolkisin hingga 1,5 mg/hari menghasilkan kadar obat dalam ASI yang rendah, sehingga bayi yang mendapat ASI eksklusif diperkirakan menerima kurang dari 10% dosis maternal yang telah disesuaikan dengan berat badan.

Meski begitu, kolkisin bisa memengaruhi fungsi dan turnover sel gastrointestinal, sehingga penggunaan pada ibu menyusui perlu berhati-hati dan perlu disertai pengawasan klinis pada bayi yang disusui. Mengingat kadar kolkisin dalam ASI mencapai puncak sekitar 1–4 jam setelah pemberian dosis, paparan bayi dapat diminimalkan dengan menyusui sebelum minum obat atau mengonsumsi kolkisin segera setelah menyusui.[1,21]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. ASHP. Colchicine. 2026. https://www.drugs.com/monograph/colchicine.html
8. MIMS Indonesia. Colchicine. 2026. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/colchicine?mtype=generic
11. TGA. Prescribing medicines in pregnancy database. 2026. https://www.tga.gov.au/resources/health-professional-information-and-resources/australian-categorisation-system-prescribing-medicines-pregnancy/prescribing-medicines-pregnancy-database
21. Drugs and Lactation Database (LactMed®). Bethesda (MD): National Institute of Child Health and Human Development. Colchicine. 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501213/

Efek Samping dan Interaksi Obat ...
Kontraindikasi dan Peringatan Ko...
Diskusi Terbaru
dr.Herny
Dibalas 5 jam yang lalu
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Transisi TTD Menjadi MMS: Praktik Baik di Pelayanan Kesehatan Primer - Rabu, 30 September 2026, Jam: 13.00-14.30 WIB
Oleh: dr.Herny
1 Balasan
ALO Dokter.MMS bukan sekadar pengganti TTD. Ini adalah langkah menuju suplementasi yang lebih optimal bagi ibu dan janin. Sudah siapkah dokter menerapkan MMS...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas kemarin, 11:23
Ikuti e-Course ber SKP Kemenkes - Skabies dalam Praktik Klinik: Diagnosis Akurat dan Tata Laksana Komprehensif
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter!Link Daftar:https://general.alomedika.com/ecourse/skabies-dalam-praktik-klinik-diagnosis-akurat-dan-tata-laksana-komprehensif Link...
Anonymous
Dibalas kemarin, 13:19
Cara bleeding control sebagai langkah resusitasi pada pasien abortus/KET dengan syok hemoragik
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter. Izin bertanya utk pasien syok hemoragik akibat abortus/KET di IGD. Pasien tsb tentunya dipasang 2 IV line dan loading cairan kristaloid. Tapi...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.