Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pengawasan Klinis Kolkisin general_alomedika 2026-09-10T11:47:39+07:00 2026-09-10T11:47:39+07:00
Kolkisin
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Pengawasan Klinis Kolkisin

Oleh :
dr. DrRiawati MMedPH
Share To Social Media:

Pengawasan klinis selama terapi kolkisin difokuskan pada deteksi dini tanda-tanda toksisitas gastrointestinal, hematologis, dan neuromuskular. Pasien perlu dipantau terhadap munculnya mual, muntah, diare, nyeri perut, atau gejala gastrointestinal baru lainnya, karena keluhan tersebut sering kali merupakan manifestasi awal toksisitas kolkisin.

Pemeriksaan hitung darah lengkap secara berkala dapat dipertimbangkan, terutama pada penggunaan jangka panjang atau pada pasien dengan faktor risiko tertentu, untuk mendeteksi kemungkinan myelosupresi, leukopenia, trombositopenia, atau pansitopenia.

Selain itu, evaluasi klinis rutin diperlukan untuk menilai efektivitas terapi sesuai indikasi penggunaannya, seperti penurunan frekuensi serangan gout. Pemantauan juga harus mencakup fungsi ginjal dan fungsi hati, karena gangguan pada organ-organ tersebut dapat meningkatkan kadar kolkisin dan risiko terjadinya toksisitas serius.

Pasien, terutama lanjut usia dan mereka yang memiliki gangguan ginjal, perlu dievaluasi secara berkala terhadap tanda-tanda toksisitas neuromuskular, seperti kelemahan otot, nyeri otot, kesemutan, penurunan refleks, atau kesulitan berjalan. Bila gejala tersebut muncul, pemeriksaan lebih lanjut, termasuk kadar kreatin kinase (CK) bila diperlukan, dapat dilakukan untuk menyingkirkan miopati atau rhabdomyolysis.

Selain itu, setiap kunjungan sebaiknya disertai peninjauan obat-obatan yang digunakan pasien untuk mengidentifikasi kemungkinan interaksi dengan inhibitor CYP3A4 atau P-glikoprotein (P-gp) yang dapat meningkatkan paparan kolkisin dan menyebabkan toksisitas yang mengancam jiwa.[1,8,16]

Overdosis Kolkisin

Overdosis kolkisin merupakan kondisi yang jarang terjadi tetapi sangat berbahaya dan berpotensi fatal. Manifestasi klinis biasanya berkembang dalam beberapa fase.

Pada 2–24 jam pertama, gejala yang dominan adalah gangguan gastrointestinal berat berupa mual, muntah, diare profus, dan nyeri perut hebat, yang dapat menyebabkan kehilangan cairan masif, dehidrasi, hipotensi, dan syok hipovolemik.

Dalam 2–7 hari berikutnya, toksisitas dapat berkembang menjadi fase sistemik yang ditandai oleh supresi sumsum tulang (leukopenia, pansitopenia), rhabdomyolysis, gagal ginjal akut, peningkatan enzim hati, asidosis laktat, gangguan irama jantung, gagal napas, dan gagal multiorgan. Pada pasien yang berhasil melewati fase kritis ini, fase pemulihan biasanya dimulai setelah hari ke-7 dengan munculnya rebound leukositosis dan kadang-kadang alopecia sementara, diikuti pemulihan bertahap dalam beberapa minggu.[22,23]

Manajemen Overdosis Kolkisin

Penatalaksanaan berfokus pada dekontaminasi dini dan terapi suportif intensif, karena hingga saat ini tidak tersedia antidotum. Karbon aktif diberikan sesegera mungkin, terutama pada pasien yang menelan dosis toksik (>0,5 mg/kg), idealnya dalam 1 jam pertama setelah konsumsi, meskipun pemberian yang lebih lambat masih dapat dipertimbangkan karena waktu paruh kolkisin yang panjang dan sirkulasi enterohepatiknya.

Lavase lambung hanya bermanfaat bila dilakukan dalam 1 jam pertama setelah konsumsi. Pasien memerlukan pemantauan ketat terhadap tanda vital, keseimbangan cairan, elektrolit, fungsi ginjal dan hati, hitung darah lengkap, kadar kreatin kinase (CK), laktat, analisis gas darah, dan elektrokardiogram untuk mendeteksi kerusakan organ serta komplikasi yang berkembang.

Terapi suportif dapat meliputi pemberian cairan intravena agresif untuk mengatasi dehidrasi dan rhabdomyolysis, vasopresor pada syok refrakter, ventilasi mekanik bila terjadi gagal napas, serta penggunaan faktor perangsang koloni granulosit seperti filgrastim pada leukopenia berat. Pasien dengan tanda toksisitas sistemik atau risiko gagal multiorgan sebaiknya dirawat di unit perawatan intensif (ICU).[22,23]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. ASHP. Colchicine. 2026. https://www.drugs.com/monograph/colchicine.html
8. MIMS Indonesia. Colchicine. 2026. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/colchicine?mtype=generic
16. Sadiq NM, Robinson KJ, Terrell JM. Colchicine. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK431102/
22. Parekh S, Merry TJ, Tripathi V, Reddy P. A Case of Colchicine Overdose and Toxicity. Cureus. 2025 Jun 13;17(6):e85948. doi: 10.7759/cureus.85948.
23. Long N. Colchicine toxicity. 2021. https://litfl.com/colchicine-toxicity/

Kontraindikasi dan Peringatan Ko...
Diskusi Terbaru
dr.Herny
Dibalas 11 September 2026, 15:19
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Transisi TTD Menjadi MMS: Praktik Baik di Pelayanan Kesehatan Primer - Rabu, 30 September 2026, Jam: 13.00-14.30 WIB
Oleh: dr.Herny
1 Balasan
ALO Dokter.MMS bukan sekadar pengganti TTD. Ini adalah langkah menuju suplementasi yang lebih optimal bagi ibu dan janin. Sudah siapkah dokter menerapkan MMS...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 10 September 2026, 11:23
Ikuti e-Course ber SKP Kemenkes - Skabies dalam Praktik Klinik: Diagnosis Akurat dan Tata Laksana Komprehensif
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter!Link Daftar:https://general.alomedika.com/ecourse/skabies-dalam-praktik-klinik-diagnosis-akurat-dan-tata-laksana-komprehensif Link...
Anonymous
Dibalas 10 September 2026, 13:19
Cara bleeding control sebagai langkah resusitasi pada pasien abortus/KET dengan syok hemoragik
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter. Izin bertanya utk pasien syok hemoragik akibat abortus/KET di IGD. Pasien tsb tentunya dipasang 2 IV line dan loading cairan kristaloid. Tapi...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.