Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pengawasan Klinis Sumatriptan monika-natalia 2022-08-10T09:24:05+07:00 2022-08-10T09:24:05+07:00
Sumatriptan
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Indikasi dan Dosis
  • Formulasi
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Pengawasan Klinis Sumatriptan

Oleh :
dr.Adrian Prasetio SpKJ
Share To Social Media:

Pengawasan klinis sumatriptan mencakup efikasi terapi dan munculnya efek samping berbahaya seperti sindrom serotonin. Efek samping sumatriptan biasanya ringan, namun reaksi berat seperti sindrom serotonin dapat terjadi. Risiko sindrom serotonin meningkat jika sumatriptan digunakan bersama obat lain yang mempengaruhi serotonin, seperti selegiline dan amitriptyline.

Pemeriksaan kardiovaskular sebelum memulai terapi perlu dilakukan pada pasien dengan faktor risiko gangguan kardiovaskular seperti penyakit arteri koroner. Penggunaan sumatriptan dapat menyebabkan vasokonstriksi koroner yang akan memperburuk kondisi penyakit jantung koroner pasien. Pada pasien dengan risiko kardiovaskular, lakukan elektrokardiogram saat memberikan dosis pertama. Lakukan pula pemantauan status mental, nyeri kepala, tekanan darah, angina, dan rasa tidak nyaman pada dada.

Karena sumatriptan telah dikaitkan dengan stroke, perdarahan serebral, dan perdarahan subarachnoid, pasien perlu diedukasi mengenai hal ini. Minta pasien untuk datang ke layanan kesehatan jika mengalami tanda dan gejala stroke atau perdarahan otak, misalnya kelumpuhan sebelah badan.[4,11]

Referensi

4. Saadabadi. YBSAHA. Sumatriptan - StatPearls - NCBI Bookshelf. StatPearls Publishing. 2022. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557681/
11. MIMS.com. Sumatriptan Indication, Dosage, Side Effect, Precaution MIMS Indonesia. 2021.

Kontraindikasi dan Peringatan Su...

Artikel Terkait

  • Profilaksis Migraine: Pemilihan Pasien dan Jenis Terapi
    Profilaksis Migraine: Pemilihan Pasien dan Jenis Terapi
  • Pilihan Terapi pada Migrain Menstrual
    Pilihan Terapi pada Migrain Menstrual
  • Pilihan Terapi Optimal pada Sakit Kepala Cluster
    Pilihan Terapi Optimal pada Sakit Kepala Cluster
  • Dislipidemia Tidak Menyebabkan Nyeri Kepala
    Dislipidemia Tidak Menyebabkan Nyeri Kepala
  • Pedoman Tata Laksana Migraine 2024 - Ulasan Guideline Terkini
    Pedoman Tata Laksana Migraine 2024 - Ulasan Guideline Terkini

Lebih Lanjut

Diskusi Terbaru
dr. ALOMEDIKA
Dibalas kemarin, 14:47
đŸ“ˆTrending! TOP 5 Artikel di Bulan Agustus 2026
Oleh: dr. ALOMEDIKA
1 Balasan
ALO Dokter. Siapa, nih, yang tetap up-to date dengan perkembangan ilmu kedokteran melalui artikel-artikel Alomedika?!? Ya, Alomedika selalu terdepan dalam...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas kemarin, 07:18
AI Bantu Temukan Indikasi Operasi Terlewat
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter. Seorang pasien berusia 50 tahun telah siap di area pra-operasi untuk menjalani prosedur eksisi benjolan yang membesar di punggungnya.  Namun,...
Anonymous
Dibalas 12 Agustus 2026, 12:04
Pasien hamil 32 mgg dengan HBeAg reaktif yang membutuhkan tes DNA HBV
Oleh: Anonymous
3 Balasan
Dok izin, expert dr Sp.PD-KGEHDok izin menanyakan terdapat pasien hamil 32 mgg sudah di rujuk ke kgeh dari 29 mgg pemeriksaan sgot sgpt usg normal dan hbeag...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.